Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Posts for tag 'tersesat'

Pelontar Jumrah Banyak yang Tersesat Pulang

Sumber: Republika, Senin, 08 Desember 2008 pukul 17:32:00

MINA — Kepulangan jemaah haji asal Indonesia dari lokasi pelemparan jamrah aqobah ke tenda-tenda penampungan mereka, Senin pagi, terlihat semrawut dan banyak yang tersesat.

Penyebabnya antara lain bentuk tenda yang sama, jemaah membludak, jaraknya jauh, dan pemandu (mursyid) tidak hafal lokasi tenda jemaah yang dipandunya.

Jemaah haji Lampung kloter 31 yang dibimbing dua petugas atau pemandu, masing-masing dengan tanda nomor 15/1 dan 15/2, saat keberangkatan sekitar pukul 01.30 waktu Mina sampai ke lokasi pelontaran jamrah aqobah sekitar 10 kilometer pergi-pulang, cukup lancar.

Namun, ketika kembali ke perkemahan, di pertengahan jalan yang padat dengan jemaah dan bus pengangkut, rombongan terbagi dua yakni yang dipandu petugas 15/1 nyasar sampai ke perbatasan Mina-Muzdalifah, sementara yang dibimbing petugas 15/2 nyasar ke jalan layang.

Akibatnya mereka berbalik arah dan karena pemandu jalan terlalu cepat, sementara jemaah sudah kelelahan, apalagi yang usia lanjut harus jalan perlahan, membuat rombongan terpencar, ada yang terpisah antara suami-istri, antaranggota KBIH dan banyak yang baru tiba di perkemahan siang hari, dan kakinya ada yang lecet.

Yang membuat panik lagi bahkan nyaris memicu pertengkaran antarjemaah, serta antara jemaah dan pengurus KBIH, adalah ketika perjalanan yang sudah capek, salah jalan, kondisi tubuh sudah melemah akibat belum tidur sejak wukuf di Arafah dan mabit, tiba-tiba pemandu justru sering bertanya kepada polisi dimana alamat tenda maktab 15.

Kondisi tersebut selain membuat jemaah kelelahan, juga memicu kekesalan petugas, termasuk pengurus kloter, TPIHI, dan KBIH yang juga ikut tersesat karena semula percaya penuh kepada petugas, apalagi waktu salat Subuh sudah tiba, jemaah belum sampai ke tenda.

Penanggungjawab pemandu dari maktab 15 dan Muassasah Persaudaraan Haji Asia Tenggara ketika dihubungi meminta maaf.

Sementara itu, usai melontar jamrah aqobah di Jamarat, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, jemaah umumnya sudah melakukan tahallul awal dengan memendekkan rambut, banyak pula yang langsung cukur gundul, serta setelah tiba di tenda jemaah laki-laki sudah boleh melepas pakaian ihrom.

Jemaah yang kesasar selain banyak yang berkerumun melihat peta di sudut-sudut jalan, juga bertanya kepada petugas, baik saat akan berangkat maupun pulang dari melempar jamrah.

Jemaah asal Sekincau, Lampung Barat Murni bin Malikin (75) anggota kloter 32 maktab 18 misalnya, kesasar ke maktab 44 DKI Jakarta, karena terpisah dari rombongan, namun segera diantarkan ke kloter oleh jemaah Lampung lainnya.

Selain itu, karena situasi dan kondisi pelaksanaan khutbah wukuf dan salat zuhur-ashar dijamak qosor, di Arafah Minggu siang hingga matahari terbenam, jemaah kloter 31`asal Lampung bergabung dengan kloter 39 Surabaya.

Selaku khatib KH M Salim Imron (KBIH Mabruroh Sidoarjo, Jawa Timur) dan bilal Raahmad Nasruddin LC ketua kloter 39 SUB, dilanjutkan istigasah dan berdoa.

Setelah wukuf di Arafah, mabit dan mengambil kerikil di Muzdalifah pada Minggu tengah malam, jemaah tiba di Mina langsung melontar jamrah aqabah di Jamarat Senin dini hari. Selanjutnya akan tetap di Mina melanjutkan melontar jamrah Ula, Wustam, dan aqabah dua sampai tiga hari kedepan.

Selanjutnya mereka akan kembali ke Mekkah untuk melakukan tawaf ifadah, sya’i, tahallul akhir (tsani) dan tawaf wada (pamit), lalu ke Madinah untuk melakukan salat Arbain dan ziarah, sekitar delapan hingga sembilan hari sebelum kembali ke tanah air. – ant/ah

Top of page