Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Tengah 2008, H Abdul Choliq meminta pihak Garuda agar menyediakan pesawat yang relatif baru untuk menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2009.
Sementara itu, 393 jemaah haji Kloter terakhir atau Kloter 82, Sabtu (10/1) tiba di Bandara Adisumarmo, pukul 11.44 WIB.
Baca selengkapnya »
Sumber: Antara, 7 Jan 2009
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adi Sumarmo Surakarta, akan kembalikan biaya calon haji (calhaj) yang membatalkan keberangkatannya ke Tanah Suci. Hal itu disampaikan Sekretaris PPIH Debarkasi Surakarta, H Abdul Choliq, disela-sela menyambut kedatangan jemaah haji kloter 72 asal Kota Semarang, di asrama haji Donohudan, Boyolali, Jateng, Rabu.
Kedatangan rombongan kloter 72 yang tiba di Bandara Adi Sumarmo Surakarta sekitar pukul 12.57 WIB, disambut langsung Wakil Wali Kota Semarang, H Mahfud Ali. Abdul Choliq mengatakan, kuota haji untuk Jawa Tengah sebanyak 29.657 ternyata hanya 29.344 yang berangkat haji pada tahun 2008.
Berkurangnya jemaah haji yang potitif berangkat disebabkan berbagai hal seperti wafat, hamil, sakit dan sebab lainnya. Mereka sebagian ada yang memang menunda keberangkatannya, tapi ada pula yang membatalkan diri. Ia menjelaskan, calhaj yang membatalkan diri, dapat segera mengambil uangnya kembali dari bank tempat mereka menyetorkan biaya perjalanan ibadah haji.
Adapun proses pencairannya yang bersangkutan mengajukan permohonan ke Kantor Depag Kabupaten atau Kota setempat dengan membawa bukti setoran awal. “Khusus bagi yang batal karena wafat, ahli warisnya mengajukan pembatalannya dengan melampirkan surat keterangan kematian, surat keterangan ahli waris yang dilegalisir kepala desa atau lurah setempat dan bukti setoran awal,” katanya.
Sebagian besar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau ONH Plus tidak melaporkan kepulangan jemaahnya ke tanah air kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.
Baca selengkapnya »
Sumber: Depag, 23 Des 2008
Menurut humas PPIH Solo, H. Akhmad Su`aidi, jika dibandingkan dengan jumlah jamaah haji yang meninggal tahun lalu, maka tahun ini jumlahnya meningkat. “Musim haji tahun ini jumlahnya meningkat tajam, bila dibandingkan dengan tahun lalu,” tambahnya.
Dari 81 orang yang meninggal tersebut, daerah Magelang (kab/kot) termasuk yang teratas, yakni 12 orang, termasuk di dalam kloter 22 yang kedatangannya sedang ditunggu. Sementara daerah berikutnya adalah dari Prop DIY 7 orang, Kab Jepara 5 orang, Pati 5 orang dan sisanya variatif.
Su`aidi juga mengingatkan, dengan terjadinya keterlambatan dalam proses pemulangan jamaah haji, terus melakukan koordinasi dengan petugas PPIH daerah tingkat II Prop. Jawa Tengah, agar para penjemput jamaah haji tidak terlalu lama menunggu di asrama haji.
Soalnya, lanjutnya, kalau terlalu lama menunggu di asrama ahji nanti bisa membengkak biayanya. “Tapi dengan pemberitahuan itu mudah-mudahan penjemput juga tidak terlalu lama menunggu, karena ini berkaitan dengan carter bus,” ungkap Su`aidi. (NM)
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjamin semua jemaah haji yang sakit akan dipulangkan ke Tanah Air, meski proses penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci sudah berakhir.
Baca selengkapnya »
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak mengalokasikan anggaran untuk mengirim barang bawaan jemaah yang tidak diangkut pesawat karena melebihi batas maksimal barang bawaan yang ditetapkan maskapai penerbangan.
“Depag juga tidak mengalokasikan anggaran untuk mengirim barang-barang itu. Ongkos untuk mengirim barang-barang itu ke tanah air, apalagi sampai ke alamat jemaah kan tidak sedikit,” kata Kepala Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Munthalib di Jeddah, Sabtu.
Baca selengkapnya »
ejabat dan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1429H/2008M ikut prihatin melihat tumpukan barang-barang jemaah yang tidak terangkut masuk pesawat di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Arab Saudi.
Baca selengkapnya »
Sumber: Media Indonesia
JEDDAH–MI: Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dan Komisi VIII DPR sepakat mengambil langkah penanggulangan krisis transportasi haji dengan cara penempatan fasilitas bus pada setiap kloter. Selain itu juga disediakan bus untuk sweeping jemaah haji yang terlantar di Masjidil Haram secara terjadwal mulai Minggu (30/11).
Keputusan bersama ini diambil terkait banyaknya keluhan jemaah haji yang terlantar di Mekkah, karena pondokan jamaah haji Indonesia pada musim haji 1429 H ini jauh dari Masjidil Haram sebagai dampak dari perluasan Masjidil tersebut. Putusan ini merupakan salah satu poin kesimpulan rapat koordinasi PPIH dan Komisi VIII di Jeddah, Sabtu (29/11).
Rakor dihadiri Ketua Komisi VIII, Azrul Azwar yang didampingi 14 anggota DPR lainnya bersama Dirjen Urusan Haji, Slamet Riyanto, Sekjen Depag, Bahrul Hayat, Konjen Jeddah Gatot Abdullah Mansyur, dan Kepala Teknis Urusan Haji (TUH) Nur Somad Kamba.
Pada pelaksanaan haji tahun ini muncul berbagai permasalahan teknis akibat tersebarnya pemondokan jemaah asal Indonesia di berbagai lokasi yang jauh dari Masjidil Haram. Hal ini terjadi akibat melambungnya harga sewa pondokan di sekitar Masjidil Haram di atas pagu biaya pondokan yang disetujui DPR. (Ant/OL-06)