Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Posts for tag 'pemondokan'

Masa Tinggal Jemaah Haji Diperpanjang

Masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji tahun 1430 H/2009 akan lebih lama dua hari sehingga menjadi 41 hari menyusul berkurangnya frekuensi penerbangan di bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Menurut Sekretaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Abdul Gahfur Jawahir, di Jakarta Senin, jika pada tahun 2008 jumlah pesawat yang mendarat dan membawa jamaah di bandara King Abdul Aziz Jeddah sebanyak 260 pesawat, tahun ini berkurang hanya 200 pesawat.

Baca selengkapnya »

Pengalaman Perjalanan Haji Indonesia Memang Serba Tidak Enak

Berdesak-desakan, antrian panjang, saling rebutan, dibarengi saling dorong, baik selama di embarkasi di tanah air, di bandara King Abdul Azis Jeddah, di pondokan (penginapan), bus angkutan, dan tempat-tempat lainnya selalu mewarnai perjalanan haji Indonesia.

Kondisi demikian membuat jemaah haji Indonesia sering dilanda stress, kelelahan, tidak tidur, nafsu makan berkurang, ditambah cuaca panas menyengat saat siang dan dingin mengggigil saat malam membuat jemaah haji Indonesia banyak yang terserang sakit khususnya terserang influenza.

Pengalaman penulis saat melakukan ibadah haji tahun 1429 Hijriah kondisi tersebut diatas begitu dirasakan, tetapi karena niatnya hanyalah ibadah, maka hal tersebut dianggap sebuah proses ibadah yang harus dilalui dengan kesabaran, ketulusan dan keiklasan.

Baca selengkapnya »

Haji Tahun 2009, 40 Persen Pondokan Dekat Masjidil Haram

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengakui masalah pondokan di Makkah menjadi penyebab kurang nyamannya jemaah dalam menunaikan ibadah haji tahun 2008. Untuk itu pihaknya menargetkan 40 persen jemaah haji Indonesia pada 2009 mendapatkan pemondokan di wilayah Ring I atau maksimal 1.500 meter dari Masjidil Haram.

Baca selengkapnya »

Kadaker Madinah Tegur Pengelola Pemondokan

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Drs H Ahmad Kartono menegur majmuah (pengelola pemondokan) yang melanggar kesepakatan batas waktu keluar pemondokan yang merugikan jemaah haji Indonesia.

Baca selengkapnya »

Menag Diminta Pangkas “Mafia” Pemondokan Haji

Menteri Agama (Menag) DR (Hc) Muhammad Maftuh Basyuni diminta untuk berani memangkas “mafia” pemondokan haji yang sering bermasalah.

Baca selengkapnya »

ICW: Kebijakan Menag Patut Dicurigai

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan sikap Menteri Agama yang seolah bermuka dua dalam pengadaan pemondokan haji di Arab Saudi.

Baca selengkapnya »

Depag -Syarikat Al-Hujurat Tandatangani MoU Pemondokan

Sumber: Depag, 24 Des 2008

Jakarta, 24/12 (MCH)–Sebanyak 20.000 dari 210.000 jamaah haji Indonesia pada tahun 2010 sudah bisa menempati pondokan yang dekat dengan Masjidil Haram. Pondokan ini berupa apartremen yang dibangun investor Saudi Arabia seperti tertuang dalam penandatangananan MoU antara Departemen Agama dan Pemerintah Arab Saudi yang berlangsung di operation room Departemen Agama, Rabu (24/12). 
 

Penandatanganan yang disaksikan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan Sekjen Depag Bahrul Hayat dan Dubes Arab Saudi di Indonesia Abdurrahman Al- Khayat itu dilakukan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji H Slamet Riyanto dan pimpinan Syarikat Al-Hujurat Saudi Arabia, Anas Ismail Al-Hadits. 

Menurut Menag, perumahan yang jaraknya sekitar 1,8 kilometer itu direncanakan akan menampung jamaah haji Indonesia sebanyak 100.000 orang. Bangunan ini dimulai tahun 2009 dan berakhir tahun 2012. “Pada tahun pertama perumahan itu sudah bisa merampungkan perkantoran. Pada tahun kedua, sudah bisa menampung jamaah Indonesia sebanyak 20.000 orang. Pada tahun ketiga, menampung 70.000 orang, dan tahun keempat, 100.000 orang.”

“Meskipun perumahan tersebut diperuntukkan khusus jamaah haji Indonesia, tapi kita tidak mengeluarkan dana sepeserpun,” ucapnya tegas. Namun, baru sekitar 100.000 orang yang akan tertampung di apartemen tersebut. Kami yakin pada 10 sampai 15 tahun mendatang, seluruh jamaah haji Indonesia akan dapat merasakan pondokan di Makkah yang dekat dengan Masjidil Haram.

Maftuh Basyuni memaparkan, kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi sebenarnya sudah berlangsung sejak sebelum Indonesia merdeka. “Kerjasama tersebut semakin dipererat hingga sampai sekarang, terutama dalam masalah haji. Semoga kerjasama ini bisa berlangsung hingga akhir zaman.”

Sebenarnya, kata Maftuh, penyelenggaraan haji tiga tahun terahir ini cukup baik dan lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang selalu disibukkan oleh pengurusan visa. “Namun, ada kendala yang timbul di luar dugaan kita semua yang berdampak pada seluruh jamaah haji, seperti pada masalah pondokan yang jaraknya cukup jauh dari Masjidil Haram.” 

“Ini terjadi karena adanya pembongkaran hotel-hotel dan perumahan yang dekat dengan Masjidil Haram. Perumahan jauh bukan hanya dirasakan jamaah haji Indonesia saja, tetapi juga oleh jamaah-jamaah dari negara lain,” kata Maftuh Basyuni. (dik)

Liputan6: Pondokan Haji Kini Dekat Masjidil Haram

Departemen Agama, baru-baru ini, menandatangani kontrak pemondokan haji Indonesia yang berjarak hanya 1,8 kilometer dari Masjidil Haram selama 15 tahun mendatang. Ini merupakan jawaban Menteri Agama Maftuh Basyuni atas kritik sejumlah pihak yang menyayangkan jauhnya pemondokan haji tahun ini.

Baca selengkapnya »

Banyak Jemaah Indonesia Wafatnya di Pemondokan

Sumber: Antara, 20 Des 2008

Madinah (ANTARA News) – Dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci, 84 di antaranya meninggal dunia di pemondokan, 72 di Rumah Sakit Arab Saudi, 48 wafat di balai pengobatan haji Indonesia (BPIH) , 21 di sektor, dan 36 lainnya wafat di Madinah.

“Mayoritas dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga Sabtu pagi WAS (Sabtu siang WIB) tercatat meninggal dunia di pemondokan,” kata Wakil Ketua PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi bidang Kesehatan DR dr Barita Sitompul di Madinah, Sabtu.

Setelah rapat evaluasi dengan dokter Kloter PPIH Arab Saudi di Madinah, ia mengatakan, pada tahun lalu jumlah jemaah haji yang wafat di pemondokan mencapai 183.
Ditanya penyebab mayoritas jemaah wafat di pemondokan, ia mengaku hal itu terjadi karena jumlah dokter di setiap kloter hanya satu dokter dan dua perawat untuk melayani 450 jemaah.

“Akibatnya, dokter tidak bisa mengunjungi semua jemaah yang sakit pada setiap hari, apalagi jemaah wafat umumnya berusia di atas 60 tahun dan rata-rata memiliki penyakit atau tergolong risti (risiko tinggi),” katanya.

Apalagi, katanya, pemondokan jemaah haji di Mekah pada tahun ini cukup jauh hingga belasan kilometer. “Ada satu kloter yang dipisahkan dalam tiga rumah (pemondokan) yang jaraknya berjauhan,” katanya.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan negara lain yang satu kloter ada 10 dokter dan bahkan ada negara yang satu kloter melibatkan puluhan dokter.

“Hasil rapat evaluasi, kami mengharapkan dokter kloter lebih rajin berkunjung kepada jemaah, dokter kloter diharapkan mampu menjalin koordinasi dengan ketua rombongan (karom), dan juga memanfaatkan informasi dari petugas lainnya untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dari jumlah jemaah wafat itu, 312 jemaah atau sekitar 95 persen lebih tercatat berusia di atas 60 tahun, sedangkan penyebabnya ada 210 jemaah atau sekitar 65 persen yang meninggal dunia akibat gangguan sirkulasi, jantung, dan pembuluh darah. 
(*)

PPIH Akan Ambil Langkah Atasi Masalah Transportasi

Sumber: Media Indonesia

JEDDAH–MI: Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dan Komisi VIII DPR sepakat mengambil langkah penanggulangan krisis transportasi haji dengan cara penempatan fasilitas bus pada setiap kloter. Selain itu juga disediakan bus untuk sweeping jemaah haji yang terlantar di Masjidil Haram secara terjadwal mulai Minggu (30/11). 

Keputusan bersama ini diambil terkait banyaknya keluhan jemaah haji yang terlantar di Mekkah, karena pondokan jamaah haji Indonesia pada musim haji 1429 H ini jauh dari Masjidil Haram sebagai dampak dari perluasan Masjidil tersebut. Putusan ini merupakan salah satu poin kesimpulan rapat koordinasi PPIH dan Komisi VIII di Jeddah, Sabtu (29/11). 

Rakor dihadiri Ketua Komisi VIII, Azrul Azwar yang didampingi 14 anggota DPR lainnya bersama Dirjen Urusan Haji, Slamet Riyanto, Sekjen Depag, Bahrul Hayat, Konjen Jeddah Gatot Abdullah Mansyur, dan Kepala Teknis Urusan Haji (TUH) Nur Somad Kamba. 

Pada pelaksanaan haji tahun ini muncul berbagai permasalahan teknis akibat tersebarnya pemondokan jemaah asal Indonesia di berbagai lokasi yang jauh dari Masjidil Haram. Hal ini terjadi akibat melambungnya harga sewa pondokan di sekitar Masjidil Haram di atas pagu biaya pondokan yang disetujui DPR. (Ant/OL-06)

Top of page