Seorang Dari Kalbar Meninggal Di Batam
Delon binti Has, hajah asal Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Otorita Batam, Rabu pagi.
Delon binti Has, hajah asal Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Otorita Batam, Rabu pagi.
Memasuki hari ke-17 masa pemulangan jemaah haji Debarkasi Adi Sumarmo, Surakarta, Selasa, yang wafat di Tanah Suci tercatat 89 orang atau jumlah tertinggi dari 12 debarkasi se Indonesia yang totalnya 410 orang.
Jamaah haji asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang meninggal dunia di tanah suci bertambah menjadi 11 orang, setelah seorang bernama Syarifuddin bin Muhammad Saleh (65) wafat di Rumah Sakit Arab Saudi.
Seorang jemaah haji yang tergabung kloter 22, Samilah binti Martosanjoyo (70), asal Bongasan Kebonrejo, Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng, diketahui wafat di pesawat saat perjalan pulang ke Tanah Air. Petugas Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adi Sumarmo Surakarta, Achmad Suaidi di Asrama Haji Donohudan, Selasa, mengatakan, suasana asrama haji yang sedang diguyur hujan menjadi semakin mencekam, karena seorang jemaahnya ada yang wafat di pesawat yakni Samilah binti Martosanjoyo (70), asal Bongasan Kebonrejo Salaman Kabupaten Magelang.
Satu jam setelah pesawat Saudi Arabian Airlines terbang (take off) dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Medan seorang jemaah haji dilaporkan wafat dalam pesawat itu.
Jemaah haji yang wafat itu bernama H Muhammad Akram Lubis, (69) dengan nomor manifest 132 dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 07 debarkasi Medan yang tiba di Bandara Polonia, Medan, Sabtu.
Jemaah asal Malang, Jatim, H. Soepardi, SH bin Laiman Kromoreso meninggal sebelum semua anggota dalam Kloter 21 naik pesawat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah untuk pulang ke Indonesia.
Seorang jemaah haji yang tergabung kloter 15 asal Sukoharjo, Jateng, meninggal dunia saat turun dari pesawat yang ditupanginya setelah tiba di Bandara Adi Sumarmo Surakarta, Sabtu.
Sumber: Antara, 20 Des 2008
Madinah (ANTARA News) – Dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci, 84 di antaranya meninggal dunia di pemondokan, 72 di Rumah Sakit Arab Saudi, 48 wafat di balai pengobatan haji Indonesia (BPIH) , 21 di sektor, dan 36 lainnya wafat di Madinah.
“Mayoritas dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga Sabtu pagi WAS (Sabtu siang WIB) tercatat meninggal dunia di pemondokan,” kata Wakil Ketua PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi bidang Kesehatan DR dr Barita Sitompul di Madinah, Sabtu.
Setelah rapat evaluasi dengan dokter Kloter PPIH Arab Saudi di Madinah, ia mengatakan, pada tahun lalu jumlah jemaah haji yang wafat di pemondokan mencapai 183.
Ditanya penyebab mayoritas jemaah wafat di pemondokan, ia mengaku hal itu terjadi karena jumlah dokter di setiap kloter hanya satu dokter dan dua perawat untuk melayani 450 jemaah.
“Akibatnya, dokter tidak bisa mengunjungi semua jemaah yang sakit pada setiap hari, apalagi jemaah wafat umumnya berusia di atas 60 tahun dan rata-rata memiliki penyakit atau tergolong risti (risiko tinggi),” katanya.
Apalagi, katanya, pemondokan jemaah haji di Mekah pada tahun ini cukup jauh hingga belasan kilometer. “Ada satu kloter yang dipisahkan dalam tiga rumah (pemondokan) yang jaraknya berjauhan,” katanya.
Menurut dia, hal itu berbeda dengan negara lain yang satu kloter ada 10 dokter dan bahkan ada negara yang satu kloter melibatkan puluhan dokter.
“Hasil rapat evaluasi, kami mengharapkan dokter kloter lebih rajin berkunjung kepada jemaah, dokter kloter diharapkan mampu menjalin koordinasi dengan ketua rombongan (karom), dan juga memanfaatkan informasi dari petugas lainnya untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Dari jumlah jemaah wafat itu, 312 jemaah atau sekitar 95 persen lebih tercatat berusia di atas 60 tahun, sedangkan penyebabnya ada 210 jemaah atau sekitar 65 persen yang meninggal dunia akibat gangguan sirkulasi, jantung, dan pembuluh darah.
(*)
Sampai hari ke-45, jumlah haji asal Provinsi Jawa Barat yang meninggal di Tanah Suci sebanyak 36 orang.
Sementara itu jumlah jemaah haji provinsi itu yang sudah kembali ke tanah air sebanyak 16 kloter atau 7.189 jemaah haji.
Kedatangan jenazah Darisan Arif Ngudiono, jamaah haji asal Banyumas sekira pukul 04.00 WIB disambut haru keluarganya. Warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas tersebut meninggal dunia di pesawat ketika dalam perjalanan pulang.
Jenazah Darisan yang tidak dimasukkan ke dalam peti langsung digotong oleh keluarganya dari pesawat ke dalam mobil penjemput. Maryati (70), istri Darisan yang menjemput jenazah suaminya terlihat terus menangis meratapi kepergian suaminya.