Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Posts for tag 'mekkah'

Mengunjungi Thaif

Rabu lalu beberapa anggota tim Media Center Haji Jeddah berkesempatan mengunjungi kota Taif, sebuah kawasan berhawa sejuk di Arab Saudi.

Mobil yang kami tumpangi berangkat dari Jeddah pukul 09.30 waktu Arab Saudi (WAS) dan tiba di sana pukul 11.15 WAS, setelah menempuh jarak sekitar 210 kilometer dan berganti-ganti melewati hamparan padang pasir, deretan gunung-gunung batu dan kompleks pemukiman diantaranya.

Saat memasuki kota yang berada di tenggara kota Mekah itu, kami langsung membuka jendela mobil agar bisa menikmati sejuknya udara kota dan pemandangan hijau yang jarang kami temui di Jeddah dan Mekah tanpa penghalang.

Pepohonan hijau ditanam di sepanjang jalan raya di kota dengan banyak gunung batu yang tanahnya berwarna coklat ini, juga di halaman gedung-gedungnya.

Di sana, tujuan pertama kami adalah makam dan masjid Abdullah Ibnu Abbas. (Abdullah Ibnu Abas adalah sepupu Nabi Muhammad SAW yang juga ahli tafsir, perawi hadis dan orang yang pengetahuannya sering menjadi rujukan kaum muslim-red).

Baca selengkapnya »

Pengalaman Perjalanan Haji Indonesia Memang Serba Tidak Enak

Berdesak-desakan, antrian panjang, saling rebutan, dibarengi saling dorong, baik selama di embarkasi di tanah air, di bandara King Abdul Azis Jeddah, di pondokan (penginapan), bus angkutan, dan tempat-tempat lainnya selalu mewarnai perjalanan haji Indonesia.

Kondisi demikian membuat jemaah haji Indonesia sering dilanda stress, kelelahan, tidak tidur, nafsu makan berkurang, ditambah cuaca panas menyengat saat siang dan dingin mengggigil saat malam membuat jemaah haji Indonesia banyak yang terserang sakit khususnya terserang influenza.

Pengalaman penulis saat melakukan ibadah haji tahun 1429 Hijriah kondisi tersebut diatas begitu dirasakan, tetapi karena niatnya hanyalah ibadah, maka hal tersebut dianggap sebuah proses ibadah yang harus dilalui dengan kesabaran, ketulusan dan keiklasan.

Baca selengkapnya »

Perawat Kloter 84 Ditahan di Mekah

Dari Antara, 10 Jan 2009

Seorang paramedis jemaah haji kloter 84 Jawa Barat asal Kabupaten Ciamis masih ditahan di Mekah karena melakukan pelanggaran hukum di Tanah Suci itu.

Akibatnya, paramedis bernama Hiban (40) itu tidak berada di antara 446 jemaah haji kloter itu yang tiba di Ciamis, Sabtu dinihari.

Perawat jemaah haji itu harus menjalani masa tahanan selama dua bulan atas pelanggaran yang dilakukannya itu.

Dokter kloter 84, dr. Rizali Sofyan ketika dikonfirmasi membenarkan salah satu anak buahnya itu tertinggal di Makah. Namun ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus yang menimpa paramedisnya itu.

Seorang Jemaah Haji Tertinggal di Mekah

eorang anggota jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur tertinggal di Mekah karena sedang sakit. “Ada seorang jemaah yang tidak pulang ke Tanah Air bersama anggota rombongan lainnya karena sedang sakit,” kata Kepala Seksi Haji dan Umroh, Kantor Departemen Agama Kabupaten Kediri, Hamam Tantowi, di Kediri, Selasa.

Selain itu seorang jemaah haji atas nama Siti Sukanah (65) asal Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, meninggal di Mekah, Sabtu (3/1) lalu. Sementara seorang jemaah lainnya, Maskur (79) asal Dusun Kweden, Desa Karangrejo, Kecamatan Gampengrejo masih menjalani perawatan intensif di Madinah.

Baca selengkapnya »

Seluruh Jemaah Indonesia Tinggalkan Kota Mekkah

Seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan kota Mekkah Almukarromah menuju kota Madinah Almunawarrah, Rabu, dengan tiga kloter yang terakhir meninggalkan kota Mekkah.

Baca selengkapnya »

Menag Diminta Pangkas “Mafia” Pemondokan Haji

Menteri Agama (Menag) DR (Hc) Muhammad Maftuh Basyuni diminta untuk berani memangkas “mafia” pemondokan haji yang sering bermasalah.

Baca selengkapnya »

Depag -Syarikat Al-Hujurat Tandatangani MoU Pemondokan

Sumber: Depag, 24 Des 2008

Jakarta, 24/12 (MCH)–Sebanyak 20.000 dari 210.000 jamaah haji Indonesia pada tahun 2010 sudah bisa menempati pondokan yang dekat dengan Masjidil Haram. Pondokan ini berupa apartremen yang dibangun investor Saudi Arabia seperti tertuang dalam penandatangananan MoU antara Departemen Agama dan Pemerintah Arab Saudi yang berlangsung di operation room Departemen Agama, Rabu (24/12). 
 

Penandatanganan yang disaksikan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan Sekjen Depag Bahrul Hayat dan Dubes Arab Saudi di Indonesia Abdurrahman Al- Khayat itu dilakukan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji H Slamet Riyanto dan pimpinan Syarikat Al-Hujurat Saudi Arabia, Anas Ismail Al-Hadits. 

Menurut Menag, perumahan yang jaraknya sekitar 1,8 kilometer itu direncanakan akan menampung jamaah haji Indonesia sebanyak 100.000 orang. Bangunan ini dimulai tahun 2009 dan berakhir tahun 2012. “Pada tahun pertama perumahan itu sudah bisa merampungkan perkantoran. Pada tahun kedua, sudah bisa menampung jamaah Indonesia sebanyak 20.000 orang. Pada tahun ketiga, menampung 70.000 orang, dan tahun keempat, 100.000 orang.”

“Meskipun perumahan tersebut diperuntukkan khusus jamaah haji Indonesia, tapi kita tidak mengeluarkan dana sepeserpun,” ucapnya tegas. Namun, baru sekitar 100.000 orang yang akan tertampung di apartemen tersebut. Kami yakin pada 10 sampai 15 tahun mendatang, seluruh jamaah haji Indonesia akan dapat merasakan pondokan di Makkah yang dekat dengan Masjidil Haram.

Maftuh Basyuni memaparkan, kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi sebenarnya sudah berlangsung sejak sebelum Indonesia merdeka. “Kerjasama tersebut semakin dipererat hingga sampai sekarang, terutama dalam masalah haji. Semoga kerjasama ini bisa berlangsung hingga akhir zaman.”

Sebenarnya, kata Maftuh, penyelenggaraan haji tiga tahun terahir ini cukup baik dan lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang selalu disibukkan oleh pengurusan visa. “Namun, ada kendala yang timbul di luar dugaan kita semua yang berdampak pada seluruh jamaah haji, seperti pada masalah pondokan yang jaraknya cukup jauh dari Masjidil Haram.” 

“Ini terjadi karena adanya pembongkaran hotel-hotel dan perumahan yang dekat dengan Masjidil Haram. Perumahan jauh bukan hanya dirasakan jamaah haji Indonesia saja, tetapi juga oleh jamaah-jamaah dari negara lain,” kata Maftuh Basyuni. (dik)

Berita Foto 2: Mekkah dan Madinah

Mekkah dan Madinah adalah dua kota yang diyakini oleh umat Islam membawa makna mendalam dalam sejarah Islam. Terutama dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. Dua kota suci ini diyakini dan dirindukan oleh setiap umat Islam. Mereka rela menempuh perjalanan mengarungi benua untuk menyambanginya. Hanya untuk berdoa, beribadah, dan menyembah kepada Tuhan, Allah Swt.

Inilah kumpulan foto-foto seputar Mekkah dan Madinah. Semoga pemuatan ini dapat sedikit mengobati kerinduan kita. Foto-foto dikumpulkan dari situs berbagi foto flickr.com (dengan ijin bebas asal melink ke sumber asal). Selamat menikmati. Akan saya usahakan untuk terus mengupdate foto di situs ini.

Minaret Masjidil Haram, Mekkah. Difoto pada 10 Desember 2008.

Minaret Masjidil Haram, Mekkah. Difoto pada 10 Desember 2008.

 

Minaret dan Kubah Masjid Nabawi, Madinah. Difoto pada December 19, 2008 oleh Hajar Pamundi.

Minaret dan Kubah Masjid Nabawi, Madinah. Difoto pada December 19, 2008 oleh Hajar Pamundi.

Kabah

Ka'bah

Masjid Nabawi dari luar dilihat dari utara (pintu utama)

Masjid Nabawi dari luar dilihat dari utara (pintu utama)

 

Suasana di dalam Masjidil Haram. Galon di seputar tiang adalah air zam zam yang dapat diambil setiap waktu, biasanya tersedia sudah dingin.

Suasana di dalam Masjidil Haram, Mekkah. Galon di seputar tiang adalah air zam zam yang dapat diambil setiap waktu, biasanya tersedia sudah dingin.

Masjid Aisha, Makkah, salah satu tempat jamaah memulai umrah dengan keluar ke pinggir kota Mekkah.

Masjid Aisha, Makkah, salah satu tempat jamaah memulai umrah dengan keluar ke pinggir kota Mekkah.

Pemerintah Cari Pondokan Segera

Sumber: Kompas, RABU, 17 DESEMBER 2008 | 00:27 WIB

JAKARTA, RABU - Ketua Komisi VIII DPR RI Hasrul Azwar meminta pemerintah tidak menunda waktu untuk mencari pondokan haji bagi jamaah haji Indonesia untuk musim haji tahun depan. Pengalaman mendapatkan pondokan yang jauh saat ini, jangan sampai terulang lagi. ”Setelah usai musim haji ini, pemerintah harus segera mencari pondokan. Apalagi, kita sudah mempunyai uangnya,” ujar Hasrul di Jakarta, Selasa (15/12).

Pondokan haji yang jauh, bukan hanya memberikan efek negatif secara fisik terhadap jamaah haji, tetapi juga secara psikologi juga terganggu.  

“Dulu, diantara para jamaah haji kalau bertemu, saling bertanya berapa kali berhasil mencium hajar aswad, tetapi sekarang pertanyaannya berapa kali bisa datang ke Masjidil Haram,” ujar Hasrul dengan nada kecewa.

Menurut Hasrul, pada waktu shalat lima waktu juga, agak jarang dijumpai jamaah haji Indonesia yang bisa datang di Masjidil Haram. Kondisi yang sangat berbeda, dibandingkan masa penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Itu sebabnya, menurut Hasrul, mengingatkan dengan serius pada pemerintah agar mencarikan pemondokan di ring satu yang berjarak 0-1,5 km dari Masjidil Haram. Paling jauh 3 km.  

“Memang ada perombakan masjidil Haram, namun itu seharusnya tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk tidak bisa mendapatkan pemondokan yang dekat,” ujarnya.

Pemondokan Haji 2009 Harus Mulai Dicari

Sumber: Republika, Selasa, 16 Desember 2008 pukul 11:00:00

JAKARTA–Meski pelaksanaan ibadah haji tahun 2009 mendatang masih cukup lama, namun untuk mengatasi masalah pemondokan jamaah haji Indonesia yang jauh dari Masjidil Haram, harus dilakukan mulai dari sekarang.

“Mencari pemondokan untuk jamaah haji di Mekkah harus dimulai dari sekarang,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Hasrul Azwar kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/12) malam. 

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini Departemen Agama harus segera mencari pemondokan sehingga pada pelaksanaan haji 2009, jamaah haji Indonesia lebih banyak yang memperoleh pemondokan dekat dari Masjidil Haram.

Pada musim haji 2008 hanya 28.917 orang jamaah haji Indonesia yang bisa tinggal di pemondokan yang berada di kawasan Ring I dengan radius di bawah 1.400 meter dari Masjidil Haram. 

Sisanya, sebanyak 168.261 orang tinggal di pemondokan yang berada di kawasan Ring II dengan radius hingga 10 kilometer lebih.

Menurut Hasrul, akibat pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram, maka pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2008, para jamaah merasa dirugikan. 

Para jamaah, katanya, mengaku kesulitan karena untuk ke Masjidil Haram harus bersusah payah, sehingga cukup mengganggu kondisi fisik dan kesehatan mereka.

“Sehingga, ada lelucon yang tersebar di kalangan jamaah. Kalau sebelumnya jika sesama mereka saling bertanya, ‘berapa kali sudah mencium Hajar Aswad?’. Maka sekarang pertanyaannya, ‘sudah berapa kali ke Masjidil Haram?’,” katanya.

Karena itu, Hasrul Azwar mendesak pemerintah agar merealisasikan pemondokan haji 2009 di Mekkah yang jaraknya dekat dengan Masjidil Haram atau paling jauh hanya tiga kilometer.

Mengenai wacana hak angket yang disampaikan sebagian anggota DPR karena penyelenggaraan haji yang dinilai bermasalah, Hasrul mengatakan, hal itu adalah hak dari para anggota. 

“Tapi apakah hak angket itu perlu dilakukan,” ujar wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. ant/fif

Top of page