Hingga kelompok terbang ke-20 dari total 22, 72 persen kedatangan pesawat pembawa jamaah haji ke Bandara Hang Nadim, Batam, lebih cepat 25-35 menit dari jadwal.
Kejadian penundaan keberangkatan pada tahun ini pun berkisar 20-25 menit, tidak seperti pada dua tahun silam yang sempat hingga 36 jam, kata Erizal Abdullah, sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi Batam, Sabtu petang.
Baca selengkapnya »
Jemaah haji Indonesia dari kelompok terbang (kloter) 49 JKG (Jakarta/Garuda) akan menjadi jemaah yang terakhir bergeser dari Mekkah ke Madinah dan mereka akan tiba pada Tahun Baru 1 Januari 2009.
Baca selengkapnya »
Jemaah haji Kloter 12 debarkasi Padang, tiba dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu sore sekitar pukul 18.30 WIB.
Baca selengkapnya »
Sumber: Media Indonesia, Jumat 19 Desember 2008 17:23 WIB
PADANG–MI: Jemaah haji asal Sumatera Barat dan Jambi yang tergabung dalam kloter V embarkasi Padang, sejak Kamis (18/12) malam hingga Jumat (19/12) siang terlantar di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Hal ini terjadi setelah pesawat Boeing 767 seri-200 Garuda Indonesia yang akan digunakan rusak akibat tertabrak kendaraan pengangkut barang bandara.
Seorang jemaah, Welsifli melalui pesan singkatnya kepada Media Indonesia mengatakan para jemaagh sudah stress karena sudah lebih 15 jam berada di bandara. “Berita yang kami dengar, pesawat tertabrak mobil pengangkut barang sehingga tidak bisa dipakai mengangkut jamaah. Kami stress, makan tadi malam pukul 01.00, setelah itu sampai sekarang belum makan, pulsa juga habis,” ujarnya.
Facrul Rasyid, keluarga salah satu jemaah menambahkan jemaah sampai kini terlantar kelaparan dan kedinginan di bawah tenda di bandara. “Seharusnya PPIH bertanggung jawab mencarikan pesawat pengganti untuk jamaah,” tegasnya.
Keluarga jamaah haji lainnya, Riosalza membenarkan mereka yang terlantar tidak diberi makan dan diantar kembali ke hotel karena pesawat tidak bisa berangkat. “Seharusnya, dua jam saja terlambat kewajiban maskapai penerbangan menyediakan makan. Bila tertunda satu malam, seharusnya penumpang disediakan penginapan,” tuturnya.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumbar Japeri Jarap mengaku sudah menerima laporan keterlambatan kepulangan Kloter V. “Kita sudah kontak dengan Garuda dan kita minta agar jamaah haji dilayani dengan baik. Garuda Indonesia sudah bersedia menanggung biaya makan dan hotel jamaah,” elaknya.
Menurutnya jemaah haji Kloter V Embarkasi Padang total berjumlah 269 orang yang terdiri atas 116 jamaah haji asal Tebo (Jambi), 109 jamaah asal Sarolangun (Jambi) dan 44 jamaah asal Padang (Sumbar). Seharusnya, Kloter V berangkat dari Jeddah pada Kamis pukul 21.10 (Jumat 01.10 WIB) dan sampai di Padang pukul 10.00 WIB.
General Majer Garuda Indonesia Padang Erwin Suharja mengatakan sekitar pukul 21.10 tersebut, pesawat sudah siap berangkat. “Namun, tiba-tiba ground handling (kendaraan bongkar muat) menabrang engine pesawat. Makanya, pesawat harus diperbaiki dulu.” (HR/OL-06)
Kedatangan jamaah haji gelombang dua asal Indonesia di Madinah, Arab Saudi disambut cuaca dingin. Suhu di Kota Suci saat ini mencapai 13 derajat celcius pada malam dan pagi hari dan 26 celcius pada siang hari. Jamaah haji kloter 34 dan 35 asal Kabupaten Jepara yang tiba di Madinah langsung merasakan cuaca dingin itu.
Baca selengkapnya »
Jemaah haji Solo yang tergabung dalam Kloter 44 Embarkasi Adisumarmo Solo dijadwalkan tiba di Madinah hari ini, Jumat (19/12), pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sementara itu, berdasarkan laporan dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, sebagaimana diungkapkan Arif Albani, suhu di Madinah saat ini sangat dingin. Suhu terendah mencapai 6 derajat celcius.
Baca selengkapnya »
Sebanyak 403 jemaah haji Klaten yang tergabung dalam Kloter 13, dijadwalkan tiba di Debarkasi Adisumarmo, Jumat (19/12) ini. Sementara sebanyak tiga jemaah haji asal Klaten meninggal dunia di Arab Saudi.
Baca selengkapnya »
Sumber: Republika, Rabu, 17 Desember 2008 pukul 21:08:00
JEDDAH — PT Garuda Indonesia menyatakan keterlambatan pemulangan jemaah haji utamanya terjadi karena keterbatasan fasilitas di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi.
“Kerusakan mesin ada, tapi cuma dua yang demikian, yakni pada pesawat yang mengangkut jemaah embarkasi Solo dan Makassar kemarin. Selebihnya karena kendala di bandara,” kata Vice President Hajj PT Garuda Indonesia Hady Syahrean di Jeddah, Rabu.
Ia menjelaskan, jumlah tempat parkir pesawat di bandara haji yang baru digunakan tahun 2008 itu jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah tempat parkir yang disediakan untuk lalu lintas jemaah haji di bandara lama pada tahun-tahun sebelumnya sehingga pilot membutuhkan waktu lebih lama untuk memarkir pesawat.
“Sebelumnya ada sekitar 36 ‘parking stand’ tapi sekarang cuma ada 26 ‘parking stand’ untuk semua penerbangan. Kadang pilot sampai harus berputar-putar lebih dari dua jam untuk mendapatkan tempat parkir,” katanya serta menambahkan Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz sedikitnya disinggahi 190 pesawat setiap hari.
Dengan frekuensi penerbangan yang padat selama musim haji, dia melanjutkan, gerbang masuk (gate) penumpang yang tersedia di bandara beratap puluhan payung raksasa berwarna krem itu juga sangat terbatas. “Hanya ada 14 ‘gate’ yang dioperasikan, sementara jumlah penerbangan setiap hari minimal 190 penerbangan, jadi kalau dihitung setiap penerbangan paling tidak harus menunggu rata-rata 71 menit untuk mendapatkan ‘gate’. Padahal waktu yang diberikan otoritas bandara bagi setiap penerbangan cuma dua jam,” katanya.
Meski terlihat sepele namun kondisi itu berdampak nyata terhadap kelancaran lalu lintas pemulangan jemaah haji ke tanah air. “Dan jika penerbangan satu kloter jemaah terlambat maka akan terjadi efek domino, penerbangan kloter-kloter yang lain jadi ikut terlambat pula,” katanya.
Guna mengantisipasi masalah itu, menurut Hady, pihaknya sudah menjadwalkan kembali pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke tanah air dan menyiapkan akomodasi bagi jemaah yang terpaksa harus menunggu pemberangkatan dalam jangka lama.
“Bagi yang terlambat lebih dari empat jam kami memberikan snack, bila melewati waktu makan kami berikan makanan dan yang lebih dari delapan jam diinapkan di hotel. Kami sudah mengontrak Hotel Al Azhar di Jeddah untuk menampung jemaah yang belum bisa berangkat,” katanya.
Tanggal 13 Desember lalu jemaah haji Indonesia mulai meninggalkan Arab Saudi menuju ke tanah air. Sebagian jemaah pulang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. PT Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat untuk mengangkut jemaah, satu diantaranya merupakan pesawat milik PT Garuda Indonesia dan sisanya merupakan pesawat sewaan.
Saat ini, kata Hady, pihaknya sudah memulangkan 15.117 anggota jemaah Indonesia. Pemulangan jemaah dengan pesawat Garuda, katanya, rata-rata mengalami keterlambatan sembilan jam dari jadwal penerbangan yang ditetapkan sebelumnya. ant/is
Sumber: Republika, Selasa, 16 Desember 2008 pukul 19:18:00
JEDDAH — Keberangkatan tujuh kelompok terbang jemaah haji ke tanah air dengan pesawat Garuda Indonesia melalui Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa, tertunda antara enam jam hingga 15 jam karena bandara padat.
Jemaah kelompok terbang delapan asal embarkasi Solo yang dijadwalkan berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 6603 pukul 24.01 waktu Arab Saudi (WAS) rencananya akan diberangkatkan hari Selasa pukul 15.00 WAS.
Keberangkatan kelompok terbang tujuh embarkasi Jakarta dengan pesawat GA 7503 yang semula dijadwalkan tanggal pukul 24.15 WAS tertunda sampai pukul 06.15 WAS. Kemudian, jemaah kelompok terbang tujuh embarkasi Surabaya yang semula dijadwalkan berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 5203 pukul 01.30 WAS baru diberangkatkan pukul 06.15 WAS.
Jemaah kelompok terbang tiga embarkasi Banjarmasin yang sedianya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 8203 pukul 03.50 WAS baru bisa berangkat pukul 08.40 WAS. Kelompok terbang sembilan embarkasi Solo yang seharusnya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 6703 pukul 04.30 WAS rencananya baru diberangkatkan puMakassar dan kelompok terbang tiga Balikpapan juga tertunda.
Jemaah kelompok terbang lima Makassar yang seharusnya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 1303 pukul 07.30 WAS baru akan berangkat pukul 17.50 WAS. Sementara itu, kelompok terbang tiga Balikpapan yang mestinya berangkat dengan GA 4203 pukul 09.15 WAS baru bisa berangkat malam hari pukul 19.00 WAS.
Terlambat 30 jam
Di samping itu, kelompok terbang empat Makassar yang semula dijadwalkan berangkat 15 Desember pukul 03.05 WAS rencananya baru diberangkatkan 16 Desember pukul 17.50 WAS atau terlambat 38 jam 45 menit.
“Sebagian besar tertunda.Pesawatnya sih ada, cuma susah dapat ‘gate’nya(pintu, red) ,” kata petugas Garuda Indonesia di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah, Raymond Moniaga .
Akibat banyaknya penundaan penerbangan tersebut, tempat transit jemaah haji Indonesia di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz penuh oleh jemaah.
Dua lokasi transit yang disediakan otoritas bandara kepada jemaah haji Indonesia penuh sehingga jemaah terpaksa ditempatkan di lokasi tambahan, di mana mereka hanya bisa duduk di sejumlah karpet yang disediakan panitia.
Kondisi semacam itu sebelumnya membuat sebagian jemaah memarahi petugas, baik petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) maupun staf Garuda Indonesia yang bertugas di bandara.
“Saya kemarin dimarahi habis-habisan oleh jemaah dan sempat disandera, kartu pas saya ditahan, saya tidak boleh pulang sebelum mereka berangkat,” tutur Raymond sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang berambut putih. ant/is

PULANG HAJI: Para jamaah haji menunggu jadwal kepulangan di Bandara King Abdul Aziz, Mekah, Arab Saudi
Sumber: Republika, Selasa, 16 Desember 2008 pukul 13:51:00
JAKARTA- Kepulangan jamaah haji Indonesia debarkasi DKI Jakarta hingga hari ini masih molor Sejak hari pertama pemulangan jamaah haji terjadi keterlambatan. Rata-rata kedatangan jamaah mundur 4-5 jam, namun malam tadi keterlambatan mencapai 17 jam, yaitu pada pemulangan jamaah haji kloter tiga asal DKI Jakarta.
Petugas Humas Asrama Haji Pondok Gede, Mahaji, Jakarta mengatakan kondisi ini biasa terjadi di seminggu pertama pemulangan jamaah haji setiap tahunnya.
“Biasanya seminggu pertama memang selalu delay karena kepadatan jamaah dari seluruh dunia di sana. Jadi proses keberangkat terlambat,” ujar Mahaji saat ditemui Republika Online di kantor humas Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (16/12). “Masalahnya ada di gate. Hanya ada dua gate untuk untuk 210.000 jamaah Indonesia. Karena itu kami harapkan ada perbaikan atau penambahan gate oleh pemerintah Arab,” ungkap Mahaji lagi
Dengan adanya perbaikan, humas Asrama Haji Pondok Gede mengharapkan pemulangan jamaah haji tidak lagi mengalami kendala terlambatan dan pemulangan tepat sesuai jadwal./cr1/it