Sebanyak lima ton barang bawaan haji Debarkasi Hang Nadim Batam tertahan di bandara Arab Saudi, selama pemulangan jemaah ke tanah air pada musim haji 1429H. Barang-barang itu merupakan bawaan haji yang melebihi kapasitas atau menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi, kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Hang Nadim Batam Erizal Abdullah di Batam, Senin. Ia mengatakan pemerintah Arab Saudi melalui maskapai penerbangan Saudi Arabian Airline membatasi jumlah bawaan haji hingga 32 kg, jika lebih dari itu, maka tidak dapat dibawa pulang ke tanah air.
Baca selengkapnya »
Katering bagi jemaah haji Indonesia di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz, Jeddah, kembali bermasalah.
Baca selengkapnya »
Akhir pekan lalu, Tim Media Center Haji Jeddah dan beberapa petugas PPIH Daerah Kerja Jeddah mengunjungi peternakan onta yang berada tak jauh dari pusat penjualan barang bekas Haraj, Jeddah, diantara hiruk pikuk kesibukan jalan raya dan terminal mobil kontainer di kota kosmopolitan Arab Saudi itu.
Baca selengkapnya »
Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang II, Kamis, pulang ke Tanah Air yakni 10 kloter pulang lewat bandara Jeddah dan empat kloter pulang lewat bandara Madinah.
Baca selengkapnya »
Meski kondisi jemaah haji Indonesia terlihat kelelahan setelah melakukan rangkaian rukun dan wajib Haji di Tanah Suci, namun animo untuk tetap mengunjungi tempat tempat ziarah di Kota Jeddah menjelang kepulangannya ke tanah air, tetap tinggi. Dari Pantauan MCH, dalam sekejab saja 7 kendaraan bus yang selalu standy by di depan Hotel transito, untuk mengantarkan ketempat tempat bersejarah Islam selalu penuh dan sesak oleh jemaah,” cukup padat jemaah haji yang akan city tour,” Ujar Sahlan salah satu jemaah.
Baca selengkapnya »
Pupus sudah harapan jemaah Haji Indonesia yang memilik barang tercecer Barcer untuk bisa dikirim ke tanah air, karena pihak Garuda tidak memiliki hak dan kewajiban mengirim barcer tersebut kepada pemiliknya . Hal itu diungkapkan Senior Menagert Haji Policy dan Planning Garuda, Agus Wibowo menyikapi keinginan jemaah haji agar bercer bisa diterima oleh pemiliknya,” tidak bisa pak itu tidak ada dalam kontrak,” ujarnya.
Baca selengkapnya »
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak mengalokasikan anggaran untuk mengirim barang bawaan jemaah yang tidak diangkut pesawat karena melebihi batas maksimal barang bawaan yang ditetapkan maskapai penerbangan.
“Depag juga tidak mengalokasikan anggaran untuk mengirim barang-barang itu. Ongkos untuk mengirim barang-barang itu ke tanah air, apalagi sampai ke alamat jemaah kan tidak sedikit,” kata Kepala Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Munthalib di Jeddah, Sabtu.
Baca selengkapnya »
Sumber: Media Indonesia, Jumat 19 Desember 2008 17:23 WIB
PADANG–MI: Jemaah haji asal Sumatera Barat dan Jambi yang tergabung dalam kloter V embarkasi Padang, sejak Kamis (18/12) malam hingga Jumat (19/12) siang terlantar di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Hal ini terjadi setelah pesawat Boeing 767 seri-200 Garuda Indonesia yang akan digunakan rusak akibat tertabrak kendaraan pengangkut barang bandara.
Seorang jemaah, Welsifli melalui pesan singkatnya kepada Media Indonesia mengatakan para jemaagh sudah stress karena sudah lebih 15 jam berada di bandara. “Berita yang kami dengar, pesawat tertabrak mobil pengangkut barang sehingga tidak bisa dipakai mengangkut jamaah. Kami stress, makan tadi malam pukul 01.00, setelah itu sampai sekarang belum makan, pulsa juga habis,” ujarnya.
Facrul Rasyid, keluarga salah satu jemaah menambahkan jemaah sampai kini terlantar kelaparan dan kedinginan di bawah tenda di bandara. “Seharusnya PPIH bertanggung jawab mencarikan pesawat pengganti untuk jamaah,” tegasnya.
Keluarga jamaah haji lainnya, Riosalza membenarkan mereka yang terlantar tidak diberi makan dan diantar kembali ke hotel karena pesawat tidak bisa berangkat. “Seharusnya, dua jam saja terlambat kewajiban maskapai penerbangan menyediakan makan. Bila tertunda satu malam, seharusnya penumpang disediakan penginapan,” tuturnya.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumbar Japeri Jarap mengaku sudah menerima laporan keterlambatan kepulangan Kloter V. “Kita sudah kontak dengan Garuda dan kita minta agar jamaah haji dilayani dengan baik. Garuda Indonesia sudah bersedia menanggung biaya makan dan hotel jamaah,” elaknya.
Menurutnya jemaah haji Kloter V Embarkasi Padang total berjumlah 269 orang yang terdiri atas 116 jamaah haji asal Tebo (Jambi), 109 jamaah asal Sarolangun (Jambi) dan 44 jamaah asal Padang (Sumbar). Seharusnya, Kloter V berangkat dari Jeddah pada Kamis pukul 21.10 (Jumat 01.10 WIB) dan sampai di Padang pukul 10.00 WIB.
General Majer Garuda Indonesia Padang Erwin Suharja mengatakan sekitar pukul 21.10 tersebut, pesawat sudah siap berangkat. “Namun, tiba-tiba ground handling (kendaraan bongkar muat) menabrang engine pesawat. Makanya, pesawat harus diperbaiki dulu.” (HR/OL-06)
Sumber: Republika, Sabtu, 20 Desember 2008 pukul 07:32:00
JEDDAH– Money Changer atau tempat penukaran uang di Bandara King Abdul Azis sejak beberapa pekan terakhir ini banyak di padati jemaah Haji yang akan menukar uang, mereka menukar uang dari bentuk riyal ke mata uang negaranya, dengan alasan untuk di gunakan sebagai bekal ketika sampai dinegaranya masing-masing .
Penukaran uang riyal di Bandara King Abdul Azis hampir dilakukan oleh setiap jemaah Haji dari berbagai negara, termasuk jemaah Haji Indonesia. Salah Satu jemaah haji Indonesia Rahmad Abdullah menuturkan, ia menukar uang riyal ke rupiah di Bandara King Abdul Azis karena riyal sudah tidak akan di gunakan lagi setelah ia sampai di Tanah Air, jelas jemaah Haji asal Tanggerang ini, ia menyiapkan uang rupiah untuk tambahan ongkos kepulangan,” kita nukar ke rupiah untuk tambahan ongkos pulang dari terminal debarkasi ke kampung halaman,” ungkapnya.
Penukaran uang riyal ke rupiah sebenarnya rugi, karena waktu menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci pada awal bulan november lalu, harga 1 riyal sama dengan 3.200 rupiah, sedangkan menjelang kepulangannya, harga riyal turun menjadi 2.600 rupiah per 1 riyal, namun demikian meski rugi akan tetap menukarnya, karena dipastikan harga riyal akan terus anjlok,” kalau tidak ditukar sekarang tamba rugi pak,” Ujarnya senyum.
Sementara pemandangan yang sama juga di temukan di tempat penukaran uang di pusat Perbelanjaan Al Balat Kota Jeddah, jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air banyak menukarkan uang riyalnya ke rupiah , bahkan antrian panjang mewarnai jemaah haji yang akan menukarkan riyalnya ke rupiah.mch/yto
Tumpukan barang-barang jemaah yang tidak bisa dibawa ke pesawat telah dipindahkan dari Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz ke gudang di kompleks Madinatul Hujaj, Jeddah, Arab Saudi.
Baca selengkapnya »