Delapan Kali Penerbangan Garuda Ke Jakarta Molor
Delapan kali penerbangan Garuda Indonesia (GIA) yang mengangkut jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci ke Jakarta (Tanah Air) mengalami “delay” (molor/tertunda) selama 3-6 jam.
Delapan kali penerbangan Garuda Indonesia (GIA) yang mengangkut jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci ke Jakarta (Tanah Air) mengalami “delay” (molor/tertunda) selama 3-6 jam.
Jika pesawat Garuda mengalami delay, hal itu merupakan yang biasa terjadi pada masa pemulangan Jemaah Haji indonesia 1429 Hijriyah, namun kini sebaliknya pesawat Saudi Arabia Airline mengalami delay yang cukup lama, sekitar 10 jam 30 menit.
Badai debu yang melanda kota Jeddah Arab Saudi selama 3 hari belakangan tidak mengganggu aktivitas penerbangan pemulangan jamaah haji Indonesia ke tanah air. Menurut kepala bidang pemasaran dan perencanaan haji PT.Garuda Indonesia, Agus Wibowo, debu tebal yang melanda Jeddah sejak tiga hari terakhir mewarnai sebagian terminal haji bandara king abdul aziz Jeddah, bahkan debu tebal berwarna cokelat tersebut menempel setebal 2 cm di kaca dan dinding bandara.
Pemulangan jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) V Debarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tertunda, karena terdapat gangguan pada pesawat Garuda Indonesia yang mengangkutnya dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah.
Klik untuk lihat daftarnya (dokumen PDF)
Sumber: Republika, Kamis, 18 Desember 2008 pukul 04:10:00
“Keterlambatan seperti ini biasanya terjadi pada sepuluh hari pertama, ini sudah hari keempat. Enam hari lagi mudah-mudahan sudah mulai lancar,” kata Vice President Hajj PT Garuda Indonesia Hady Syahrean di Jeddah.
Hady mengatakan keterlambatan pemulangan jemaah haji tahun ini jauh lebih buruk dibandingkan keterlambatan pemulangan jemaah haji pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini paling jelek. Tahun lalu `on time performance` kita 94,8 persen tapi tahun ini menurut data awal di Jakarta hanya 91,6 persen,” katanya.
Hal itu, menurut dia, utamanya terjadi karena fasilitas di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz kurang menunjang lalu lintas penerbangan.
Jumlah tempat parkir pesawat di bandara haji yang baru digunakan tahun 2008 itu, katanya, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah tempat parkir yang disediakan untuk lalu lintas jemaah haji di bandara lama pada tahun-tahun sebelumnya sehingga pilot membutuhkan waktu lebih lama untuk memarkir pesawat.
“Sebelumnya ada sekitar 36 `parking stand` tapi sekarang cuma ada 26 `parking stand` untuk semua penerbangan. Kadang pilot sampai harus berputar-putar lebih dari dua jam untuk mendapatkan tempat parkir,” katanya serta menambahkan Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz sedikitnya disinggahi 190 pesawat setiap hari.
Dengan frekuensi penerbangan yang padat selama musim haji, dia melanjutkan, gerbang masuk (gate) penumpang yang tersedia di bandara beratap puluhan payung raksasa berwarna krem itu juga sangat terbatas.
“Hanya ada 14 `gate` yang dioperasikan, sementara jumlah penerbangan setiap hari minimal 190 penerbangan, jadi kalau dihitung setiap penerbangan paling tidak harus menunggu rata-rata 71 menit untuk mendapatkan `gate`. Padahal waktu yang diberikan otoritas bandara bagi setiap penerbangan cuma dua jam,” katanya.
Tanggal 13 Desember lalu, keberangkatan jemaah kelompok terbang dua asal embarkasi Solo tertunda tiga jam dan keberangkatan jemaah kloter tiga asal kota yang sama tertunda 14 jam 15 menit karena pesawat Garuda Indonesia yang akan mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.
Selanjutnya, pada 15 Desember, pesawat Garuda Indonesia yang akan mengangkut jemaah kelompok terbang empat asal embarkasi Ujungpandang mengalami kerusakan sehingga pemberangkatan mereka ke tanah air tertunda hingga 38 jam 45 menit.
Jemaah kelompok terbang empat asal embarkasi Ujungpandang yang dijadwalkan meninggalkan Jeddah menuju tanah air pada 15 Desember pukul 03.05 waktu setempat baru bisa berangkat tanggal 16 Desember pukul 17.50.
Jemaah dari kelompok terbang lima embarkasi Ujungpandang juga tertunda. Mereka dijadwalkan berangkat tanggal 16 Desember pukul 07.30, namun keberangkatannya diundur menjadi pukul 20.00.
Keberangkatan tujuh kelompok terbang jemaah haji lain ke tanah air pada Selasa (16/12) juga tertunda antara enam hingga 15 jam. Mereka antara lain berasal dari kelompok terbang delapan embarkasi Solo, kelompok terbang tujuh embarkasi Surabaya, kelompok terbang sembilan embarkasi Solo dan kelompok terbang tiga embarkasi Balikpapan.- ant/ah
JAKARTA, SELASA - Pesawat Garuda Indonesia yang akan mengangkut jamaah haji Indonesia pulang ke tanah air, kembali mengalami kerusakan. Akibatnya, terjadi penundaan penerbangan hingga 38 jam 45 menit.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Selasa (16/12) malam menyebutkan, berdasarkan surat yang disampaikan oleh pihak garuda Indonesia yang ditujukan kepada kepala daerah kerja Jeddah Arab Saudi, kerusakan itu menyebabkan terjadinya perubahan jadwal keberangkatan kloter 4 dan 5 Ujung Pandang hingga 12 sampai 38 jam 45 menit.
Surat yang di tandatangani Agus Wibowo, selaku Koordinator Operasional Haji PT Garuda Indonesia menyebutkan, kloter 4 UPG yang seharusnya di berangkatkan tanggal 15 Desember pukul 03.05 dini hari mengalami kemunduran hingga 38 jam, sehingga diundur menjadi tanggal 16 Desember dan akan diberangkatkan pada pukul 17.50 waktu setempat. Sementara kloter 5 UPG, yang semestinya berangkat pada hari ini pukul 07.30 pagi waktu setempat diundur menjadi malam tadi pukul 20.00.
Penundaan penerbangan juga pernah terjadi dua hari lalu, dimana jamaah haji kloter3 asal Solo, Jawa Tengah mengalami penundaan sampai 19 jam, karena adanya kerusakan pesawat.
Sumber: Republika, Selasa, 16 Desember 2008 pukul 19:18:00
Jemaah kelompok terbang delapan asal embarkasi Solo yang dijadwalkan berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 6603 pukul 24.01 waktu Arab Saudi (WAS) rencananya akan diberangkatkan hari Selasa pukul 15.00 WAS.
Keberangkatan kelompok terbang tujuh embarkasi Jakarta dengan pesawat GA 7503 yang semula dijadwalkan tanggal pukul 24.15 WAS tertunda sampai pukul 06.15 WAS. Kemudian, jemaah kelompok terbang tujuh embarkasi Surabaya yang semula dijadwalkan berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 5203 pukul 01.30 WAS baru diberangkatkan pukul 06.15 WAS.
Jemaah kelompok terbang tiga embarkasi Banjarmasin yang sedianya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 8203 pukul 03.50 WAS baru bisa berangkat pukul 08.40 WAS. Kelompok terbang sembilan embarkasi Solo yang seharusnya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 6703 pukul 04.30 WAS rencananya baru diberangkatkan puMakassar dan kelompok terbang tiga Balikpapan juga tertunda.
Jemaah kelompok terbang lima Makassar yang seharusnya berangkat dengan pesawat bernomor penerbangan GA 1303 pukul 07.30 WAS baru akan berangkat pukul 17.50 WAS. Sementara itu, kelompok terbang tiga Balikpapan yang mestinya berangkat dengan GA 4203 pukul 09.15 WAS baru bisa berangkat malam hari pukul 19.00 WAS.
Terlambat 30 jam
Di samping itu, kelompok terbang empat Makassar yang semula dijadwalkan berangkat 15 Desember pukul 03.05 WAS rencananya baru diberangkatkan 16 Desember pukul 17.50 WAS atau terlambat 38 jam 45 menit.
“Sebagian besar tertunda.Pesawatnya sih ada, cuma susah dapat ‘gate’nya(pintu, red) ,” kata petugas Garuda Indonesia di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah, Raymond Moniaga .
Akibat banyaknya penundaan penerbangan tersebut, tempat transit jemaah haji Indonesia di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz penuh oleh jemaah.
Dua lokasi transit yang disediakan otoritas bandara kepada jemaah haji Indonesia penuh sehingga jemaah terpaksa ditempatkan di lokasi tambahan, di mana mereka hanya bisa duduk di sejumlah karpet yang disediakan panitia.
Kondisi semacam itu sebelumnya membuat sebagian jemaah memarahi petugas, baik petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) maupun staf Garuda Indonesia yang bertugas di bandara.
“Saya kemarin dimarahi habis-habisan oleh jemaah dan sempat disandera, kartu pas saya ditahan, saya tidak boleh pulang sebelum mereka berangkat,” tutur Raymond sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang berambut putih. ant/is