Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Posts for tag 'arab saudi'

Seruan Gunakan Jasa Kargo yang Terlambat

Dirjen Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyarankan jamaah haji menggunakan jasa kurir/pengiriman kargo di luar 32 kg batas berat muatan barang per orang ke bagasi pesawat. Ketimbang tercecer akibat terkena sweeping di Arab Saudi, lebih baik kelebihan bagasi dikirim melalui jasa kargo, katanya dalam Rapat Evaluasi Panitia Penyelenggara Haji (PPIHH) Embarkasi/Debakarsi Batam di Asrama Haji Batam Centre, Kota Batam, Selasa.

Membaca berita di atas, sungguh saran terlalu terlambat. Sudah terlalu banyak musibah yang terjadi. Berton-ton barang jamaah haji yang dipaksa tercecer, dan tidak ada solusi alternatif yang memadai untuk menjawab kebutuhan jamaah atas barang-barang tersebut. Tapi mudah-mudahan saran ini bisa menjadi alternatif jamaah haji di tahun-tahun mendatang ya.

Baca selengkapnya »

Mengunjungi Peternakan Onta di Jeddah

Akhir pekan lalu, Tim Media Center Haji Jeddah dan beberapa petugas PPIH Daerah Kerja Jeddah mengunjungi peternakan onta yang berada tak jauh dari pusat penjualan barang bekas Haraj, Jeddah, diantara hiruk pikuk kesibukan jalan raya dan terminal mobil kontainer di kota kosmopolitan Arab Saudi itu.

Baca selengkapnya »

Pemerinta Diminta Menindak Tegas Pihak yang Terlantarkan Jemaah

uta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman Salim Segaf Aljufri minta Pemerintah Indonesia harus tegas menindak siapapun yang menerlantarakan Warga Negara Indonesia di Luar negeri khususnya jemaah di Arab saudi.

Baca selengkapnya »

Liputan6: Pondokan Haji Kini Dekat Masjidil Haram

Departemen Agama, baru-baru ini, menandatangani kontrak pemondokan haji Indonesia yang berjarak hanya 1,8 kilometer dari Masjidil Haram selama 15 tahun mendatang. Ini merupakan jawaban Menteri Agama Maftuh Basyuni atas kritik sejumlah pihak yang menyayangkan jauhnya pemondokan haji tahun ini.

Baca selengkapnya »

Saudi Puji Jemaah Haji Indonesia Sebagai Jemaah Haji Teladan

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memuji jemaah haji Indonesia tahun ini sebagai jemaah haji teladan.

“Karena itu, pemerintah Arab Saudi akan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” kata Abdurrahman Mohammed Amin Al Khayyat di Jakarta, Rabu, pada acara penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) pembangunan pemondokan haji di Arab Saudi antara Departemen Agama RI dan Syarikat Hujurat At Thayyibah.

Baca selengkapnya »

Menag: Perjalanan DPR ke Arab Saudi saya biayai

Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengaku membiayai perjalanan sejumlah anggota DPR ke Arab Saudi. Namun Menag menyatakan biaya itu bukan berasal dari iuran jemaah haji atau pun dari Dana Abadi Umat (DAU). Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengusut dua anggota Komisi VIII DPR yang diduga menerima dana gratifikasi terkait pengawasan haji ke Arab Saudi.

Baca selengkapnya »

Banyak Jemaah Indonesia Wafatnya di Pemondokan

Sumber: Antara, 20 Des 2008

Madinah (ANTARA News) – Dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci, 84 di antaranya meninggal dunia di pemondokan, 72 di Rumah Sakit Arab Saudi, 48 wafat di balai pengobatan haji Indonesia (BPIH) , 21 di sektor, dan 36 lainnya wafat di Madinah.

“Mayoritas dari 325 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga Sabtu pagi WAS (Sabtu siang WIB) tercatat meninggal dunia di pemondokan,” kata Wakil Ketua PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi bidang Kesehatan DR dr Barita Sitompul di Madinah, Sabtu.

Setelah rapat evaluasi dengan dokter Kloter PPIH Arab Saudi di Madinah, ia mengatakan, pada tahun lalu jumlah jemaah haji yang wafat di pemondokan mencapai 183.
Ditanya penyebab mayoritas jemaah wafat di pemondokan, ia mengaku hal itu terjadi karena jumlah dokter di setiap kloter hanya satu dokter dan dua perawat untuk melayani 450 jemaah.

“Akibatnya, dokter tidak bisa mengunjungi semua jemaah yang sakit pada setiap hari, apalagi jemaah wafat umumnya berusia di atas 60 tahun dan rata-rata memiliki penyakit atau tergolong risti (risiko tinggi),” katanya.

Apalagi, katanya, pemondokan jemaah haji di Mekah pada tahun ini cukup jauh hingga belasan kilometer. “Ada satu kloter yang dipisahkan dalam tiga rumah (pemondokan) yang jaraknya berjauhan,” katanya.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan negara lain yang satu kloter ada 10 dokter dan bahkan ada negara yang satu kloter melibatkan puluhan dokter.

“Hasil rapat evaluasi, kami mengharapkan dokter kloter lebih rajin berkunjung kepada jemaah, dokter kloter diharapkan mampu menjalin koordinasi dengan ketua rombongan (karom), dan juga memanfaatkan informasi dari petugas lainnya untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dari jumlah jemaah wafat itu, 312 jemaah atau sekitar 95 persen lebih tercatat berusia di atas 60 tahun, sedangkan penyebabnya ada 210 jemaah atau sekitar 65 persen yang meninggal dunia akibat gangguan sirkulasi, jantung, dan pembuluh darah. 
(*)

325 Jemaah Indonesia Wafat Di Arab Saudi

Sebanyak 325 jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi hingga Sabtu pagi WAS (Sabtu siang WIB) dan terbanyak dari Debarkasi Solo (SOC).

“Jumlah itu masih lebih rendah sedikit dibanding tahun lalu, karena dalam kurun yang sama pada tahun lalu tercatat 327 jemaah wafat,” kata Wakil Ketua PPIH Arab Saudi bidang kesehatan DR dr Barita Sitompul.

Baca selengkapnya »

Jemaah haji Solo tiba di Madinah

Jemaah haji Solo yang tergabung dalam Kloter 44 Embarkasi Adisumarmo Solo dijadwalkan tiba di Madinah hari ini, Jumat (19/12), pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sementara itu, berdasarkan laporan dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, sebagaimana diungkapkan Arif Albani, suhu di Madinah saat ini sangat dingin. Suhu terendah mencapai 6 derajat celcius.

Baca selengkapnya »

Dua Juta Quran Dibagikan Gratis pada Jemaah

Sumber: Republika, Rabu, 17 Desember 2008 pukul 21:29:00

MADINAH — Kerajaan Arab Saudi melalui Percetakaan Mushaf Alquran “Kompleks Malik Fahd” Madinah membagikan lebih dua juta Al-Quran secara gratis kepada jemaah haji tahun 2008, termasuk jemaah haji Indonesia.”Setiap tahun, kami mencetak 10 juta Al-Quran dalam bentuk cetakan, CD, dan kaset,” kata Direktur Publikasi ‘Kompleks Malik Fahd’ Syeikh Sholeh Husaini di Madinah, Rabu sore WAS atau Rabu malam WIB.

Didampingi beberapa asistennya, ia mengatakan 10 juta Al-Quran itu dibagikan kepada umat Islam di seluruh negara melalui kedutaan dan juga jemaah haji.”Sekarang, kami mencetak Alquran dalam 50 bahasa dan satu bahasa isyarat, di antaranya bahasa Afrika, Arab, Asia, Inggris, Spanyol, Urdu, dan sebagainya,” katanya.

Untuk bahasa Asia, katanya, antara lain bahasa Cina, Korea, Indonesia, dan sebagainya.”Tapi, kami tidak hanya mencetak Al-Quran, melainkan jurnal kajian tentang Al-Quran, jurnal bantahan yang meluruskan hal-hal tentang Alquran, serta hasil seminar Alquran dan Assunnah (hadits nabi),” katanya.

Ia menambahkan proses pencetakan Al-Quran di “Kompleks Malik Fahd” yang luasnya 25 hektare itu dikerjakan 1.700 petugas yang berasal dari Arab Saudi dan negara-negara lain.”Petugas yang ada meliputi tenaga teknis dan tim pengawas. Tim pengawas itulah yang mengupayakan keabsahan cetakan Alquran ke beberapa ulama di berbagai belahan dunia, kemudian hasilnya juga dikoreksi tim pengawas lain lagi,” katanya.ant/kp

Top of page