Masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji tahun 1430 H/2009 akan lebih lama dua hari sehingga menjadi 41 hari menyusul berkurangnya frekuensi penerbangan di bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Menurut Sekretaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Abdul Gahfur Jawahir, di Jakarta Senin, jika pada tahun 2008 jumlah pesawat yang mendarat dan membawa jamaah di bandara King Abdul Aziz Jeddah sebanyak 260 pesawat, tahun ini berkurang hanya 200 pesawat.
Baca selengkapnya »
Sampai hari ke-9 pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Jumat (24/7), calon haji yang telah melunasi pembayaran berjumlah 154.623 orang. Jumlah ini terdiri dari jemaah regular 143.519 orang dan BPIH Khusus 11.104 orang.
Baca selengkapnya »
Calon jemaah haji Indonesia mulai musim haji 1430/2009 harus menggunakan paspor internasional atau yang lazim disebut paspor hijau, sebagaimana telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
Baca selengkapnya »
Liputan6, melaporkan dua berita yang berhubungan dengan kasus dugaan korupsi haji ini:
Lagi, ICW Laporkan Dugaan Korupsi Dana Haji
Dengan menunjukkan sejumlah bukti, Indonesia Corruption Watch kembali melaporkan dugaan adanya korupsi dana di Departemen Agama yang dilakukan Menteri Agama Maftuh Basyuni kepada Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, baru-baru ini. Berdasarkan data ICW, dalam rentang tahun 2004-2005, Menteri Agama menerima dana hingga ratusan juta rupiah yang bersumber dari Dana Abadi Umat (DAU) dan Dana Setoran Haji atau BPIH.
ebelumnya, ICW juga melaporkan dugaan gratifikasi dana haji yang diterima anggota DPR serta Menteri Agama. Wakil Ketua KPK M. Yasin yang menerima laporan ICW berjanji akan mempelajari data dan laporan dugaan korupsi dana haji ini. Tugas berat kini harus dipikul Menteri Agama Maftuh Basyuni. Selain harus membenahi pelayanan haji yang selalu bermasalah tiap tahun, sang menteri juga tampaknya harus bersiap memenuhi panggilan KPK [Dimuat SCTV pada 6 Jan 2009]
Terkait Laporan ICW, KPK Belum Bersikap
Indonesia Corruption Watch telah dua kali melaporkan dugaan korupsi Dana Abadi Umat atau DAU yang berasal dari efisiensi penyelenggaraan haji ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, hingga saat ini, KPK belum menentukan penerimaan dana itu korupsi atau bukan.
Salah satu data yang diserahkan ICW kepada KPK menunjukkan, Menteri Agama menerima dana Rp 71 juta lebih dari bendahara pengelola DAU untuk perjalanan dinas ke Mesir, melayat Yasser Arafat yang baru saja meninggal. Selain itu, menurut ICW, pada tahun 2004 hingga 2005 Menteri Agama menerima dana lainnya hingga ratusan juta. [Dimuat SCTV pada 7 Jan 2009]
Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga anggota Komisi VIII DPR telah menerima gratifikasi hampir Rp 500 juta serta biaya perjalanan untuk memantau kesiapan haji di Arab Saudi. Bukti lain yang didapat ICW menyebutkan dua nama anggota Dewan, yakni Zulkarnain Djabar dan Said Abdullah telah menerima dana untuk peninjauan persiapan haji tahun 2006 sebesar Rp 25 juta.
Baca selengkapnya »
Jemaah asal Malang, Jatim, H. Soepardi, SH bin Laiman Kromoreso meninggal sebelum semua anggota dalam Kloter 21 naik pesawat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah untuk pulang ke Indonesia.
Baca selengkapnya »
Sumber: Media Indonesia, Senin 8 Desember 2008
JAKARTA–MI: Setiap tahun calon jemaah haji asal Indonesia banyak yang sakit dan meninggal di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi. Karena itu sebaiknya proses skrining kesehatan di Tanah Air diperketat.
“Sebab proses tahapan ibadah haji di Tanah Suci sangat berat dan perlu kondisi fisik yang prima,” kata dr Ari Fahrialsyam SpPD dari Pehimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) dari Armina, Arafah, Saudi Arabia, Minggu (7/12) kepada Media Indonesia.
Sebelum keberangkatan dan saat proses skrining kesehatan, kata dokter dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta itu, selayaknya puskesmas yang memeriksa harus betul-betul teliti. Jika calon jemaah haji masih menderita suatu penyakit harus diobati terlebih dahulu. Apabila pihak puskesmas tidak dapat menangani segera dirujuk ke rumah sakit.
Pihak dinas kesehatan di daerah sebagai pihak yang melakukan skrining harus benar-benar mengecek calon jemaah haji dengan baik apakah penyakitnya berisiko tinggi atau tidak. “Petugas kesehatan di asrama haji yang mengadakan skrining kesehatan harus memeriksa secara teliti,” ujar Ari.
Menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, dokter yang ditugaskan menjadi petugas kesehatan untuk penanganan calon jemaah haji di Tanah Suci harus mengawasi para calon jemaah haji dengan baik. “Para calon jemaah dan dokter harus melakukan komunikasi intens untuk mengantisipasi calon jemaah haji yang menderita sakit,” katanya.
Apalagi saat ini, pemondokan jemaah haji Indonesia ke Masjidil Haram cukup jauh. Setelah naik kendaraan, dari lokasi pemberhentian bus mereka berjalan ke Masjidil Haram sekitar 500 meter. Selama menuju Masjidil Haram, mereka harus merasakan panasnya udara Saudi Arabia dan debu-debu yang berterbangan.
Debu itu berasal dari lokasi yang sedang dibangun gedung-gedung. Para calon jemaah haji juga harus naik kendaraan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk melaksanakan ritual ibadah Tawaf, Sa’i dan melempar jumrah.(Drd/OL-06)
Smber:
Kompas MINGGU, 14 DESEMBER 2008 | 12:11 WIB
BANTEN, MINGGU — Akibat pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh polisi wanita terhadap anggota jemaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Saudi Arabia, menyebabkan kelompok terbang (kloter) I Jawa Barat mengalami keterlambatan.
Sedianya, Kloter I Jawa Barat yang menggunakan penerbangan Saudi Arabia dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (14/12) pukul 10.05. Namun, mereka baru tiba di Tanah Air pada pukul 10.55.
Ketua Kloter I Jabar Badrul Uyum berharap panitia penyelenggara haji tahun depan tidak hanya melakukan pembinaan kepada calon jemaah haji, tetapi juga kepada petugas yang mendampingi anggota jemaah haji. Mereka harus sigap. “Saya sempat bingung ketika pertama kali tiba di Madinah karena kurang antisipasif,” ujarnya kepada Kompas.com.
HIN
Yang terhormat pembaca. Seperti bisa Anda lihat, CeritaHaji tampil dengan tampilan baru setelah non aktif beberapa lama.
Dalam kesempatan ini, kami tak lupa juga menghadirkan fasilitas baru yaitu pendaftaran langganan update Cerita Haji via email Anda. Dengan fasilitas ini, Anda akan lebih mudah dan cepat mendapatkan update setiap ada artikel dan berita baru di situs ini.
Caranya mudah, silakan daftar dengan memasukkan email Anda pada kotak isian berlangganan di sebelah kanan. Lalu klik daftar. Setelah ada jendela baru yang berisi instruksi lanjutan, masukkan kode yang tertera di situ untuk menyelesaikan pendaftaran Anda. Sudah. Setelah mendaftar, Anda otomatis akan dikirimi email setiap kali ada update di blog ini.
Untuk berhenti berlangganan, silakan ikuti perintah yang ada di bawah email pendaftaran tersebut.
Lama karena kesibukan, akhirnya saya baru sempat lagi menengok blog ini. Mudah-mudahan tidak terlantar lagi.
Pertama, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji 1429H. Semoga Allah memberi karunia dan kebesaran bagi orang-orang yang berkurban pada hari ini, dan semoga Allah menjadikan niat dan ibadah yang tulus dari jamaah haji dengan ganjaran haji mabrur.
Tampaknya akan banyak yang harus saya update setelah ini. Demikian, selamat membaca kembali.