Archive for the ‘Lain-lain’ Category

Cerita Jamaah Haji di Arafah

Monday, February 12th, 2007

Sebelumnya, saya mohon maaf kepada bapak Eddy Murdiono Ruswandi, karena memuat tanggapannya menjadi tulisan sendiri. Mudah-mudahan dimaafkan tindakan saya ini.

Saya melihat tulisan bapak Eddy ini patut untuk dimuat menjadi tulisan sendiri, agar bermanfaat dan dibaca oleh orang lain. Ini adalah pengalaman beliau ketika berangkat haji lalu. Selamat membaca
Cerita Haji Bapak Eddy Murdiono Ruswandi

Saya Eddy Murdiono, alhamdulillah tergabung dalam kloter 1 dari embarkasi Jakarta dan termasuk dalam jamaah yang tidak mendapatkan makanan dari katering sebagaimana yang dijanjikan di Arafah dan Mina selama 3 hari, 3 malam karena rombongan kami harus mengambil nafar awal agar bisa melakukan rangkaian ibadah lain setelah wukuf shg tidak terlambat pulang ke Indonesia, kan kloter 1 harus buru-buru ke Jeddah.

Berdasarkan informasi orang tua, mertua dan teman-teman yang sudah lebih dahulu haji, makanan selama di Arafah dan Mina selalu berlimpah, demikian juga informasi yang paling hangat dari ketua kloter (ketua kloter kami sudah 4x berhaji), beberapa saat sebelum kami berangkat ke Arafah hari Kamis, 28 Desember 2006 selepas zuhur. Kami memang tidak berjalan kaki dari Mekkah untuk mabit di Mina, tapi kami langsung ke Arafah, jadi kami mabit di Arafah.

Sejak kami tiba sampai dengan kami meninggalkan Arafah pada hari Jumat, 29 Desember 2006 selepas magrib, tidak ada sekalipun kami menerima makanan dari katering seperti yang dijanjikan dan diharapkan. Alhamdulillah saya dan istri tidak merasa kelaparan karena memang sumbangan berupa roti, buah dan jus dalam kotak cukup banyak tersedia dari beberapa dermawan, kami tidak mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi makanan yg tidak indonesiawi itu (karena bukan nasi), tapi kami melihat banyak jamaah yg tidak mau lagi menyentuh makanan itu, karena mereka memang ada yang (maaf) mencret karena makan roti, buah (kadang-kadang pisang, apel atau jeruk) dan jus melulu, sehingga sumbangan kedua, ketiga dst tidak lagi mereka sentuh.

Yang memperparah keadaan adalah tidak tersedia outlet listrik dimana jamaah bisa memamaskan air untuk memasak Indomie, makanan pengganti favorit orang Indonesia, sehingga banyak jamaah yang terpaksa makan Indomie mentah, seperti makan kerupuk.

Jum’at malam itu kami mabit di Muzdalifah, sejak sekitar jam 20:00 kami sudah berada di lapangan itu, dengan perut kosong kami hadapi hembusan kencang angin yang sangat dingin, bukan cuman menusuk tulang tapi sudah sampai ke sum-sum, dan perlu diingat bahwa semua jamaah laki-laki hanya terbungkus dua lembar kain ihram, tanpa penghalang lain krn selama berihram dilarang memakai penutup kepala, atau sesuatu yg lain yg berjahit.

Sekitar jam 00:30 barulah bus yg akan membawa kami ke Mina berdatangan, kami yang sudah mulai berdiri antri akhirnya bisa diangkut dari Muzdalifah ke Mina pada jam 02:30 dan alhamdulillah tiba di tenda kami di Mina pukul 03:00.

Melihat kejadian di Arafah, maka kami sudah putus harapan bahwa katering akan beres di Mina, dan memang begitulah kenyataannya, selama dua hari dua malam, tak satupun katering untuk jamaah haji muncul, memang kejadian ini tidak dialami oleh jamaah ONH plus yang urusan makannya semua ditanggung oleh pengelola.

Alhamdulillah masalah katering selama di Mina tidak terrlalu kami ambil pusing karena di Mina banyak penjual makanan dan kami bebas memilih, di tenda juga tersedia outlet listrik sehingga memasak Indomie atau menyeduh teh/kopi panas sebagai penangkal udara dingin bukanlah kendala lagi.

Kembali ke Mekkah setelah selesai melempar jumrah kami digembirakan dengan kabar uang pengganti katering selama di Arafah dan Mina, yaitu 300 riyal per jamaah.

Kami pribadi tidak langsung merasakan kelaparan itu karena kami bisa makan makanan lain selain nasi, tapi memang sebagian besar jamaah Indonesia merasakan kelaparan dan kebingungan karena perut mereka hanya dapat berkompromi dengan nasi.

Ada kejadian yang sangat memalukan selama di Mina, dimana dapur umum di maktab kami dijarah oleh beberapa jamaah yg kelaparan, sebuah ironi ibadah haji.

Wallahualam bi sawab.

Dikirim oleh Eddy Murdiono Ruswandi, email …@cbn.net.id

Info: Presiden Bentuk Tim untuk Evaluasi

Wednesday, January 3rd, 2007

Sumber: Kompas, Rabu, 03 Januari 2007

Ibadah haji Presiden Bentuk Tim untuk Evaluasi

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim evaluasi dan investigasi untuk menyelidiki persoalan pelayanan makanan bagi jemaah haji di Arafah dan Mina, Arab Saudi.

Dari hasil tim evaluasi dan investigasi itu, Presiden Yudhoyono berjanji akan menindak pihak-pihak yang bersalah dalam kegagalan penyediaan katering untuk jemaah haji tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/1). Sudi didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, yang membacakan siaran pers.

“Memang, ada laporan yang cukup lengkap dari Kedutaan Besar RI di Arab Saudi, dan laporan dari amirul haj. Memang ada ketidaklaziman seperti yang dilakukan tahun-tahun lalu,” ujar Sudi.

Ketidaklaziman yang dimaksud Sudi di antaranya memasak ataupun logistiknya yang biasanya dilakukan di Arafah kali ini dilakukan di Mina. “Itu kan tidak lazim,” katanya.

Presiden Yudhoyono akan menerima laporan seobyektif mungkin hasil tim evaluasi dan investigasi tersebut. “Jika ada yang bersalah akan diambil tindakan sesuai dengan kesalahannya,” kata Sudi.

Ditanya pers apakah Presiden akan bertindak tegas dengan menegur Menteri Agama Maftuh Basyuni, Sudi mengatakan akan menunggu hasil tim itu.

Secara terpisah, Tim Pengawas Haji dari Dewan Perwakilan Rakyat yang terdiri dari lintas fraksi mendesak Presiden Yudhoyono memberikan sanksi tegas kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni dan semua aparat terkait yang bertanggung jawab atas gagalnya pengiriman suplai logistik kepada 189.000 anggota jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Idealnya, Menteri Agama dan semua aparat terkait diberi sanksi berat,” kata Ketua Tim II Pengawas Haji DPR Hasrul Azwar yang masih berada di Mekkah kepada Kompas.

Tim Pengawas Haji DPR yang berjumlah 35 orang memiliki pandangan senada. “Semua arahnya ke Menag dan aparat terkait,” ujarnya. Pemerintah juga harus ikut bertanggung jawab atas kejadian ini, tidak cukup mengembalikan uang kepada jemaah.

Tim DPR masih terus menelusuri semua pihak terkait yang mengakibatkan gagalnya penyediaan katering jemaah haji tahun ini. “Yang jelas, menteri yang tunjuk katering. Kita juga akan cari tahu siapa saja pelaksana di lapangannya,” katanya. (HAR/SUT)

Info: Pemerintah Gagal Melayani Haji

Wednesday, January 3rd, 2007

Sumber: Kompas, Selasa, 02 Januari 2007
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0701/02/UTAMA/3210848.htm

Pemerintah Gagal Melayani Haji

Menteri Agama Dimintai Pertanggungjawabannya

Jakarta, Kompas - Pemerintah akhirnya tidak mampu mengatasi persoalan gagalnya suplai makanan dan minuman kepada sekitar 189.000 anggota jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah tidak hanya dituntut meminta maaf, tetapi juga harus bertindak tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Menurut laporan yang diterima Kompas dari sejumlah anggota jemaah, hingga Minggu (31/12) malam suplai makanan di Mina ternyata masih buruk.

Di Jakarta, fraksi-fraksi di DPR mendesak Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk mengundurkan diri karena gagal menangani pelaksanaan ibadah haji. Apabila tidak bersedia mundur, fraksi-fraksi menantikan ketegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangani berbagai persoalan.

“Perlu ada perlakuan sama. Aziddin saja diberhentikan sebagai anggota DPR karena terlibat soal katering haji, apalagi ini menyangkut perasaan umum jutaan warga Muslim. Saya tidak mau soal ini berimbas kepada Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla,” kata Priyo Budi Santoso, Wakil Sekjen Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Minggu siang, puluhan anggota jemaah haji mendatangi Kantor Daerah Kerja Mekkah. Mereka menuntut jatah makan yang sampai saat ini belum mereka terima. Dalam suasana emosional, mereka diterima oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Amirul Haj Tarmizi Taher. Beberapa anggota jemaah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan penderitaan mereka di Arafah maupun di Mina.

Ketua Tim Pengawas DPR Hasrul Azwar, Senin, mengatakan, sejumlah anggota jemaah marah kepada utusan haji Indonesia, bahkan beberapa anggota jemaah sempat merusak peralatan elektronik yang ada seperti komputer dan mesin fotokopi.

“Perusakan ini sebagai wujud kekecewaan yang tidak tertahankan lagi atas buruknya pelayanan yang diberikan pemerintah kepada jemaah,” ujarnya.

Mereka meminta ketegasan Maftuh mengenai kesanggupan menyediakan makan bagi mereka. “Saya sudah telepon muasasah. Alhamdulillah, mulai siang ini sampai besok akan ada makanan untuk jemaah Indonesia,” kata Maftuh.

Ternyata janji Menag itu pun tidak terpenuhi untuk seluruh jemaah. “Kami baru mendapat makan Minggu malam pukul 23.30. Banyak anggota jemaah yang pusing dan kembung,” kata Wahab Arief dari Maktab 57.

Sejumlah anggota jemaah agak tertolong dengan adanya makanan kering yang disediakan oleh sejumlah dermawan. “Kami belum terima makanan sampai Senin siang,” kata Niken, seorang anggota jemaah dari Bandung.

Amirul Haj Tarmizi Taher, Senin, mendatangi tenda-tenda jemaah haji Indonesia di Mina. Ia meminta kepada jemaah untuk menerima cobaan sebagai ujian memperoleh haji mabrur.

Kecaman dan penyesalan atas kegagalan pemerintah melayani jemaah haji Indonesia itu tidak hanya berdatangan dari jemaah, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat.

Kelaparan yang dialami jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina merupakan kezaliman yang tidak bisa diterima. “Itu sebabnya, pejabat penanggung jawab pelayanan haji diminta mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Saya mengetuk hati Pemerintah RI untuk secara terbuka menyatakan kesalahannya sekaligus meminta maaf secara tulus kepada seluruh jemaah haji yang menderita akibat keterlambatan katering tersebut,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi.

Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Endin AJ Soefihara mengatakan, fraksinya berencana menggunakan hak interpelasinya terkait kegagalan pelayanan haji itu. “Persoalan laparnya jemaah ini bukan kesalahan biasa, tetapi telah merusak nama baik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua Partai Amanat Nasional Sayuti Asyathri mengatakan, penanganan jemaah haji oleh pemerintah memang sangat memalukan. Tak ada satu pun negara lain pernah mengalami hal seperti itu. “Ini mencoreng wajah bangsa kita,” katanya.

Memang pemerintah berjanji akan mengembalikan uang jemaah haji untuk tujuh kali biaya makan dan minum di Armina sebesar 105 riyal. “Tetapi persoalannya tidak bisa dianggap selesai,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Syarief Hasan yang turut dalam rombongan haji mengatakan, “F-PD meminta Menag harus mengakui kegagalannya dan mengundurkan diri sebagai wujud pertanggungjawabannya kepada rakyat.”

(MAM/MZW/SUT/TRI/IDR/ANT)

Info: Katering Gagal, Jemaah Haji Terlantar di Arafah

Wednesday, January 3rd, 2007

Sumber: Kompas, 30 Desember 2006

Katering Gagal, Jemaah Haji Terlantar di Arafah Presiden Yudhoyono Prihatin Soal Keterlambatan Pengurusan Makanan

:Syamsul Hadi

arafah, Kompas - Kegelisahan, kelaparan kekacauan melanda jemaah haji Indonesia yang tengah melaksanakan wukuf di Arafah, sejak Kamis hingga Jumat (30/12) malam. Selama lebih dari 30 jam mereka tidak mendapatkan suplai makanan maupun minuman.

Perusahaan katering yang ditunjuk Departemen Agama gagal menyediakan makanan dan minum untuk sekitar 189.000 jemaah haji Indonesia. Jamaah haji Indonesia tahun ini termasuk haji plus berjumlah 205.000 orang.

Padahal para jemaah haji itu bersiap mengikuti wukuf sebagai puncak ibadah haji di Arafah.

Suasana menyedihkan akibat kelaparan itu melanda maktab-maktab jemaah haji Indonesia. Mereka terpaksa meminum air ledeng untuk bertahan atau memakan sisa makanan kecil yang dibawa jemaah. Dilaporkan, beberapa orang–terutama jemaah sepuh– pingsan. Mereka yang pingsan dan lemas segera dibawa ke rumah sakit. Banyak juga jamaah yang tersesat setelah mencoba mencari makanan ke luar maktab.

“Ada pengkhianatan yang dilakukan perusahaan katering di Arab Saudi,” tegas Direktur Pembinaan Haji Direktorat Penyelenggaran Haji dan Umrah Departemen Agama M Mukhtar Ilyas di Jakarta, Jumat (29/12).

Perusahaan katering Ana Service and Suply yang menangani ransum seluruh jemaah haji Indonesia tahun ini merupakan perusahaan baru. Padahal selama bertahun-tahun sebelumnya, penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia dilakukan panitia haji setempat yaitu muassasah (yayasan per wilayah) dan maktab (kelompok per enam kelompok terbang).

Tanpa menyebut nama, Muchtar mengatakan, katering itu dipilih karena menawarkan harga lebih murah dan memiliki peralatan modern.

Biaya yang dipatok muassasah dan maktab adalah sebesar 300 riyal Arab Saudi bagi setiap jemaah untuk lima hari, yaitu satu hari di Arafah saat melakukan wukuf dan 3-4 hari di Mina saat melontar jumroh. Ransum yang disediakan berupa nasi beserta lauk pauk, aneka minuman, serta buah-buahan

Perusahaan katering baru menawarkan biaya ransum sebesar 250 riyal Arab Saudi untuk lima hari. Lebih murah (hanya) 50 riyal. Pemerintah telah memberikan uang muka sepertiga dari biaya total ransum atau senilai 9 juta riyal Arab Saudi.

Dipastikan, perusahaan katering tersebut milik seorang anggota keluarga Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

“Situasi sangat buruk. Hingga Jumat malam belum ada kepastian kapan makanan dan minuman itu bisa diterima jamaah,” kata Ketua Tim Pengawas Haji DPR Hasrul Azwar. Penunjukan katering baru itu tanpa sepengetahuan DPR.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menugaskan Menteri Agama M Maftuh Basyuni mengatasi masalah tersebut secara cepat. “Presiden prihatin atas keterlambatan makanan jemaah haji di Tanah Suci,” demikian siaran pers yang ditandatangani Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Sebagai langkah darurat pemerintah berusaha mengirim ratusan ribu mi instan. Namun itu bukan usaha mudah karena sulitnya menembus kepadatan jemaah haji di Arafah yang mencapai empat juta orang.

Pemerintah Kerajaan Saudi membagikan minuman dan buah-buahan gratis bagi jamaah. Pembagian makanan itu langsung diserbu jamaah haji Indonesia.

“Ini merupakan kejadian terburuk dalam penyelenggaraan haji Indonesia, “kata seorang petugas haji.

Dalam sambutan wukuf di tenda utama misi haji Indonesia, Dubes RI untuk Arab Saudi, Salim Segaf Aljufri mengatakan, dirinya malu karena tidak mampu melayani jemaah haji hingga terjadi masalah suplai makanan. Sambil menitikkan air mata, mengajak semua jemaah berdoa agar masalah cepat teratasi.

Sedangkan Amirul Haj Tarmizi Taher menyatakan bertanggung jawab dalam kasus itu. (idr/MAM/osd/ush/ant)

Duka Yogya Luka Indonesia

Monday, May 29th, 2006

Innalillahi wa inna Ilaihi Raaji’un.

Seperti kita semua tahu, pada Sabtu (27/5) pagi yang sejuk kemarin, bumi kembali menunjukkan kekuasaanya pada kita. Di pusat bumi beberapa kilometer sebelah selatan Yogyakarta, lempengan bumi begerak, Terjadilah gempa tektonik.

Bumi Yogya dan Jawa Tengah, juga beberapa daerah di Jawa Timur bergetar. Goncangan ini bahkan dirasakan hingga Semarang dan Surabayat. Ribuan rumah roboh. Ribuan bangunan ambruk atau bergeser, retak, dan sebagainya.

Dari berita terakhir, sekitar 4.000 manusia meninggal. Daerah terparah yang terkena bencana ini dikabarkan adalah Bantul (korban 2.000 orang lebih), Klaten (sekitar 1.000 orang), dan kota Yogya serta beberapa daerah di sekitarnya.

Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal. Ratusan ribu orang terluka. Ribuan orang kehilangan keluarga.

Mereka butuh obat. Mereka butuh makanan dan minuman. Mereka kekurangan pakaian. Mereka butuh tempat berteduh. Mereka butuh uluran tangan Anda.

Salurkan bantuan Anda pada lembaga sosial terdekat.

Semoga keluarga dan masyarakat Yogya, Klaten dan sekitarnya diberi ketabahan menghadapi cobaan ini.

Selamat Hari Raya Haji

Wednesday, January 11th, 2006

Sebelumnya, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1426H atau juga disebut Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji. Saya hanya bisa mengucap semoga amal ibadah orang-orang yang berkurban dan menyelesaikan hajinya diterima Allah dan diberi balasan yang berlipat. Amin.

Saya juga mengucapkan duka atas terjadinya musibah di tanah air dan di tanah suci, semoga keluarga yang terkena musih diberi ketabahan dan kekuatan, dan semoga bantuan-bantuan cepat mengalir. Amin.

Alhamdulillah kita ketemu lagi di halaman kita ini. Ijinkan saya mohon maaf karena kesibukan, sehingga situs kesayangan kita ini lama tidak terupdate.

Labbaik Allahuma Labbaik

Thursday, December 15th, 2005

Labbaik Allahuma Labbaik

Labbaik ka la Syarii ka Labbaik

Innal Hamda, wa Nikmatalak

Laka wal mulk, La Syariikala

Akhirnya musim haji tiba.

Jutaan manusia di dunia, termasuk 200 ribu jamaah haji asal Indonesia, berduyun-duyun, berkelompok-kelompok, beramai-ramai mendatangi dan berkumpul menuju pusat ibadah umat Islam, untuk memenuhi panggilan rukun Islam yang terakhir.

Saya ambil kutipan dari Wikipedia Indonesia tentang Haji

Dalam kepercayaan agama Islam, Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah Syahadat, Salat, Zakat dan Puasa. Arti haji sebenarnya adalah “memaknai, melaksanakan, dan berdoa.” Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah Umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 (delapan) Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, Wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi Setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena berbarengan dengan perayaan ibadah haji ini (wukuf pada 10 Dzulhijjah).

Demikianlah kira-kira istilah dan arti kalau diartikan dalam satu kalimat.

Kenapa orang harus berhaji? Dan kenapa banyak orang, berjuta-juta manusia, menjalani ibadah yang sesungguhnya berat ini, dan kenapa banyak orang sangat bahagia untuk berkali-kali mengunjungi Tanah Suci Mekkah untuk haji atau umrah?

Ijinkan saya bercerita. Jumat lalu, pada 9 Desember 2005, saya salat di sebuah masjid yang dimiliki yayasan sebuah rumah sakit di pusat Jakarta. Masjid ini adalah langganan saya. Masjid ini dekat dengan sebuah mal, dekat dengan sebuah universitas Kristen, dan cukup ramai. Khutbah Jumat di masjid ini biasanya juga menarik, tentang ibadah, introspeksi diri, dan semacamnya, berbeda dengan masjid-masjid lain di Jakarta yang cenderung mengangkat tema politis yang makin membikin hati sumpek.

Jumat itu, khotib mengangkat tema haji. Hati saya bergetar. Saya seketika menengadah. Di dinding masjid itu kebetulan ada foto Masjidil Haram beserta Ka’bah yang selalu ramai oleh umat Islam yang beribadah. Hati saya berdesir, buku kuduk saya berdiri. Saya sangat rindu. Saya tiba-tiba teringat ketika awal 2002 lalu, ketika saya mendapat rejeki untuk mengunjungi pusat ibadah umat Islam itu bersama-sama dua ratus ribu jamaah haji Indonesia lainnya. Saya rindu untuk kembali ke sana. Saya ingin mengajak istri tercinta saya, untuk beribadah bersama, bersama-sama belajar lebih memahami hakikat kehambaan kami di depan Allah Tuhan Semesta Alam.

Akhirnya, saya mantap untuk meluncurkan situs ceritahaji.com ini. Kenapa namanya cerita haji? Kenapa bukan bloghaji? Kenapa bukan nama lain? Saya punya pendapat, kalau nama situs ini bloghaji, mungkin situs ini akan membatasi bentuknya sebagai wadah bertukar cerita. Mungkin blog belum begitu familiar bagi sebagian orang, jadi saya putuskan pakai kata “cerita” saja. Kalau dengan nama lain, apalagi mengambil kata yang lebih serius, saya juga tidak berani, takut tidak kuat untuk mengelolanya. Dan, yang dibutuhkan dan bisa dibagi dari sebuah ibadah seperti haji, menurut saya adalah ceritanya. Getok tular istilah orang Jawa, atau kalau mengutip ayah saya, “Kalau kamu tahu tempat soto ayam yang enak di daerah Pecinan Jombang, bukankah baik kalau kita menceritakan pada orang lain. Begitu pula haji, kita tahu beribadah haji itu nikmat dan indah, tiada salahnya kalau dibagi dengan orang lain ceritanya”

Yang jelas, pada suatu ketika, saya pernah memegang pensil dan buku tulis yang saya bawa dari rumah, saat itu saya duduk melamun di pojok favorit saya di Masjidil Haram, di sebelah barat Ka’bah, saya ingat ingat saat itu saya sudah merencanakan menuliskan sesuatu entah di masa yang akan datang. Akhirnya, masa itu baru terlaksana hingga hari ini.

Mungkin dengan situs inilah saya bisa mengantarkan pengabdian dan kerinduan itu. Saya berencana mengisi situs ini dengan cerita, pengalaman, dan pandangan saya ketika haji tiga tahun lalu. Saya juga mengajak pembaca yang sudah berhaji, atau pembaca yang akan berhaji, dan juga pembaca yang ingin berhaji untuk berbagi cerita dan hikmah di situs sederhana ini. Mari kita saling berdoa, semoga mempunyai rejeki, dan bisa berkunjung ke Mekkah dan Madinah.

Ya Allah, mudahkanlah kami untuk berkunjung ke Makkah al Mukarromah dan Madinah al Munawwaroh.

Semoga bermanfaat bagi semua. Amin.

Selamat Datang di CeritaHaji.com

Tuesday, December 13th, 2005

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya ucapkan selamat datang di situs CeritaHaji.com.

Ini adalah sebuah situs sederhana yang kami coba untuk menggali, menampung, dan menampilkan cerita dan pengalaman jamaah haji Indonesia ketika berkunjung ke tanah suci Mekkah. Kami berharap semoga pengalaman-pengalaman indah jamaah haji yang ada di situs ini bermanfaat bagi semua orang yang ingin, akan, dan sudah menunaikan haji atau berkunjung ke Baitullah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Arif Widianto

Redaksi CeritaHaji.com