Bagi jamaah haji Indonesia, ibadah tahun 2008 ini ditandai dengan jauhnya lokasi pondokan di kota Mekkah dari Masjidil Haram. Menurut data yang saya dapat di lapangan, jika tahun 2007 lalu penyelenggara haji Indonesia hanya menyediakan layanan angkutan bis bagi 30% jamaah kita yang tinggal diluar ring-1, maka tahun ini angka itu menjadi terbalik, hanya 30% jamaah yang berada dalam ring-1 yang tidak harus dilayani bis. Artinya ada 70% jamaah tinggal diluar lingkar terdekat dengan Masjidil Haram yang harus dilayani bis.
Jamaah haji Indonesia tahun ini dan tahun lalu sama, sekitar 210 ribu orang. Untuk melayani angkutan jamaah dari pondokan ke Masjidil Haram, tahun lalu Depag RI menyewa 90 bis. Tahun ini? Konon mencapai 600 unit bis. Hebatnya, layanan bis ini dijalankan operasionalnya oleh tim dari Indonesia sendiri. Tim dengan pengalaman operasional sangat minim ini harus mengkoordinir 600 bis yang sebagian besar dibawa oleh supir berkebangsaan Arab dan harus melayani area yang sangat luas dengan lokasi pondokan saling berjauhan. Jumlah jamaah yang harus dilayani sekitar 147 ribu jamaah yang tinggal diluar Ring-1.
Baca selengkapnya »

Anggota jemaah haji Lampung Kloter 31 berkemas-kemas di Maktab 15, Madinah, Sabtu (27/12). Mereka dijadwalkan kembali ke tanah air dari Bandara Madinah pada hari yang sama malam hari, namun mengalami penundaan 3 jam 35 menit. (Foto ANTARA/M. Tohamaksun)

dr Elis S (kiri) dan Pelaksana Perawatan Haji Kloter 31 Lampung, Darwati (kanan) mengecek obat-obatan jemaah sebelum terbang kembali ke tanah air, di Madinah, Sabtu (27/12). Stok obat jemaah Kloter 31 Lampung masih bersisa kecuali obat batuk dan pilek serta penahan capek (Analgetika) yang habis digunakan selama pelaksanaan haji. (Foto ANTARA. M. Tohamaksun)

Seorang jemaah haji Indonesia melangkah di antara koper-koper yang akan diangkut ke Madinah di pondokan haji Aziyah, Mekkah, Arab Sudi, Rabu (31/12). Rombongan terakhir kloter haji Indonesia telah meninggalkan Mekah menuju Madinah untuk melakukan shalat Arbain, sebelum kembali ke tanah air. (Foto ANTARA/pandu dewantara)

Jemaah haji Indonesia menyaksikan percetakaan Mushaf Alquran Malik Fahd, di Madinah Arab Saudi (26/12). Dengan kapasitas cetak 10 juta jilid per tahun, sejak berdiri 1984 telah dihasilkan 240 juta jilid Alquran dalam 53 bahasa. (ANTARA/pandu dewantara/***)

Seorang jemaah haji Indonesia membeli Alquran ukuran besar di percetakaan Mushaf Alquran Malik Fahd, di Madinah Arab Sudi (26/12). Dengan kapasitas cetak 10 juta jilid per tahun, sejak berdiri 1984 telah dihasilkan 240 juta jilid Alquran dalam 53 bahasa. (ANTARA/pandu dewantara/***)
Ka’bah, atau Kaaba. Inilah kiblat (qiblah, qiblat) yang menjadi panutan muslim dunia untuk salat. Inilah potret Ka’bah dari berbagai sisi.

Ka'bah, dilihat dari sebelah timur, arah di hadapan pintu Ka'bah yang juga dipercayai sebagai daerah makbul untuk berdoa

Ka'bah, dikunjungi ribuan hingga ratusan ribu jamaah setiap harinya, terlebih pada musim haji, biasanya Masjidil Haram penuh hingga lantai paling atas pun dibuka. Untuk menyentuh pintu Ka'bah ini membutuhkan kekuatan, keuletan, dan kesabaran. Tapi tidak jarang ada aja (dan banyak) jamaah yang bertindak kasar dengan main dorong dan berhimpit-himpitan. Hati-hatilah bila Anda mempertimbangkan untuk menuju pintu Ka'bah. Bila maktab Anda dekat dengan masjid, pertimbangkan pula untuk mengunjungi Masjidil Haram di waktu malam atau dini hari, di mana suasananya relatif sepi.

Suasana di depan pintu Ka'bah. Anda mungkin berharap suatu saat bisa salat di tempat yang dekat Ka'bah ini. Tapi jangan berharap bisa salat dengan tenang. Himpit-himpitan. Saling mendorong. Waktu Anda pun sangat-sangat terbatas. Karena banyak orang yang ingin melakukan salat dan berdoa di tempat, Anda harus mempertimbangkan untuk saling bergantian dengan jamaah lain, dan banyak sekali yang menunggu. Jangan harap bisa salat sunnah beberapa kali , mungkin Anda hanya bisa khusyuk selama satu kali dua rakaat, setelah itu Anda harus rela meninggalkan area ini dan memberikan kesempatan kepada jamaah lain. Lagi pula, salat di mana saja sama, kan?

Salah satu sudut Ka'bah (katanya tempat Sayyidina Ali lahir). Selalu banyak orang yang ingin menyentuh Ka'bah, entah untuk berdoa, meratap dan merenung, banyak pula yang menangis dan meraung-raung. Tentu saja semua boleh, tapi jangan harap terlalu berlebihan. Selalu saja ada penjaga (asykar) yang melerai dan menghardik (bahkan memukul dengan pentungan) agar jamaah tidak terlalu berlebihan. Saya duga ini karena pandangan Wahabi yang melatarbelakangi kerajaan Saudi, karena mereka tidak setuju dengan cara-cara yang cenderung menuju pengkultusan tempat atau benda seperti ini.
Mekkah dan Madinah adalah dua kota yang diyakini oleh umat Islam membawa makna mendalam dalam sejarah Islam. Terutama dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. Dua kota suci ini diyakini dan dirindukan oleh setiap umat Islam. Mereka rela menempuh perjalanan mengarungi benua untuk menyambanginya. Hanya untuk berdoa, beribadah, dan menyembah kepada Tuhan, Allah Swt.
Inilah kumpulan foto-foto seputar Mekkah dan Madinah. Semoga pemuatan ini dapat sedikit mengobati kerinduan kita. Foto-foto dikumpulkan dari situs berbagi foto flickr.com (dengan ijin bebas asal melink ke sumber asal). Selamat menikmati. Akan saya usahakan untuk terus mengupdate foto di situs ini.

Minaret Masjidil Haram, Mekkah. Difoto pada 10 Desember 2008.

Minaret dan Kubah Masjid Nabawi, Madinah. Difoto pada December 19, 2008 oleh Hajar Pamundi.

Ka'bah

Masjid Nabawi dari luar dilihat dari utara (pintu utama)

Suasana di dalam Masjidil Haram, Mekkah. Galon di seputar tiang adalah air zam zam yang dapat diambil setiap waktu, biasanya tersedia sudah dingin.

Masjid Aisha, Makkah, salah satu tempat jamaah memulai umrah dengan keluar ke pinggir kota Mekkah.
Sumber: Berita Foto Antara

Jutaan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia meninggalkan Jamarrat (tempat melempar jumroh) usai melempar Jumroh di Mina, Mekah, Arab Saudi, Rabu (11/12).(FOTO ANTARA/pandu dewantara)

Seorang jemaah haji menunggu waktu kepulangan saat tiba kembali di Indonesia, di Terminal Haji, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (14/12). Sebanyak 7.030 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 18 kelompok terbang (kloter) telah dipulangkan ke Tanah Air pada Minggu (14/12). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Sejumlah jemaah haji asal Jakarta tiba kembali di Indonesia melalu Terminal Haji, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (14/12). Sebanyak 7.030 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 18 kelompok terbang (kloter) telah dipulangkan ke Tanah Air pada Minggu (14/12). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Seorang jemaah haji bercengkrama dengan keluarganya saat tiba kembali di Indonesia, di Terminal Haji, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (14/12). Sebanyak 7.030 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 18 kelompok terbang (kloter) telah dipulangkan ke Tanah Air pada Minggu (14/12). (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)