Seluruh Jemaah Debarkasi Surakarta Sudah Kembali
Sumber: Antara, 10/01/09 14:32
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surakarta, H. Masyhudi, tibanya rombongan haji kloter terakhir yang mengakut 393 orang itu, merupakan pesawat sapu jagat atau membawa semua jemaah yang masih tertinggal di Tanah Suci.
“Pesawat kloter terakhir yang membawa jemaah haji dari berbagai daerah, antara lain Kota Surakarta, Kota Semarang, Pati, Kudus, Grobogan, Klaten, Tegal, dan Bloro, tiba di Bandara Adi Sumarmo Surakarta terlambat satu jam 14 menit,” katanya.
Namun, keterlambatan kedatangan rombongan kloter terakhir ini belum seberapa dibanding rombongan kloter sebelumnya yang hingga 49 jam. Keterlambatan kedatangan haji tahun ini paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya dan salah satunya akibat pesawat mengalami kerusakan.
Kedatangan rombongan jemaah haji kloter terakhir ini, salah seorang jemaah haji asal Yogyakarta, Wiknyo Harjono bin kerto Karto(72), mengalami sakit sehingga langsung dinaikan mobil ambulan dibawa ke Poliklinik di asrama haji Donohudan.
“Jemaah haji yang sakit tersebut disebabkan gangguan pernafasan dan kemudian dirujuk ke RSUD Moewardi Solo,” kata Petugas Humas PPIH Achmad Suaidi.
Achmad Suaidi mengatakan, setelah kedatangan rombongan kloter di Debarkasi Surakarta tersebut, sehingga seluruh jemaah sudah dipulangkan ke Tanah Air sebanyak 32.926 orang dari 33.032 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Jumlah jemaah haji meninggal di Tanah Suci sebanyak 95 orang, meninggal dipesawat saat perjalanan pulang empat orang, dan meninggal di Debarkasi Surakarta empat orang.
Jemaah haji yang kepulangannya pindah melalui debarkasi lainnya sebanyak lima orang, sedangkan yang masih dirawat di RSUD Moewardi Solo sebanyak tujuh orang.
Untuk jemaah haji yang tertinggal di Arab Saudi masih enam orang, karena masih menjalani perawatan di RS Kingfat Jedah, karena sakit.
Menurut Suaidi, jemaah yang masih dirawat di Jedah, nanti kepulangannya ke Tanah Air akan menumpang pesawat reguler yang beaya akan ditanggung oleh Pemerintah.
“Jemaah tersebut menjalani perawatan hingga dinyatakan sehat dan beaya juga ditanggung oleh Pemerintah,” kata Suaidi.
(*)
Tulis Tanggapan