Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Post 'Asrama Haji Rajabasa Masih Rawan Barang Hilang'

Asrama Haji Rajabasa Masih Rawan Barang Hilang

Sumber: Antara, 11/01/09 09:20

Bandarlampung (ANTARA News) – Kawasan Asrama Haji Rajabasa Kota Bandarlampung masih rawan hilang atas barang-barang bawaan para jemaah haji saat turun dari bus kembali dari Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, baik berupa tas, telepon genggam (HP), maupun uang.

Salah seorang ketua Regu jemaah haji Kelompok terbang (Kloter) 31, H Ahmad Ferhat, mengatakan, di Bandarlampung, Minggu, ada beberapa jemaahnya yang melapor kehilangan baik berupa uang, HP, maupun uang tunai saat perjalanan pulang dari Madinah ke Arsama Haji Rajabasa, Bandarlampung.

“Ada anggota saya seorang ibu-ibu yang saat turun dari bus kelihangan tas kecil, berisi uang dan HP,” kata Ferhat, yang juga salah seorang pegawai di PT Asuransi Jasaraharja itu.

Kerawanan di Rajabasa itu terjadi karena pada saat 10 buah bus yang mengangkut para jemaah memasuki halaman asrama, langsung berbaur antara jemaah dengan para keluarga jemaah yang menjemput, sehingga sulit dikenali mana yang saudara, mana yang bukan, dan kemungkinan ada oknum yang sengaja mencari kesempatan saat itu.

Sementara untuk penmgambilan koper jemaah yang terpisah sejak keberangkatan dai Madinah, relatif cukup tertib, antara lain dikumpulkan menjadi satu, ditunggui petugas Depag, dan aparat kepolsiaian, bahkan pengambilannya juga harus menunjukkan buku Paspor jemaah masing-masing.

“Walaupun pemilik koper sendiri yang mengambil, tapi kalau tidak membawa (menunjukkan) paspor koper tidak diserahkan,” kata petugas. 

Ferhat juga mengemukakan, salah satu jeamahnya ada yang kehilangan uang tunai sampai puluhan juta yang disimpannya di dalam tas, namun tas yang berisi uang dan beberapa barang bawaan itu tertinggal di bandara karena tidak diperbolehkan masuk ke pesawat saat akan terbang di bandara Madinah 28 Desember 2008 lalu.

“Waktu itu ada salah seorang jemaah yang menaruh uang di tas, tapi tas tadi ikut tertinggal bersama barang bawaan lainnya yang tidak diperbolehkan masuk karena alasan demi keselamatan penerbangan,” katanya.

Dia juga mengaku sangat menyayangkan kejadian itu, namun demikian masih bersyukur karena yang paling penting para jemaah sudah bisa kembali ke kampung halaman dengan selamat.

“Namun hal itu perlu menjadi perhatian untuk jemaah haji musim-musim haji yang akan datang,” katanya.

Jemaah haji Provinsi Lampung musim haji tahun 2008 berjumlah 6.230 orang, terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter), kloter 31 sampai dengan 44.

Setiap kloter terdiri atas 380 hingga 450 orang. Berdasarkan data Kanwil Depag Provinsi Lampung, kloter 31 berasal dari Kota Bandarlampung berjumlah 450 orang, kloter 32 Lampung Barat (428), dan Kota Bandarlampung (22), kloter 33 Bandarlampung (450), kloter 34 Lampung Timur (414) dan Kota Bandarlampung (36), kloter 35 Lampung Tengah (450).

Selanjutnya kloter 36 berasal dari Lampung Tengah (347) dan Banadarlampug (103), kloter 37 Lampung Utara (450), kloter 38 (376) dan Lampung Utara (74), kloter 39 Metro (400) dan Kota Bandarlampung (50), kloter 40 Lampung Selatan (390) dan Bandarlampung (60), kloter 41 Tulang Bawang (279) Way Kanan (145) dan Kota Bandarlampung (26), kloter 42 Tanggamus (450), kloter 43 Tanggamus (400) dan Bandarlampung (50) dan kloter 44 Kota Bandarlampung (380).

Hingga pemulangan rombongan terakhir jemaah haji asal Lampung, Rabu (7/1/09), jumlah jemaah yang meninggal sebanyak 21 orang.(*)

Satu komentar to “Asrama Haji Rajabasa Masih Rawan Barang Hilang”

  1. Mudah-mudahan di tahun-tahun yg akan datang hal seperti di atas bisa di antisipasi. tks

Tulis Tanggapan

XHTML - You can use:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Top of page