Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Post 'Puluhan Jemaah Asal Lampung Terserang Diare'

Puluhan Jemaah Asal Lampung Terserang Diare

Sumber: Antara, 31 Des 2008

Madinah (ANTARA News) – Puluhan jemaah haji dari kloter (kelompok terbang) 44 JKG asal Lampung terserang diare yang diduga berasal dari makanan yang dikonsumsi.

“Saat itu, saya langsung melarang jemaah untukmakan nasi yang kuahnya sudah berbuih itu,” kata ketua rombongan 6 kloter 44 JKG, H Junaedi, di Madinah, Rabu.

Hingga kini, jumlah penderita diare secara pasti belum ada, karena ada yang menyebut angka 20 orang, 33 orang, dan 50 orang, namun kondisi jemaah haji yang terserang diare sudah berangsur-angsur membaik.

Junaedi mengatakan jemaahnya yang menempati hotel mewah “Jawharat Alasema” lantai 11 itu terserang diare sejak Selasa (30/12) pagi WAS.

“Satu persatu, mereka merasa mual, mulas, dan mencret. Semakin siang, jumlah mereka bertambah hingga puluhan jemaah, termasuk seorang petugas kesehatan kloter,” katanya.

Menyikapi hal itu, katanya, dokter kloter melapor ke petugas kesehatan sektor yang akhirnya diteruskan ke Daerah Kerja (Daker) Madinah.

“Dokter kloter dan sektor serta para medis langsung melakukan pemeriksaan kepada para jemaah yang mengalami gejala mual dan mencret, kemudian dilakukan tindakan dini untuk menekan jumlah penderita,” katanya.

Ia mengataklan tindakan dini yang dilakukan adalah melarang jemaah makan nasi yang kuahnya sudah berbuih, karena gejala itu diduga berasal dari sayur yang disiapkan perusahaan katering.

“Petugas kesehatan juga langsung mengambil sampel makanan untuk diteliti di laboratorium, namun hingga Rabu (31/12) pagi belum diperoleh keterangan tentang penyebab dari kasus diare itu,” katanya.

Hal itu dibenarkan jemaah dari rombongan 4, Iskandar. “Walau pun sudah ada label katering yang mencatumkan kalimat ‘Sebaiknya dimakan sebelum jam 24′ tapi saat dibagi setelah salat maghrib, ternyata makanan sudah tidak layak konsumsi. Bagaimana kami mau makan, lhawong sayurnya berlendir,” katanya.

Di kamarnya, katanya, dari tujuh jemaah terdapat lima orang di antaranya yang terserang diare, sedangkan jemaah lainnya juga mengaku sama dengan antre di kamar kecil.

“Diare itu mengganggu jadwal ibadah kami,” kata jemaah lainnya, Adam.

Menanggapi hal itu, Kepala Daker Madinah Drs H Ahmad Kartono tampak langsung memberi peringatan keras kepada perusahaan katering yang diduga menyajikan makanan yang tidak layak komsumsi itu.

“Kalau tidak ada perbaikan pelayanan, saya akan merekomendasikan pemutusan hubungan kerja serta akan memperkarakan katering itu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pengelola katering mengaku telah melakukan kesalahan dan berjanji akan memperbaiki pelayanan serta memberikan ganti rugi kepada jemaah.

Pengelola katering berjanji akan memberikan kompensasi sebesar 7 riyal kepada setiap jemaah haji kloter 44 JKG asal Lampung yang terpaksa mengkonsumsi makanan di luar. (*)

Tulis Tanggapan

XHTML - You can use:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Top of page