Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Post 'Demi Oleh-oleh, 15 Jamaah Haji Rela Pulang Telat'

Demi Oleh-oleh, 15 Jamaah Haji Rela Pulang Telat

Sumber: Suara Merdeka, 27 Des 2008

Boyolali, CyberNews. Tekad sekitar 15 jamaah haji kloter 34 asal Jepara kali ini terbilang unik dan mengharukan. Mereka rela menahan rasa capai bercampur rindu bertemu keluarga di kampung halaman demi sebuah oleh-oleh. Betapa pentingnya arti cbuah tangan itu membuat para haji dan hajjah yang berusia lanjut menolak bergabung dengan 387 jamaah lainnya pulang bersama bus penjemput.

Maklum barang bawaan kloter 34 tidak terangkut oleh pesawat yang membawanya ke Tanah Air. Mereka dengan sabar menanti kedatangan pesawat berikutnya mendarat di Bandara Adisumarmo. Dengan harapan pesawat itu membawa barang bawaan.

“Kami mendengar koper-koper tidak terangkut di kargo pesawat. Padahal isinya oleh-oleh dari Arab Saudi untuk keluarga. Karena kami tidak mau mengecewakan keluarga di rumah, mendingan kami menunggunya siapa tahu pesawat yang kloter berikutnya membawanya,” tutur Akhmad Su’aidi, humas Debarkasi Adisumarmo Solo menirukan H Nur Rahmat salah satu jamaah asal Jepara di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (27/12).

Bagi Nur Rahmat dan sebagian jamaah yang selesai berhaji, pulang dengan membawa oleh-oleh merupakan sesuatu hal yang diidam-idamkan. Mereka tidak ingin pulang hanya dengan tangan hampa, meski keluarga di rumah sudah sangat lega anggota keluarganya pulang dengan selamat.

Tetapi dengan membawakan oleh-oleh bisa menjadi tanda mata sekali seumur hidup. Sebab tidak semua jamaah bisa pulang dengan membawa oleh-olehnya, karena terbentur peraturan Bandara King Abdul Aziz Jeddah yang memperketat barang bawaan jamaah.

Ternyata, kesabaran yang ditunjukkan ke-15 jamaah itu berbuah hasil. Setelah pesawat kloter 35 yang membawa rombongan haji asal Magelang mendarat di Bandara Adisumarmo pukul 03.07. Pesawat itu membawa seluruh barang bawaan milik kloter 34, termasuk milik ke-15 jamaah tadi. Hal itu diketahui, saat truk trailer pengangkut barang melakukan bongkar muat di gedung Muzdalifah asrama haji.

Wajah pucat Nur Rahmat dan sesama jamaah haji lainnya yang sudah berjam-jam menunggu koper-kopernya berubah sumringah. Mereka langsung menghampiri tas masing-masing dan membawanya ke mobil penjemput, pagi itu juga mereka tancap gas meluncur ke daerah masing-masing.

Akhmad Su’aidi mengatakan, kedatangan kloter 34 yang disertai lima anggota Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jateng juga tampil beda. Para jamaah haji pria seragam mengenakan kaifiyah (surban merah almarhum Yasser Arafat, Pemimpin Palestina).

Sementara kedatangan kloter 35 jumlahnya tidak komplit sebagaimana saat berangkat ke Tanah Suci. Dua jamaah wafat di Madinah yakni Mundjiatun binti Kartodiharjo (83) asal Kaligintung Kalinegoro Mertoyudan dan Anshori bin Muh Hadi (61) dari Kebonrejo. Sementara Muh Shodiq bin Hadi Ghozali (84) asal Candiretno Secang Magelang saat ini masih dirawat rumah sakit An-Nur Makkah setelah diamputasi kedua kakinya akibat penyakit diabetnya yang cukup parah.

(Budi Sarmun S /CN05)

Tulis Tanggapan

XHTML - You can use:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Top of page