Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Post 'Mengunjungi Peternakan Onta di Jeddah'

Mengunjungi Peternakan Onta di Jeddah

Sumber: Depag, 24 Des 2008

Jeddah, 24/12 (MCH) — Akhir pekan lalu, Tim Media Center Haji Jeddah dan beberapa petugas PPIH Daerah Kerja Jeddah mengunjungi peternakan onta yang berada tak jauh dari pusat penjualan barang bekas Haraj, Jeddah, diantara hiruk pikuk kesibukan jalan raya dan terminal mobil kontainer di kota kosmopolitan Arab Saudi itu.

Saat kami sampai di sana, puluhan onta berpunuk satu (Camelus dromedarius) terlihat berderet dalam kelompok-kelompok kecil antara enam hingga sepuluh ekor di tanah kering dan berpasir berwarna coklat muda.
Onta-onta itu umumnya dipelihara untuk diambil susunya, yang oleh penduduk di beberapa negara seperti Arab Saudi, Sudan, India dan Ethiopia dipercaya memiliki sejumlah khasiat obat.

Setiap peternak di kawasan tersebut memelihara onta-onta mereka di dalam kandang yang hanya berupa lingkaran pagar bertali dengan tinggi tak lebih dari setengah meter, dengan satu ember rumput dan satu ember kecil air.

Hampir semua peternak mengikat dua kaki depan onta peliharaannya untuk membatasi gerak mereka. Royyah, seorang laki-laki berkulit hitam asal Sudan, merupakan salah satu pemilik onta di kawasan itu.

Minggu sore, dia sibuk memerah susu onta di tengah hembusan angin kencang yang menerbangkan debu-debu halus bercampur remah-remah kotoran onta yang telah mengering. Bau pesing dan apek menajam saat angin berhembus.

Setelah selesai memerah susu, ia menutup kembali puting susu onta betinanya dengan kantung kain dan menendang seekor anak onta yang berusaha menyusu kepada induknya.

Tak lama kemudian, ia kembali membawa satu mangkuk alumunium besar berisi sekitar tiga liter susu onta dengan lapisan busa putih pada permukaannya.

Muhammad, seorang pembeli yang juga berasal dari Sudan, sudah menunggu di dekat meja kayu yang diletakkan tak jauh dari kandang. 
Royyah menuangkan cairan berwarna putih itu ke dalam kantung plastik besar dan menyerahkannya kepada Muhammad yang kemudian membayarnya seharga 40 riyal Arab Saudi.

Dari keenam onta betinanya, setiap hari Royyah, yang sejak empat tahun silam merantau ke Arab Saudi, bisa mendapatkan uang antara 300 riyal hingga 350 riyal (satu riyal sekitar Rp2.700-red).

Uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di perantauan dan keluarganya yang tinggal di Khartoum, Sudan.

Di Jeddah, Royyah dan peternak onta lainnya hanya tinggal di kemah-kemah tidak permanen yang dibuat dari selembar kain yang diikatkan pada bagian atas dari empat tiang yang ditanam di tanah kering berpasir Jeddah.

Sehari-hari mereka beristirahat dan tidur di dipan kayu atau sofa-sofa bekas yang ditaruh di kemah yang tak bisa melindungi mereka dari hembusan angin kencang berdebu yang dalam beberapa hari ini meliputi Jeddah.

Beberapa peternak lain bahkan hanya duduk di sofa-sofa dekil yang diletakkan di ruang terbuka kota.***

Tulis Tanggapan

XHTML - You can use:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Top of page