Jemaah Kloter 10 Padang Terlambat 22 Jam
Sumber: Antara, 25 Des 2008
Padang (ANTARA News) – Jemaah haji Kloter 10 debarkasi Padang, Sumatera Barat, tiba dengan selamat di Tanah Air, Jumat, walaupun terlambat 22 jam dari Bandara King Abdul Aziz (KAA).
Data bidang informasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang menyebutkan, jemaah haji asal Bengkulu itu, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 06.38 WIB, sebelumnya dijadwalkan tiba 25 Desember sekitar pukul 9.10 WIB.
Sekretaris PPIH Padang, H. Japeri, menyebutkan, 268 orang jemaah asal Bengkulu sudah kembali ke daerah asalnya sekitar pukul 14.40 WIB melalui jalur darat.
“Jumlah jemaah haji kloter-10 yang pulang sebanyak 268 orang, berbeda dengan saat keberangkatan 272 orang, plus petugas,” katanya.
Terkait, lima di antaranya meninggal di tanah suci selama melaksanakan tahapan ibadah haji, yakni Alamsyah bin Basir (62) asal Kabupaten Muko-muko, Bengkulu, wafat pada (8/12).
Selanjutnya, Abu Nawar bin Nonda (68) asal Muko-muko, Bengkulu, wafat di Makkah pada (15/12) dini hari waktu Arab Saudi, Mahmud Ihzan bin Kusnan Royadi (52), asal Muko-muko, Bengkulu, wafat pada (18/12).
Kemudian, Dahlan Dt Talut bin Sutan Syamsudin (81) asal Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, wafat di Makkah pada (20/12) sekitar pukul 16.30 WAS, Zubaidah binti Ismail asal (56) asal Bengkulu Utara wafat pada (22/12).
“Kelima jemaah haji yang wafat pada kloter 10, karena disebabkan gangguan pernafasan,” katanya.
Total jemaah haji debarkasi/embarkasi Padang wafat hingga pemulangan kloter-10 sudah tercatat 21 orang di Madinah dan Makkah, umumnya yang sudah berusia lanjut.
Jemaah haji yang terakhir wafat di Makkah, Rosmaini Rasul binti Rasul (77) wafat pada (24/12) asal Kabupaten Agam, Sumbar, tergabung pada kloter 14.
Kini jumlah jemaah haji debarkasi Padang yang sudah sampai di Tanah Air sebanyak 2.717 orang dan masih menunggu proses pemulangan tercatat 4.653 orang dari kloter 11 hingga 28.
Tulis Tanggapan