Suplemen saat beribadah haji
Sumber: Bisnis
Tanya:
Yth dr Dadang
Dok, bulan depan bapak saya akan berangkat naik haji. Beliau berusia 70 tahun, tanpa gangguan kesehatan yang berarti. Beberapa tahun lalu kadar gulanya tinggi, tetapi sekarang normal. Gangguan kesehatan paling pilek. Suplemen apa yang perlu dibawa untuk menjaga daya tahannya mengingat kami tidak tahu kondisi cuaca di sana. Bolehkan membawa cokelat atau madu untuk sekadar menambah tenaga?
Nanda, Solo
Jawaban
Yang terhormat Nanda,
lbadah haji di Arab Saudi hakikatnya ibadah fisik spiritual terencana dan terprogram. Ibadah haji selain memerlukan kesiapan spiritual juga kesiapan fisik, mental, sosial sejak di Tanah Air, perjalanan, saat melaksanakan seluruh kegiatan ibadah hingga kembali ke tanah air.
Kesehatan prima, status gizi dan kesegaran jasmani baik dan tinggi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh jemaah haji agar nyaman menunaikan ibadah haji.
Bapak Anda berusia 70 tahun, beberapa tahun lalu kadar gulanya tinggi termasuk jemaah haji berisiko tinggi (risti) menderita penyakit yang dapat mengganggu ibadah haji. Selain itu, orang berusia 70 tahun mempunyai daya tahan jantung-paru dan kekuatan otot berkurang sehingga aktivitas fisik saat ibadah haji terbatas.
Bapak Anda dalam ibadah haji, sebaiknya melakukan kegiatan ibadah wajib saja. Aktivitas ibadah sunat, bapak Anda bisa konsultasi kepada pembimbing ibadah haji dan dokter.
Bapak Anda, usia 70 tahun, jemaah haji ber-risiko tinggi (risti) diabetes mellitus harus mengonsumsi makanan alamiah, gizi seimbang, beragam dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan untuk ibadah haji.
Pola makan dianjurkan tiga kali makan utama, tiga kali makanan selingan dan sekali minum susu. Makanan utama terdiri atas makanan pokok berserat seperti nasi, lauk-pauk hewani seperti ikan, ayam, daging, lauk-pauk nabati seperti tahu, tempa, kacang merah dan sayuran, serta makanan selingan buah sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, bapak Anda minum air dengan porsi kecil dan frekuensi sangat sering. Setiap ada kesempatan minum, minumlah 1/2-1 gelas air, minum air jangan menunggu rasa haus muncul.
Bapak Anda harus menghindari makanan karbohidrat sederhana tinggi dan karbohidrat olahan tinggi yang mudah dicerna dan diserap usus. Roti halus, mi, bihun, kue-kue manis, dodol, cokelat bergula, teh manis, minuman manis bergula, soft drink, jus, manisan buah sebaiknya dihindari dan tidak dikonsumsi.
Bapak Anda harus memberi tahu kepada dokter, tim kesehatan haji bahwa beberapa tahun lalu kadar gulanya tinggi. Bawalah obat-obatan sesuai dengan penyakit yang sering diderita dan tidak perlu membawa suplemen berlebihan. Suplemen yang perlu dibawa bisa ditanyakan kepada dokter, tim kesehatan haji.
Tulis Tanggapan