Blog cerita, hikmah, dan informasi haji
Cerita Haji » Archive of 'Jan, 2007'

Info: Presiden Bentuk Tim untuk Evaluasi

Sumber: Kompas, Rabu, 03 Januari 2007

Ibadah haji Presiden Bentuk Tim untuk Evaluasi

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim evaluasi dan investigasi untuk menyelidiki persoalan pelayanan makanan bagi jemaah haji di Arafah dan Mina, Arab Saudi.

Dari hasil tim evaluasi dan investigasi itu, Presiden Yudhoyono berjanji akan menindak pihak-pihak yang bersalah dalam kegagalan penyediaan katering untuk jemaah haji tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/1). Sudi didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, yang membacakan siaran pers.

“Memang, ada laporan yang cukup lengkap dari Kedutaan Besar RI di Arab Saudi, dan laporan dari amirul haj. Memang ada ketidaklaziman seperti yang dilakukan tahun-tahun lalu,” ujar Sudi.

Ketidaklaziman yang dimaksud Sudi di antaranya memasak ataupun logistiknya yang biasanya dilakukan di Arafah kali ini dilakukan di Mina. “Itu kan tidak lazim,” katanya.

Presiden Yudhoyono akan menerima laporan seobyektif mungkin hasil tim evaluasi dan investigasi tersebut. “Jika ada yang bersalah akan diambil tindakan sesuai dengan kesalahannya,” kata Sudi.

Ditanya pers apakah Presiden akan bertindak tegas dengan menegur Menteri Agama Maftuh Basyuni, Sudi mengatakan akan menunggu hasil tim itu.

Secara terpisah, Tim Pengawas Haji dari Dewan Perwakilan Rakyat yang terdiri dari lintas fraksi mendesak Presiden Yudhoyono memberikan sanksi tegas kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni dan semua aparat terkait yang bertanggung jawab atas gagalnya pengiriman suplai logistik kepada 189.000 anggota jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Idealnya, Menteri Agama dan semua aparat terkait diberi sanksi berat,” kata Ketua Tim II Pengawas Haji DPR Hasrul Azwar yang masih berada di Mekkah kepada Kompas.

Tim Pengawas Haji DPR yang berjumlah 35 orang memiliki pandangan senada. “Semua arahnya ke Menag dan aparat terkait,” ujarnya. Pemerintah juga harus ikut bertanggung jawab atas kejadian ini, tidak cukup mengembalikan uang kepada jemaah.

Tim DPR masih terus menelusuri semua pihak terkait yang mengakibatkan gagalnya penyediaan katering jemaah haji tahun ini. “Yang jelas, menteri yang tunjuk katering. Kita juga akan cari tahu siapa saja pelaksana di lapangannya,” katanya. (HAR/SUT)

Info: Pemerintah Gagal Melayani Haji

Sumber: Kompas, Selasa, 02 Januari 2007
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0701/02/UTAMA/3210848.htm

Pemerintah Gagal Melayani Haji

Menteri Agama Dimintai Pertanggungjawabannya

Jakarta, Kompas – Pemerintah akhirnya tidak mampu mengatasi persoalan gagalnya suplai makanan dan minuman kepada sekitar 189.000 anggota jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah tidak hanya dituntut meminta maaf, tetapi juga harus bertindak tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Menurut laporan yang diterima Kompas dari sejumlah anggota jemaah, hingga Minggu (31/12) malam suplai makanan di Mina ternyata masih buruk.

Di Jakarta, fraksi-fraksi di DPR mendesak Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk mengundurkan diri karena gagal menangani pelaksanaan ibadah haji. Apabila tidak bersedia mundur, fraksi-fraksi menantikan ketegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangani berbagai persoalan.

“Perlu ada perlakuan sama. Aziddin saja diberhentikan sebagai anggota DPR karena terlibat soal katering haji, apalagi ini menyangkut perasaan umum jutaan warga Muslim. Saya tidak mau soal ini berimbas kepada Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla,” kata Priyo Budi Santoso, Wakil Sekjen Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Minggu siang, puluhan anggota jemaah haji mendatangi Kantor Daerah Kerja Mekkah. Mereka menuntut jatah makan yang sampai saat ini belum mereka terima. Dalam suasana emosional, mereka diterima oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Amirul Haj Tarmizi Taher. Beberapa anggota jemaah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan penderitaan mereka di Arafah maupun di Mina.

Ketua Tim Pengawas DPR Hasrul Azwar, Senin, mengatakan, sejumlah anggota jemaah marah kepada utusan haji Indonesia, bahkan beberapa anggota jemaah sempat merusak peralatan elektronik yang ada seperti komputer dan mesin fotokopi.

“Perusakan ini sebagai wujud kekecewaan yang tidak tertahankan lagi atas buruknya pelayanan yang diberikan pemerintah kepada jemaah,” ujarnya.

Mereka meminta ketegasan Maftuh mengenai kesanggupan menyediakan makan bagi mereka. “Saya sudah telepon muasasah. Alhamdulillah, mulai siang ini sampai besok akan ada makanan untuk jemaah Indonesia,” kata Maftuh.

Ternyata janji Menag itu pun tidak terpenuhi untuk seluruh jemaah. “Kami baru mendapat makan Minggu malam pukul 23.30. Banyak anggota jemaah yang pusing dan kembung,” kata Wahab Arief dari Maktab 57.

Sejumlah anggota jemaah agak tertolong dengan adanya makanan kering yang disediakan oleh sejumlah dermawan. “Kami belum terima makanan sampai Senin siang,” kata Niken, seorang anggota jemaah dari Bandung.

Amirul Haj Tarmizi Taher, Senin, mendatangi tenda-tenda jemaah haji Indonesia di Mina. Ia meminta kepada jemaah untuk menerima cobaan sebagai ujian memperoleh haji mabrur.

Kecaman dan penyesalan atas kegagalan pemerintah melayani jemaah haji Indonesia itu tidak hanya berdatangan dari jemaah, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat.

Kelaparan yang dialami jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina merupakan kezaliman yang tidak bisa diterima. “Itu sebabnya, pejabat penanggung jawab pelayanan haji diminta mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Saya mengetuk hati Pemerintah RI untuk secara terbuka menyatakan kesalahannya sekaligus meminta maaf secara tulus kepada seluruh jemaah haji yang menderita akibat keterlambatan katering tersebut,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi.

Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan Endin AJ Soefihara mengatakan, fraksinya berencana menggunakan hak interpelasinya terkait kegagalan pelayanan haji itu. “Persoalan laparnya jemaah ini bukan kesalahan biasa, tetapi telah merusak nama baik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ketua Partai Amanat Nasional Sayuti Asyathri mengatakan, penanganan jemaah haji oleh pemerintah memang sangat memalukan. Tak ada satu pun negara lain pernah mengalami hal seperti itu. “Ini mencoreng wajah bangsa kita,” katanya.

Memang pemerintah berjanji akan mengembalikan uang jemaah haji untuk tujuh kali biaya makan dan minum di Armina sebesar 105 riyal. “Tetapi persoalannya tidak bisa dianggap selesai,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Syarief Hasan yang turut dalam rombongan haji mengatakan, “F-PD meminta Menag harus mengakui kegagalannya dan mengundurkan diri sebagai wujud pertanggungjawabannya kepada rakyat.”

(MAM/MZW/SUT/TRI/IDR/ANT)

Info: Katering Gagal, Jemaah Haji Terlantar di Arafah

Sumber: Kompas, 30 Desember 2006

Katering Gagal, Jemaah Haji Terlantar di Arafah Presiden Yudhoyono Prihatin Soal Keterlambatan Pengurusan Makanan

:Syamsul Hadi

arafah, Kompas – Kegelisahan, kelaparan kekacauan melanda jemaah haji Indonesia yang tengah melaksanakan wukuf di Arafah, sejak Kamis hingga Jumat (30/12) malam. Selama lebih dari 30 jam mereka tidak mendapatkan suplai makanan maupun minuman.

Perusahaan katering yang ditunjuk Departemen Agama gagal menyediakan makanan dan minum untuk sekitar 189.000 jemaah haji Indonesia. Jamaah haji Indonesia tahun ini termasuk haji plus berjumlah 205.000 orang.

Padahal para jemaah haji itu bersiap mengikuti wukuf sebagai puncak ibadah haji di Arafah.

Suasana menyedihkan akibat kelaparan itu melanda maktab-maktab jemaah haji Indonesia. Mereka terpaksa meminum air ledeng untuk bertahan atau memakan sisa makanan kecil yang dibawa jemaah. Dilaporkan, beberapa orang–terutama jemaah sepuh– pingsan. Mereka yang pingsan dan lemas segera dibawa ke rumah sakit. Banyak juga jamaah yang tersesat setelah mencoba mencari makanan ke luar maktab.

“Ada pengkhianatan yang dilakukan perusahaan katering di Arab Saudi,” tegas Direktur Pembinaan Haji Direktorat Penyelenggaran Haji dan Umrah Departemen Agama M Mukhtar Ilyas di Jakarta, Jumat (29/12).

Perusahaan katering Ana Service and Suply yang menangani ransum seluruh jemaah haji Indonesia tahun ini merupakan perusahaan baru. Padahal selama bertahun-tahun sebelumnya, penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia dilakukan panitia haji setempat yaitu muassasah (yayasan per wilayah) dan maktab (kelompok per enam kelompok terbang).

Tanpa menyebut nama, Muchtar mengatakan, katering itu dipilih karena menawarkan harga lebih murah dan memiliki peralatan modern.

Biaya yang dipatok muassasah dan maktab adalah sebesar 300 riyal Arab Saudi bagi setiap jemaah untuk lima hari, yaitu satu hari di Arafah saat melakukan wukuf dan 3-4 hari di Mina saat melontar jumroh. Ransum yang disediakan berupa nasi beserta lauk pauk, aneka minuman, serta buah-buahan

Perusahaan katering baru menawarkan biaya ransum sebesar 250 riyal Arab Saudi untuk lima hari. Lebih murah (hanya) 50 riyal. Pemerintah telah memberikan uang muka sepertiga dari biaya total ransum atau senilai 9 juta riyal Arab Saudi.

Dipastikan, perusahaan katering tersebut milik seorang anggota keluarga Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

“Situasi sangat buruk. Hingga Jumat malam belum ada kepastian kapan makanan dan minuman itu bisa diterima jamaah,” kata Ketua Tim Pengawas Haji DPR Hasrul Azwar. Penunjukan katering baru itu tanpa sepengetahuan DPR.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menugaskan Menteri Agama M Maftuh Basyuni mengatasi masalah tersebut secara cepat. “Presiden prihatin atas keterlambatan makanan jemaah haji di Tanah Suci,” demikian siaran pers yang ditandatangani Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Sebagai langkah darurat pemerintah berusaha mengirim ratusan ribu mi instan. Namun itu bukan usaha mudah karena sulitnya menembus kepadatan jemaah haji di Arafah yang mencapai empat juta orang.

Pemerintah Kerajaan Saudi membagikan minuman dan buah-buahan gratis bagi jamaah. Pembagian makanan itu langsung diserbu jamaah haji Indonesia.

“Ini merupakan kejadian terburuk dalam penyelenggaraan haji Indonesia, “kata seorang petugas haji.

Dalam sambutan wukuf di tenda utama misi haji Indonesia, Dubes RI untuk Arab Saudi, Salim Segaf Aljufri mengatakan, dirinya malu karena tidak mampu melayani jemaah haji hingga terjadi masalah suplai makanan. Sambil menitikkan air mata, mengajak semua jemaah berdoa agar masalah cepat teratasi.

Sedangkan Amirul Haj Tarmizi Taher menyatakan bertanggung jawab dalam kasus itu. (idr/MAM/osd/ush/ant)

Top of page