Archive for July, 2006

Mohon Maaf

Monday, July 24th, 2006

Dengan tulisan ini, saya Arif Widianto, pendiri dan pengasuh blog Cerita Haj memohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum dapat mengupdate website ini secara intens.

Ada banyak kesibukan, baik pekerjaan dan atau kesibukan keluarga. Juga ada rencana untuk memperbaiki desain situs ini dan menambah beberapa fasilitas tambahan.

Dari berbagai komentar dan masukan, berikut informasi-informasi yang belum saya sediakan dan belum diupdate. Informasi ini saya rencanakan akan saya tulis segera setelah proses redesain selesai. Tapi, bila ada pembaca yang bisa membantu, kami dengan senang hati akan memuatnya.

  • Informasi pelunasan BPIH/ONH, saat ini sudah selesai
  • Informasi Cuaca di Mekkah dan Madinah saat musim haji nanti. Bisa kami beritahukan secara singkat, kemungkinan masih cukup dingin. Kadang kalah bisa turun salju, terutama di Madinah. Jadi, jamaah haji sebaiknya membawa pakaian hangat yang secukupnya. Pakaian ini, bisa Anda bawa ketika melaksanakan ibadah-ibadah sunnah atau ketika pergi ke masjid. Bila memakai ihram, sejujurnya, entah ini karunia dari Allah, badan rasanya cukup hangat.
  • Catatan perjalanan haji. Ini rencana saya dari awal mendirikan situs ini. Selain sebagai renungan pribadi, semoga catatan in dapat dibaca calon jamaah haji dan menjadi bekal selama di tanah suci. Semoga hal ini terlaksana dan sudah dipublikasi sebelum jamaah kloter pertama berangkat.
  • Tips-tips melaksanakan ibadah haji: 1) Ikut BPIH atau Tidak; 2) Jamaah ONH plus dan ONH biasa; 3) Tipa mempersiapkan logistik, makanan, dan bekal selama di tanah suci; 4) Tips melakukan ibadah wajib; 5) Tips melakukan ibadah sunnah dan berziarah; 6) Tips sebelum pulang.
  • Doa dan bacaan selama ibadah haji

Demikian kira-kira sekilas informasi yang akan kami tampilkan. Semoga catatan ini bisa menjadi ingatan saya, bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera ditampilkan di situs ini.

Seandainya ada dari para pembaca yang mempunyai pengalaman-pengalaman di atas, kami undang untuk menuliskan sepatah dua kata mengenai pengalamannya. Saya mempunyai keterbatasan terutama kilas balik jamaah ONH plus, mengingat saya dahulu hanya ikut ONH biasa. Mohon bagi cerita Anda di sini. Enaknya bagaimana ikut ONH plus itu, dan bila ada tidak enaknya apa?

Semoga saya segera dapat mengupdate situs ini.

Wassalam.

Info Haji: Pemerintah Tetapkan BPIH 1427 H/2006

Tuesday, July 4th, 2006

Sumber:

Informasi Haji Depag, Senin, 3 Juli 2006 4:56:23 PM

Pemerintah Tetapkan BPIH 1427 H/2006

Jakarta(MCH)–Pemerintah melalui Peraturan Presiden No.70 Tahun 2006 menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1427H/2006 untuk zona I (Aceh, Medan, Batam dan Padang) sebesar 2.753,7 dolar AS, zona II (Jakarta, Solo, Surabaya dan Palembang) sebesar 2.851,7 dolar AS, dan zona III (Makassar, Banjarmasin, Balikpapan) 2.969,3 dolar AS ditambah Rp 466.864,- untuk komponen dalam negeri bagi ketiga zona tersebut.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama H.Muhammad Maftuh Basyuni dalam keterangan pers tentang BPIH, yang berlangsung di Departemen Agama, Senin (3/7). Pada acara tersebut Menteri Agama didampingi Sekjen Dep.Agama Bahrul Hayat, Dirjen Pelayanan Haji dan Umrah, Kapus Informasi Keagamaan dan Kehumasan H.Masyhuri dan sejumlah pejabat Dep.Agama.

Menurut Menag, para calon haji dapat melunasi BPIH dan pendaftaran haji mulai 4 Juli 2006 dan ditutup pada 4 Agustus 2006 melalui bank-bank penerima setoran BPIH tempat calon haji berdomisili.

Jika dibanding dengan BPIH yang lalu, kata maftuh, BPIH tahun ini mengalami kenaikan untuk zona I 121, 3 dollar AS, Zona II 119, 3 dollar AS, dan Zona III 126,9 dollar AS. Sedangkan komponen rupiah biaya dalam negeri mengalami penurunan sebesar Rp 255.463,-

Menag mengatakan, BPIH dibayar dalam mata uang rupiah sesuai kurs jual transaksi Bank Indonesia yang berlaku pada hari tanggal pelunasan. Jika dibandingkan dengan kurs pada masa pelunasan tahun yang lalu sebesar Rp 9.800 per USD dan hari ini sebesar Rp 9.220 per USD maka pembayaran BPIH dengan rupiah rata-rata mengalami penurunan sekitar 712.775,-

Menag menyatakan, kenaikan BPIH tersebut disebabkan kenaikan plafon sewa pemondokan dari SR 1.550 menjadi SR 2.000,- berati terjadi kenaikan SR 450 setara 120 dollar AS. ”Jika plafon pemondokan tidak dinaikkan maka hakekatnya BPIH tahun ini sama dengan tahun lalu, ” kata Menag.

Dengan besaran BPIH tersebut, kata Menag, Pemerintah akan meningkatkan pelayanan pemondokan di Arab Saudi, pemberian katering di airport Jeddah dan terminal Hijra Madinah, angkutan pemondokan ke Masjidil haram bagi yang memperoleh pemondokan jarakanya di atas 1.200 m, serta pembentukan unit pelayanan kesehatan maupun ibadah di setiap maktab.

Sedangkan untuk Biaya Penyelengaraan Ibadah haji Khusus (PIHK) ditetapkan minimal sebesar 4.500 dollar AS dibayarkan calo haji kepada Penyelenggara yang telah mendapat izin Menteri Agama dan ditambah Rp 405.000 untuk pembayaran administrasi bank, asuransi dan operasional dalam negeri, pengadaan paspor, buku bimbinganb, buku manasik, pemvisaan dan perbekalan haji. Pelunasan Haji Khusus dimulai 31 Juli 2006 sampai dengan 4 Agustus 2006. (ts)

Info Haji: Seragam Jemaah Haji Indonesia

Tuesday, July 4th, 2006

Sumber:

Informasi Haji Depag, Rabu, 28 Juni 2006 1:03:53 PM

Jakarta(MCH)–Dalam rangka memberi identitas dan jati diri jamaah haji Indonesia di mata bangsa lain saat pelaksanaan ibadah haji tahun 1427 H, dikeluarkan ketentuan umum untuk seragam jemaah haji Indonesia, dengan warna baju seragam hijau telur bebek. Hal itu diungkapkan Direktur Pembinaan Haji Drs.H.Muchtar Ilyas, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Muchtar, ketentuan warna seragam tersebut diberlakukan hanya untuk baju atasan saja, tidak ditentukan model dan bentuknya baik bagi jemaah pria maupun wanita. Pada baju seragam tersebut, di dada sebelah kiri atas terpasang label bendera merah-putih dan di bawahnya bertuliskan Indonesia.

Untuk menunjukan daerah asal jemaah, kata Muchtar, nama daerah provinsinya dicantumkan di bawah tulisan Indonesia. Identitas baju seragam tidak boleh memuat tulisan-tulisan lainnya selain yang telah ditentukan. Namun demikian, diperbolehkan memakai tanda-tanda lain yang tidak berbentuk tulisan dengan syarat harus terpisah dari baju seragam, misalnya slayer tanpa bertuliskan apapun.

Muchtar mengatakan, baju seragam itu dipakai sejak pemberangkatan, setiap pergi ke masjid baik di Mekkah maupun di Madinah, ziarah dan pada saat pemulangan. Untuk di Arafah, seragam dikenakan hanya oleh jemaah wanita, sedangkan jemaah pria tetap mengenakan pakaian ihram. (ts)