Rangkuman Berita tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2006
Banyak pembaca yang menulis dan bertanya kepada kami tentang informasi Ongkos Naik Haji (ONH) atau saat ini dikenal sebagai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2006. Berhubung informasi yang kami himpun belum tuntas dan akurat, dan pemerintah juga belum menetapkan angka resmi BPIH tahun ini, kami menunda hingga kami mendapat data-data dan informasi yang lengkap. Tapi kami rasa informasi rangkuman informasi berikut dapat kami bagi kepada pembaca semua.
Ongkos Naik Haji Kemungkinan Naik
Sumber: Kompas, Jakarta, Selasa
http://www.kompas.com/utama/news/0605/10/011918.htm
Komisi VIII DPR RI dan Departemen Agama (Depag) menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar 1.145,73 dolar AS dan Rp830.000 per jemaah, namun biaya itu belum termasuk komponen penerbangan yang komposisinya mencapai 45 persen dari BPIH dan living cost (biaya hidup di tanah suci).
“Kami sudah tawar-menawar dengan Garuda, Saudi Arabian Airlines, bahkan Air Asia, tetapi tetap belum ada keputusan, mereka tak mau lagi menurunkan tarifnya. Kementerian BUMN belum menjawab,” kata Menteri Agama Maftuh Basyuni di depan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (9/5) malam.
Komponen BPIH sebesar 1.145,73 dolar AS dan Rp830.000 itu terdiri atas biaya langsung (direct cost) sebesar 1.127.07 dolar AS dan Rp457.913 serta biaya tidak langsung (indirect cost) 18,67 dolar AS dan Rp363.869,26 dan program public relation Rp13.216,84. Angka itu juga belum termasuk living cost 1.500 Riyal (400 dolar AS), juga freeseat 11,15 dolar AS dan safeguarding sebesar satu persen dari BPIH.
Tahun lalu, BPIH untuk zona I sebesar 2.632,44 dolar AS, zona II
2.732,44 dan zona III 2.842,44 dolar AS dan komponen dalam negeri Rp722.327 untuk ketiga zona, namun angka itu sudah termasuk komponen penerbangan dan living cost.
Dengan demikian tarif BPIH 2006/1427H kemungkinan naik lebih dari 100 dolar jika angka tersebut memasukkan living cost dan komponen penerbangan seharga tahun lalu.
Dikatakan Menag, pihaknya telah meminta tarif penerbangan kepada Garuda minimal seperti tahun lalu yakni zona I (Aceh, Medan, Batam) sebesar 1.235 dolar AS, zona II (Jakarta, Solo, Surabaya) 1.335 dan zona III (Makassar, Banjarmasin, Balikpapan) 1.435 dolar AS.
Namun demikian, Garuda tak bersedia menurunkannya dan bertahan dengan tarif 1.279 dolar AS untuk zona I, 1.379 untuk zona II dan 1.479 dolar AS untuk zona III dengan alasan naiknya harga BBM, ujarnya.
“Untuk menurunkan tarif komponen penerbangan bahkan pihaknya telah menawar Air Asia, namun harga final yang bisa diberikan Air Asia rata-rata 1.463 dolar AS, malah lebih mahal dari Garuda,” katanya.
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI meminta Depag terus bernegosiasi dengan PT Garuda Indonesia dan Saudia Arabian Airlines untuk menurunkan harga komponen penerbangan dalam BPIH.
Hal ini karena sekarang ini dolar sudah turun menjadi Rp8.700 per dolar AS, bandingkan dengan kurs dolar tahun lalu sebesar Rp9.500, jadi seharusnya tarifnya turun, kata anggota DPR Zulkarnain Jabar.
May 26th, 2006 at 7:49 am
Ass. wr. wb
Pak saya bingung baca informasi halaman 4 ini, saya lihat tanggal diatas 23 May 2006 tetapi saya lihat tulisannya sepertinya informasi untuk tahun lalu….
Wassalam,
Meli
May 26th, 2006 at 9:48 am
Maaf Ibu Meli dan pembaca lainnya, memang berita tersebut adalah berita tahun 2005 (seperti sudah kami kutip dari Kompas 11 Juli 2005). Tapi kami rasa berita tersebut masih laik ditampilkan mengingat informasinya juga berguna, yakni tentang pelunasan ONH 2006.
Demikian, harap maklum.
May 29th, 2006 at 8:32 am
bukankah pertanggal 29 MAy 2006 ini sudah ada yang baru mengenai biaya ONH ? tolong dong di update berita terbaru.
Hormat kami
Iwan S