Info Haji: Depag Diminta Tidak Monopoli Penyelenggaraan Ibadah Haji
Depag Diminta Tidak Monopoli Penyelenggaraan Ibadah Haji
Muhammad Atqa - detikcom
Jakarta - Departemen Agama (Depag) diminta tidak memonopoli penyelenggaraan ibadah haji. Depag semestinya hanya menjadi regulator. Sedangkan penyelenggaraan ibadah haji ditangani muasasah atau lembaga tertentu.
Dengan demikian, manajemen ibadah haji dapat ditangani secara profesional, sehingga tarif haji bisa lebih murah dibandingkan negara lainnya, seperti Malaysia.
“Peran Depag lebih banyak mengurusi 205 ribu jamaah haji setiap tahunnya. Kasus Ambon, Poso, dan masalah agama lain yang muncul itu karena Depag tidak fokus, malah lebih fokus ke masalah haji,” kata Dirut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Bahauddin Tonti di kantornya, Gedung Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/4/2006).
Dia menegaskan, sudah waktunya DPR mengeluarkan UU, di mana penyelenggaraan ibadah haji diselenggarakan suatu lembaga atau wadah. Ini agar lebih transparan dan mempermudah mekanisme kontrol. Karena akan diawasi oleh parlemen sebagai wakil rakyat dan auditor yang independen.
Dia menambahkan, dalam penyelenggaraan haji selama ini, semua biaya diambil dari ONH para calon jamaah haji. Seperti biaya kesekretariatan, biaya transportasi panitia, komunikasi, hingga staf Depag yang berhaji dengan gratis.
“Tapi ironisnya mereka malah mempersulit jamaah dan menjadikan peluang untuk mencari keuntungan pribadi,” kata Bahauddin.
Dia menjamin apabila Depag menyetujui hal ini, maka biaya haji akan lebih murah, karena biaya pemondokan, katering, transportasi, hingga pencetakan buku panduan haji bisa ditekan harganya. “Intinya banyak efisiensi yang dilakukan. Kalau ONH sekarang Rp 25 juta itu bisa ditekan lagi,” katanya.(umi)
April 20th, 2006 at 12:49 pm
Saya setuju apapun yang terbaik untuk kemaslahatan umat seyogyanya harus diperjuangkan, apalagi ibadah haji…dimana seharusnya tidak dijadikan lahan bisnis karena haji adalah ibadah dan orang yang membantu pelaksanaan haji Insya Allah akan menjadi ibadah pula.
Mudah - mudah ONH tahun ini tidak akan naik……karena Insya Allah saya dan suami dipanggil ke Baitullah tahun ini.
Dalam hati saya berniat untuk mendo’akan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang segera terlepas dari berbagai musibah yang ada sekarang dan akan menjadi lebih baik lagi di waktu mendatang.