Hidayah Haji Selagi Muda
Ini adalah kiriman cerita pengalaman seorang pembaca kita yang ada di Jakarta. Mas R, demikian saja kita sebut dirinya, sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan IT di daerah Jakarta pusat. Suatu waktu, karena pekerjaannya yang bagus, ia mendapat bonus dari perusahaannya. Dari sinilah ia bercerita tentang bagaimana hatinya mantap menunaikan panggilan untuk naik haji, biarpun masih bujangan dan indekos. Mas R lahir pada 1973. Ia naik haji pada awal 2004. Di Tanah Suci, ia diberi petunjuk Allah dengan menemukan “jodoh”-nya. Lebih jelasnya, selamat membaca ceritanya.
Cerita Pengalaman Haji Muda
Oleh Mas R di Jakarta
Pada awal 2003, alhamdulillah saya mendapatkan bonus dan insentif karena performance kerja saya bagus. Saat itu saya sama sekali tidak mempunyai rencana mau diapakan uang itu. Tetapi kemudian separuh dari uang itu saya berikan kepada orang tua saya di kampung.
Saat itu saya masih bujangan. Saya tinggal indekos di daerah Setiabudi. Kebetulan indekos saya tersedia fasilitas langganan koran Kompas. Sekitar akhir Mei 2003, secara kebetulan saya membaca iklan training ESQ dari Kang Ary Ginanjar di koran itu (berbeda dengan sekarang, saat itu iklan training ESQ berukuran sangat kecil dan sehingga tidak “eye-chatching” seperti sekarang yang seperempat halaman sendiri. Saya yakin bahwa hanya pembaca yang teliti dan cermat saja yang bisa melihat iklan tersebut. Saya merasa, bahwa sepertinya Allah memang mengatur agar saya bisa melihat iklan tersebut). Saya sendiri sebelumnya memang pernah mendengar tentang buku ESQ, tetapi saat itu saya cuman berpikir bahwa buku ESQ tidak ada bedanya dengan buku-buku motivasi lain seperti “Seven Habit” karangan Steven Covey atau buku-buku lainnya.
Malam harinya, ayah saya di kampung (Kendal) menelpon saya untuk dibelikan buku karangan Ary Ginanjar Agustian (judulnya Emotional Spiritual Quotient atau ESQ) dan ayah saya minta dikirimkan ke kampung. Ayah saya sudah 8 tahun menderita stroke (sehingga lumpuh separoh); kegiatan sehari-harinya sebagian dihabiskan untuk membaca. Akhir pekan kemudian saya pergi ke toko buku Gramedia di Mal Taman Anggrek (saya memang hobi membaca gratisan di toko buku) dan sekilas telah membaca buku ESQ tersebut sebelum mengirimkannya ke ayah saya via paket pos.
Sepertinya ada kekuatan yang mendorong saya untuk ikut training ESQ, sehingga saya kembali berusaha untuk mencari-cari iklan yang pernah saya lihat dulu di koran Kompas (lumayan juga mengaduk-aduk tumpukan kroan itu, dan alhamdulillah saya bisa menemukan iklan tersebut). Padahal kalau saya ingat-ingat lagi, koran di kos saya biasanya akan “menghilang” diambil oleh anak-anak. Jadi, saya merasa Allah memang menghendaki saya untuk ikut training tersebut, walau bayarnya lumayan mahal; sebagian besar peserta training saat itu karyawan kantor yang ditugaskan perusahaan.
Alhamdulillah, Allah membuka hati saya. Allah memberikan hidayah melalui training itu. Di training itu, saya dibuat sesadar-sadarnya tentang betapa besar kekuasaan Allah dan betapa beraninya saya “mengecilkan” Allah, betapa beraninya saya melanggar larangan Allah dan tidak menaati perintah-perintahNya. Sudah lama saya tidak bisa menangis jika ingat Allah, tetapi di training itu, saya tidak malu-malu untuk menangis sekeras-kerasnya menyadari betapa zalimnya saya ini.
Perubahan drastis saya rasakan setelah training itu: saya jadi berlama2 untuk sholat dan menyimak kata per kata bacaan-bacaan di dalam sholat, sehingga sering menangis di dalam sholat seolah-olah saya merasa Allah yang Maha Kuasa berada di depan saya. Saya jadi rajin untuk sholat lima waktu berjamaah di masjid. Teman-teman kos lama-kelamaan melihat perubahan di dalam diri saya, karena setiap main Playstation bareng-bareng, saya minta ijin berhenti sebentar main saat azan berkumandang untuk sholat berjamaah sebentar. Setelah pulang dari masjid, saya kembali melanjutkan main lagi. Memang, saat itu saya bujangan, belum punya pacar dan tinggal di kos, aktivitasnya paling-paling main playstation bareng atau jalan ke mal. Saya heran dengan betapa luar biasanya hidayah yang datang kepada saya tersebut, sehingga saya merasa di manapun saya dan kapan pun, saya merasa Allah berada di depan saya dan selalu mengawasi saya. Saya merasa Allah bisa mencabut saya sewaktu-waktu. Tetapi pada dasarnya, tidak ada perubahan di dalam diri saya dalam hal pergaulan dengan teman-teman atau dalam lingkungan kerja saya, karena semuanya saya jalanin dengan apa adanya seperti sebelumnya, dan memang saya tidak punya teman curhat mengenai gejolak perubahan spiritual di dalam diri saya ini.
Pages: 1 2
January 30th, 2006 at 5:51 pm
Mas R, karena Gusti Allah mengilhamkan istri sewaktu haji berarti sampeyan dapet karunia dan amanah yang besar. Didikan Gusti Allah apapun selama haji adalah peringatan untuk seumur hidup. Selamat yah Mas, kami berdoa keluarga sampeyan sakinah, mawaddah, warohmah.
Salam,
PS: Saya jg ‘diminta’ nikah dengan seseorang (istri saya sekarang) melalui mimpi
January 31st, 2006 at 8:03 pm
Allah Maha Besar….memang kalau kita benar2 sudah bisa menjalankan ibadah haji kenapa ga????? siaplah Insya Allah abi oge bade ka haji amin….sok du’akeun sajah yaaaaaaa
February 3rd, 2006 at 3:40 pm
Cerita Haji Blog
http://www.ceritahaji.com/...
February 21st, 2006 at 12:20 pm
Alhamdulillah setelah mendengar cerita yang dikemukakan di atas, saya hampir menangis dan menitikkan air mata karena saya sendiri jg telah mengalami haji waktu muda (tahun 2003), dan dengan saat yg sama pula saya tidak menyangka kalau saya bisa haji padahal keuangan keluarga saat itu pas2 an dan klo dipikir secara logika saya tidak bisa berangkat haji tetapi Alloh menghendaki lain terhadap diri saya, sehingga takdir untuk menjadi tamu Alloh datang begitu cepat tanpa disangka2. Dan hikmah yang saya dapatkan dari haji juga saya rasakan saat ini seperti yang telah diceritakan diatas, yaitu hampir semua doa yang saya panjatkan di tanah suci Mekkah Al Mukarromah dikabulkan oleh Alloh SWT. Semoga cerita tersebut dapat kita jadikan hikmah dan sebagai pemicu bagi orang2 islam yang mampu untuk menunaikan ibadah haji untuk segera menunaikan ibadah haji. Amiienn
Dan tetap diniati karena Alloh ingin mencari pahala dan surga Alloh selamat dari adzab dan siksa neraka…
Amiiin ya Robbal ‘Alamiin
February 23rd, 2006 at 3:18 pm
smoga hidayah allah selalu menyertai kita semua
March 15th, 2006 at 3:53 pm
Saya iri sama sampeyan Saudaraku…saat usia 20an saya sering bermimpi berada di tanah suci, tapi hingga saya berkeluarga belum juga kesampaian berangkat ke tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang saya memasuki usia 30an, mudah-mudahan saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa menunaikan haji saat saya masih muda. Amin.
March 29th, 2006 at 2:00 pm
subhanallah allah maha kuasa, saya terharu membaca cerita mas R, semoga allah SWT memberikan kel mas R keselamatan dunia & akhirat dan cerita ini mudah-mudahan mennjadi panutan untuk kita umat islam semua. Dan semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua seperti allah SWT memberikan hidayahnya untuk mas R
April 6th, 2006 at 8:18 am
wahhh aku baru sma saja sudah merasakan betapa luar biasa nya Allah yang selama ini aku “permainkan” tobat trus dosa lagi …. aku nggak tau sampe kapan seperti ini aku bingung hanya saja aku berusaha mencari jalan terbaik.hari ini aku diuji yang berat , mudah2an Allah memberikan jalan terbaiknya … amien
add friendster streptovcoccus@yahoo.com
April 6th, 2006 at 4:06 pm
Assalamualaikum Mas , Saya juga tersentuh dan berasa sebak membaca kisah Mas. Begitulah andainya Allah s.w.t. ingin memberi hidayah kepada umatnya. Sungguh, kita terasa sangat kehadirannya dan betapa Allah s.w.t. amat menyayangi diri kita dan mendengar kata hati kita. Semoga kit asemua dirahmati Allah swt
April 21st, 2006 at 9:40 am
assalamualaikum mas, saya iri sekali dengan apa yang telah sampean dapat. saya berharap dalam waktu dekat ini saya bisa ketularan berangkat ke tanah suci. saya juga minta doa dari semua yang membaca, semoga saya diberi jalan untuk pergi haji, amin
pulung nugroho magelang
April 24th, 2006 at 10:55 am
Subhannallah. Allahuakbar. cerita tentang bagaimana niat seseorang untuk menunaikan ibadah haji bermacam-maca. Paling sering yang kita dengan tentang kata-kata mustahil dari seseorang apakah dia mampu menunaikan ibadah haji.
Sekarang bertambah lagi pengalaman saya membaca cerita tentang pegalaman orang ketika berhasil menunaikan ibadah haji.Saya juga ingin berbagi cerita untuk semua saudarku kaum muslim di seluruh dunia agar tidak berkecil hati, dan tetap mempunyai keinginan dan kemantapan niat untuk pergi haji. Allah maha kaya dan Maha Tahu akan niat hambanya.
Ibu saya, sudah lama memendam keinginan menunaikan ibadah haji. Tiada pernah ada kata-kata putus asa dalam berdoa memohon kekuatan untuk bisa melaksanakan niatnya.
Jumát, 4 Februari 2005, malam, ada kabar bahwa Ayah mendapat rezeki yang tidak disangka. Beliau mengabarkan kepada ibu saya untuk mempersiapkan diri berangkat ibadah haji.( Waktu itu Ibu saya sedang terbaring, sakit pada kakinya yang menyebabkan kesulitan jika untuk berjalan). Saking senangnya beliau melupakan sakitnya tersebut.
Menurut rencana uang untuk pendaftaran baru bisa diambil hari senin.(karena Sabtu dan Ahad bank tutup).
Senin, 7 Februari 2006. Ibu menunjukkan kesungguhan niatnya untuk mantap pergi haji. Beliau sudah berangkat lagi bertugas mengabdikan diri untuk lembaga pendidikan kanak-kanak di kampung kami walaupun beliau berjalan sambil terseok-seok.
Allah berkehendak lain. Di jalan sempit yang sepi, ada seorang ibu muda yang sedang belajar naik mobil. Ibu saya ditabrak ibu tersebut dan terluka pada kepala beliau.Beliau koma. ( Menurut cerita orang-orang yang melihat, Ibu saya sudah tengok kanan-kiri sebelum menyebrang jalan).Ibu dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Ibu belum pernah sadar sampai Allah memanggilnya hari itu juga, tanpa pernah berpesan dan wasiat kepada anak-anaknya. Segudang harapan dan niat baik yang telah beliau susun sedemikian rupa telah kembali kepada Allah.
Kenangan terakhir saya bercakap dengan beliau pada malam hai sebelum peristiwa itu terjadi. Beliau sempat titip dibelikan bakmi rebus yang sedianya digunakan untuk makan sahur.(beliau sudah lama menjalankan puasa sunnah senin-kamis).
Niat beliau untuk pergi haji tergantikan oleh saya. Saya berdoa kepada Allah semoga setelah pulang haji nanti, masih diberi kekuatan untuk pergi haji lagi. Menghajikan ibu saya.
Nasrum minallah
Wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Uun R. Damayanto
Karangkajen-Yogyakarta
Hp : 081578125363
Pengin tambah temen dan Saudara
April 26th, 2006 at 5:31 pm
saya turut berduka cita atas musibah yang antum alami,semoga saja allah swt.menerima haji yang sudah terbetik dalam hati bundamu.amin. dan semoga antum akan tabah menghadapi semua cobaan yang menimpa. Pesaan saya : Hajikanlah bundamu jika engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri. Semoga engkau sendiri selamat sampai tujuan,dan bisa kumpul kembali bersama keluarga yang kau cintai.
May 1st, 2006 at 10:29 am
wah… hebat betul kekuasaan Allah, tiada satu pun yang mampu menduga ataupun mencegah, sejujurnya mas selama ini saya bertarget sebelum umur 30th-an (saat ini saya berumur 20 th, baru lulus D III) saya berniat menghajikan kedua orang tua dari suami dahulu (maaf sebelumnya saya belum menikah) kedua orang tua saya, baru kemudian saya dan suami, karena saya khawatir mereka tengah uzur dan belum sempat berhaji.Tapi keraguan saya, sampai saat ini saya belum mendapat pekerjaan dan insya-Allah calon suami saya hanya tamatan SMU saja. doakan saya yach semoga cita-cita saya terkabul.
May 1st, 2006 at 11:32 am
Insya Allah Ibu-nya Mas Uun mendapatkan khusnul khotimah.
Udah selesai kuliah di UIN SUKA, Mas Uun?
May 15th, 2006 at 12:20 pm
Assalamu’alaikum . allahamdulillah saya bisa membaca hidaya tentang haji, saya sangat berterimakasih sekali, mudah-mudahan niat saya bisa terkabul dengan membaca cerita ini, yang merupakan kisah nyata
Walaikum salam Wr.Wb
May 23rd, 2006 at 8:59 am
assalamualaikm,,
subhanallah, Allahuakbar,,, pagi ini saya membaca cerita saudara2ku, lewat website yg ga sengaja saya buka, terus terang saja saya jadi tergetar hatisaya, mata saya berkaca, subhannallh,, pengen skali rasanya untuk menunaikannya, insyaallah ini menjadi cita2 terbesar saya stelah kedua orangtua saya terkabul, dan tentunya cita2 saya saat ini mendpatkan jodoh saya,,
lukman28,jogja
08562547030
wassalam,,,
May 23rd, 2006 at 4:34 pm
Semoga anda yang muda-2 dapat terinspirasi dan tergugah jiwanya, seperti yang dialami oleh Mas R. Janganlah rendah diri pada saat belum dilapangkan rejeki oleh Allah, tetapi jangan pula sombong pada saat menerima kelebihan rejeki dari Allah. Ketahuilah Allah itu sangat luas rejeki dan karunianya, tidak usah takut tidak berangkat haji, kalau Allah sudah membukakan hati dan rejeki, tidak ada suatu makhlukpun yang dapat menyempitkannya.
July 3rd, 2006 at 11:21 pm
Insya ALLAH tahun ini saya pergi haji dan umur saya 40 thn
apa masih muda?
July 21st, 2006 at 9:44 am
MasyaALLAH saya sangat terharu dengan cerita Mas R hati saya tersentuh dan terharu ternyata Allah sangat besar kasihNya kepada hamba2Nya yang mau dan ikhlas mencari ridhanya.
July 24th, 2006 at 1:05 pm
Subhanallah.Sungguh bila Allah menghendaki maka tak ada satupun aral yg menghalangi. Saya ada niat memberangkatkan Ibu yg sudah sepuh dgn uang hasil penjualan rumah satu2nya peninggalan Alm Bapak, sekarang ibu ikut dgn saya, sedangkan 8 sdr saya (sdh keluarga semua) hidup dalam keadaan kekurangan. Apakah rencana tersebut cukup baik? atau arogansi seorang anak yg blm mampu memberangkatkan ibunya dgn dana sendiri?
mohon tanggapan to : jodith_morita@plasa.com
August 11th, 2006 at 4:48 pm
Mas/Mbak Sam,
apa sudah mendaftar ke depag atau masih tahap niat? insya Allah, kalau masih niat, bersegeralah utk mendaftar utk mendapatkan kepastian keberangkatan. setelah mendapat “kursi”, insya Allah niat yg ada di hati semakin hari akan semakin kuat
September 2nd, 2006 at 11:58 am
Subhannallah,anda memang hebat mas R,saya terharu,sungguh2 terharu… Mudah2an cerita anda menjadi motifasi anak muda lainnya dizaman yg sdh amburadul begini.Bravoo mas R.
September 12th, 2006 at 8:51 pm
Membaca cerita-cerita yang ada di situs ini membuat saya meneteskan air mata. Ya Alloh limpahkan rahmat dan hidayah-Mu kepada kami, agar dapat menunaikan rukun Islam ke-5. Amin.
October 18th, 2006 at 12:29 pm
Assallamualaikum
Sungguh Allah Maha Segala-galanya, siapa yang tidak ingin pergi ke Rumah Allah, Alangkah bahagianya mereka yang tidak di sangka2 mendapat Undangan dariNYa pergi kr Tanah Suci. Saat ini hidup saya masih pas-pasan, tapi saya dan keluarga ingin sekali pergi haji jika Allah SWT mengizinkan. Amin
Wassalam
November 1st, 2006 at 2:30 pm
Sedikit berbagi kepada semua;
Ayah saya terkena stroke pada awal tahun 1990 dan mulai itu juga ibu saya merawatnya sampai pada pertengahan 2004, Allah SWT memanggil ayah saya ke-haribaanNYA. Dapat dibayangkan hampir 15-16 tahun Ibu saya merawat ayah saya dalam kondisi lumpuh. Namun Alhamdulillah, dengan sakitnya ayah saya, pada masa sakit itu, ayah saya berkemauan keras untuk puasa, shalat, tahajut dan ibadah-ibadah lain. Jadi sakitnya ayah ada hikmah tersendiri bagi beliau. Singkat kata, dari masa sehat fisik tapi tidak pernah shalat/puasa ke masa sakit dengan kehidupan relugius. Setelah ayah saya meninggal, Ibu kami-kami, anaknya ada sedikit rezeki dan mampu memberangkatkan Ibu utk pergi haji. Pada waktu itu Ibu saya daftar pada bulan May 2005 dengan nomor daftar 26 ribu sekian-sekian. Dan pada waktu itu utk DKI kebagian 13 ribu-an sekian. Dengan semangat tinggi, Ibu saya berusaha ke Depag (mohon ma’af tanpa ada uang tambahan sama sekali) dan Alhamdulillah dapat berangkat pada tahun yang sama. Dan setelah itu, semakin bahagia dan dewasa dalam ibadah diantara anggota keluarga kami. Dan semoga Allah swt selalumemberikan rahmat, hidayah serta nimat Islam serta keselamatan dunia dan akhirat kepada kami dan seluruh umat muslim. Dan semoga kita semua dijauhkan dari fitnah dan bahaya fitnah. amin.
November 15th, 2006 at 6:01 pm
Assalamualaikum
Salam Dari Malaysia
Indah ya pengalaman saudara itu..
i am inspired…
November 18th, 2006 at 8:55 am
Subhanallah…! Sebuah pengalaman spiritual kadang memang datang bila hati kita ikhlas dalam berniat dan melakukan sesuatu perbuatan yang baik. Ada kalanya kita tidak meminta pun tapi Allah telah memberikan pilihanNya bagi kitanya.
Saya pun berazzam untuk menunaikan haji usia muda, sebagai sebuah kerinduan dan panggilan untuk menjadi tamu agung kelak. Semoga do’a saya dikabulkan.amin.
Tetaplah beramal dalam kebaikan dan penuh keikhlasan..
November 21st, 2006 at 2:50 pm
Subhanallah…..!!! aq langsung menitikan air mata karena sangat terharu akan kisah Mas R. Semoga kita semua terpacu semangatnya untk lebih keras lagi mendekatkan diri pada Allah SWT.
November 21st, 2006 at 4:26 pm
Assalamualikum
subahanalloh
sugguh besar rahmat allah
sebenar ya saya inggin sekali naik haji
saya juga mau menaikan haji kepada ibu saya
saya inggin sekli kalo ibu saya naik haji
sungguh
bahagianya saya……..
mudah2han pa yang saudar rasa kan bisa di rasakan oleh
ibu saya,
wassalam
November 28th, 2006 at 2:49 pm
Assalamu’alalikum Wr.Wb.
Untuk Ikhwatifillah…..untuk saudara -saudaraiku se-iman bergetar dada ini dan tak sanggup saya membacanya, menetes air mata saya. Melihat kebesaran Allah yang di tunjukan ke antum - antum sekalian.
Masya Allah, Subhannalloh, mudah - mudahan bisa menambah semangat untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.
Saya berdoa kepada Robbul Izzati, Ya Allah hambu ya fakir ini memohon kepada Engkau Ya Rabb, jangan engkau panggil dulu orang tua kami, perkenankan kami dan berilah kami kemudahan dengan limpahan rezeki yang halal ini hambu-Mu bisa memberangkatkan ibu dan ayah kami ke Baitullah..
Hari demi hari,,,,saya masih seperti ini,,,saja,,,,,Ya Allah berikanlah hamba-Mu jalan keluar dari ini semua. Agar saya bisa memberangkat orang tua kami.
Mudah - mudahan apa yang kami niatkan di kabulkan oleh Allah SWT.
saya memohon doa dari temen 2x sekalian kiranya Allah memberikan kemudahan saya dalam memberangkat Ibunda kami ke tanah suci mekah. Amin Ya Rabbal Alamin.
dari :
Abubakar As Salam yang senantiasa mencari keberkahan dari Allah SWT.
dan mencari temen 2x sejati, temen pillihan Allah.
Kemang - Jakarta Selatan, 28 Nov 2006