Hidayah Haji Selagi Muda

Saya bekerja di perusahaan IT (information technology) jadi wajar sekali bahwa di dalam bekerja sehari-hari saya menggunakan internet. Suatu hari kebetulan saya membuka satu website (saya lupa, tetapi intinya sih seperti yang ada di web site Departemen Agama) tentang larangan menunda-nunda haji, isinya semacam ini (saya mengutip situsnya Depag):

  • Alasan mereka dalam menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak boleh ditunda bagi orang yang telah mampu dan memenuhi syarat adalah firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran (3) ayat 97 dan surah al-Baqarah (2) ayat 196 di atas. Tuntutan untuk menunaikan ibadah haji itu adalah tuntutan yang sifatnya segera, karenanya, tidak boleh ditunda.
  • Alasan lain yang mereka kemukakan adalah sabda Rasulullah SAW: “Segeralah kamu melaksanakan ibadah haji, karena tidak satu orang pun di antara kamu yang mengetahui apa yang akan terjadi” (HR. Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas). Bahkan dalam hadis lain Rasulullah SAW seakan-akan mengecam orang yang menunda-nunda ibadah hajinya. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang tidak dalam keadaan sakit, tidak dalam kebutuhan atau kesulitan mendesak, atau tidak dihalangi penguasa yang lalim, lalu ia tidak menunaikan ibadah hajinya, jika ia mati maka ia bebas memilih untuk secara Yahudi atau secara Nasrani” (HR. Sa’id bin Mansur, Ahmad bin Hanbal, Abu Ya’la, dan al-Baihaki dari Abu Umamah, tetapi salah seorang periwayatnya daif). Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Imam at-*Tirmizi, yang salah seorang periwayatnya juga daif.

Setelah saya membaca website itu (sekali lagi, entah web site apa itu, saya sudah lupa), saya introspeksi dengan diri saya sendiri: Apakah tabungan saya cukup atau tidak untuk biaya naik haji? Saat itu saya punya tabungan sekitar 30-an juta dari hasil bekerja dan bonus yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit selama bekerja bertahun2. Saya pikir, rasa-rasanya tabungan tersebut cukup untuk sekedar membiayai naik haji….tapi saya bimbang karena saya saat itu belum menikah, belum ada kejelasan kapan saya menikah karena memang belum pernah mempunyai pacar, belum mempunyai mobil, rumah… dan segalanya, pokoknya saya ragu. Tetapi di satu sisi, saya takut jika Allah memanggil saya sewaktu-waktu, padahal barang siapa yang mampu untuk naik haji tapi tidak berangkat naik haji, bisa dianalogikan matinya tidak berbeda dengan yahudi atau nasrani.

Sempat beberapa waktu lamanya saya berpikir dan menimbang-nimbang apakah saya akan berangkat haji atau tidak. Saya tidak pernah curhat atau meminta pertimbangan kepada orang lain, tidak juga meminta pertimbangan kepada ayah saya. Alhamdulillah, niat saya dari hari ke hari diperkuat oleh Allah, sehingga saya mulai tergerak untuk mencari informasi mengenai biro perjalanan haji dari internet. Bahkan saya nitip temen saya untuk dibelikan koran Republika karena saya kesulitan untuk mendapatkan koran tersebut. Saya mendengar informasi bahwa di Republika banyak iklan tentang biro perjalanan untuk haji. Dari Republika yang saya baca, saya kemudian mencoba menelpon biro-bito perjalanan satu per satu. Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk berangkat haji di salah satu biro gara-garanya hanya KBIH tersebut adalah satu-satunya biro perjalanan yang mengangkat telpon saya. Biro perjalanan yang lain telponnya selalu sibuk. Dan hari itu juga sehabis jam kantor saya mendatangi kantor KBIH tersebut untuk setor uang untuk ongkos ibadah haji, karena pendaftaran haji akan ditutup beberapa hari kemudian.

Pada libur Lebaran tahun 2003, saya mudik ke kampung untuk bertemu orang tua saya. Di malam hari di hari terakhir sebelum saya pulang kembali ke Jakarta, ayah saya mengumpulkan semua anak dan cucunya (termasuk saya) dan memberikan nasehat-nasehat (ini acara rutin setiap Lebaran terutama setelah ayah saya lumpuh sebelah). Di bagian akhir wejangannya, ayah saya berkata, “Nak, saya berharap kamu bisa segera menunaikan haji dalam waktu dekat ini”.

Ya, Allah, ingin rasanya saya menangis dan memberitahukan kepada keluarga saya semua, bahwa kurang dari 2 bulan lagi saya akan berangkat haji dengan kloter 28 Jakarta. Tetapi, saya tahan untuk tidak omong dan saya ingin bahwa ayah sendirilah yang pertama mendengar berita itu. Masya Allah! Ternyata diam-diam ayah saya selama ini mendoakan saya untuk bisa menunaikan ibadah haji. Keesokan harinya di saat saya bersiap-siap berangkat ke Jakarta, saya baru bilang kepada ayah bahwa di pertengahan Januari saya berangkat haji. Ayah saya hanya diam dan saya tahu pasti bahwa ayah saya berusaha untuk menahan tangisnya.

Beliau kemudian berkata, “Kenapa kamu tidak memberitahukan hal ini sebelumnya?”.

Saya jawab, “Ibadah haji harus dijaga kemurnian niatnya. Jika saya memberitahukan hal ini sebelumnya, saya takut akan mengganggu konsentrasi saya dalam mempersiapkan diri sebelum berangkat. Banyak orang gembar-gembor bahwa dirinya akan naik haji, kemudian mengadakan berbagai acara sebelum berangkat naik haji. Saya takut dengan orang lain tahu bahwa saya akan naik haji, niat saya akan dikotori dengan perasaan riya’, bangga, dsb. Orang pertama yang tahu rencana saya ini adalah atasan saya saat mengurus ijin untuk cuti di luar tanggungan selama 1,5 bulan untuk menunaikan ibadah haji.”

Singkat cerita, saya akhirnya berangkat haji diantar oleh beberapa keluarga (kebetulan kakak dan om saya tinggal kota yang dekat dgn Jakarta) sampai di tempat berkumpulnya jamaah haji KBIH saya sebelum bersama-sama berangkat ke Asrama Haji Pondok Gede dengan bis KBIH tersebut.

Di kesempatan ini saya tidak akan bercerita mengenai pengalaman saya saat di Tanah Suci, yang jelas, salah satu doa yang saya panjatkan adalah meminta diberikan jalan untuk menemukan jodoh saya.

Namun, kira-kira 10 hari menjelang kepulangan ke Indonesia, tepatnya sehari setelah kembali ke Mekkah dari Mina, saya bermimpi. Dalam mimpi saya tersebut, saya rasa-rasanya melihat wajah dua orang wanita, wajah yang satu adalah wajah yang saya kenal karena satu rombongan haji dengan saya, tetapi wajah yang satunya lagi rasa-rasanya tidak saya kenal. Dalam mimpi saya tersebut, seakan-akan saya mendatangi rumah wanita yang serombongan dengan saya tersebut, tetapi saya tidak bertemu dengannya. Di rumah tersebut, saya malah ketemu dengan wanita berkacamata dan rasanya wanita berkacamata inilah yang menjadi jodoh saya (saya tidak ingat secara persis wajah wanita tersebut, yang saya ingat adalah wanita tersebut memakai kacamata).

Saya yakin pada diri sendiri bahwa Allah menjawab doa saya melalui mimpi tersebut, tetapi merasa aneh karena kok yang menjadi jodoh saya adalah wanita berkacamata yang rasanya tidak saya kenal. Saya juga berpikir, wanita yang serombongan dengan saya tersebut bukanlah jodoh yang ditunjukkan Allah melalui mimpi tersebut, karena sejauh yang saya tahu, wanita tersebut tidak pernah memakai kacamata (saya hapal dengan wajah-wajah jamaah haji yang serombongan dengan saya yang sekitar 40-an orang, walaupun mungkin tidak semuanya pernah saling ngobrol dengan saya). Karena yakin bahwa mimpi tersebut adalah petunjuk Allah mengenai jodoh saya, saya memberanikan diri untuk berkenalan dengan wanita tersebut dengan harapan bahwa siapa tahu dia memberikan jalan bagi saya untuk bertemu dengan jodoh saya. Sehabis berkenalan dengan dia, singkat cerita, saya sering bertemu dengan dia (sebelumnya dia tidak kenal saya, walaupun satu rombongan dan mengira saya sudah mempunyai istri).

Apa yang membuat saya yakin bahwa dia adalah jodoh saya adalah pada suatu hari, dia memakai kacamatanya saat bersama saya untuk thawaf sunnah. Saya berpikir, bahwa sering kali Allah tidak memberikan petunjuk SECARA GAMBLANG lewat mimpi, tetapi memang sengaja menyisakan misteri yang harus dipecahkan sendiri oleh orang yang diberikan petunjuk tersebut (ayat-ayat Quran sendiri banyak sekali yang membutuhkan penafsiran-penafsiran karena tidak secara gamblang/qoth’i dalam menjelaskan sesuatu persoalan). Mulai dari situ saya yakin bahwa wanita tersebut adalah jodoh saya sesuai dengan petunjuk Allah melalui mimpi tersebut. Saya kemudian tahu bahwa wanita tersebut sehari-harinya berkacamata, tetapi jarang dipakainya saat di Tanah Suci.

Cerita selanjutnya, silakan menyimpulkan sendiri. Yang jelas satu minggu setelah pulang dari haji saya melamar wanita yang sekarang menjadi istri saya sekarang.

Terakhir, saya ingin sekadar berpesan kepada sesama umat muslim, mudah-mudahan apa yang saya tulis ini bisa berguna. Selain itu, saya mencatat beberapa hal berikut:

  • Naik hajilah selagi muda, jangan tunda-tunda lagi
  • Jangan salah niat untuk naik haji, misalnya berniat naik haji untuk mendapatkan jodoh di Tanah Suci, tetapi silakan untuk berdoa meminta jodoh saat di sana karena di situ banyak tempat-tempat yang insya Allah diijabahinya doa
  • Hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja, kadang-kadang terasa seperti ada skenario Allah (alias sudah diatur oleh Allah) saat memberikan hidayahnya kepada hambanya.

[]

SELESAI

*Disclaimer:* Redaksi ceritahji.com tidak bertanggungjawab dan tidak menerima materi dan sumbangan apa pun dalam penyebutan nama perusahaan dan nama merek di atas. Cerita dimuat sebagaimana yang dituturkan oleh penulisnya. Terima kasih.

Pages: 1 2

30 Responses to “Hidayah Haji Selagi Muda”

  1. Budi Hikmat Says:

    Mas R, karena Gusti Allah mengilhamkan istri sewaktu haji berarti sampeyan dapet karunia dan amanah yang besar. Didikan Gusti Allah apapun selama haji adalah peringatan untuk seumur hidup. Selamat yah Mas, kami berdoa keluarga sampeyan sakinah, mawaddah, warohmah.

    Salam,
    PS: Saya jg ‘diminta’ nikah dengan seseorang (istri saya sekarang) melalui mimpi

  2. Iwan Agusnawan Says:

    Allah Maha Besar….memang kalau kita benar2 sudah bisa menjalankan ibadah haji kenapa ga????? siaplah Insya Allah abi oge bade ka haji amin….sok du’akeun sajah yaaaaaaa

  3. Enda Quicklinks Says:

    Cerita Haji Blog

    http://www.ceritahaji.com/...

  4. H. Abdulloh Dipo Says:

    Alhamdulillah setelah mendengar cerita yang dikemukakan di atas, saya hampir menangis dan menitikkan air mata karena saya sendiri jg telah mengalami haji waktu muda (tahun 2003), dan dengan saat yg sama pula saya tidak menyangka kalau saya bisa haji padahal keuangan keluarga saat itu pas2 an dan klo dipikir secara logika saya tidak bisa berangkat haji tetapi Alloh menghendaki lain terhadap diri saya, sehingga takdir untuk menjadi tamu Alloh datang begitu cepat tanpa disangka2. Dan hikmah yang saya dapatkan dari haji juga saya rasakan saat ini seperti yang telah diceritakan diatas, yaitu hampir semua doa yang saya panjatkan di tanah suci Mekkah Al Mukarromah dikabulkan oleh Alloh SWT. Semoga cerita tersebut dapat kita jadikan hikmah dan sebagai pemicu bagi orang2 islam yang mampu untuk menunaikan ibadah haji untuk segera menunaikan ibadah haji. Amiienn

    Dan tetap diniati karena Alloh ingin mencari pahala dan surga Alloh selamat dari adzab dan siksa neraka…

    Amiiin ya Robbal ‘Alamiin

  5. Gie Says:

    smoga hidayah allah selalu menyertai kita semua

  6. Ardi Says:

    Saya iri sama sampeyan Saudaraku…saat usia 20an saya sering bermimpi berada di tanah suci, tapi hingga saya berkeluarga belum juga kesampaian berangkat ke tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang saya memasuki usia 30an, mudah-mudahan saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa menunaikan haji saat saya masih muda. Amin.

  7. sita Says:

    subhanallah allah maha kuasa, saya terharu membaca cerita mas R, semoga allah SWT memberikan kel mas R keselamatan dunia & akhirat dan cerita ini mudah-mudahan mennjadi panutan untuk kita umat islam semua. Dan semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua seperti allah SWT memberikan hidayahnya untuk mas R

  8. Andi Syarif Says:

    wahhh aku baru sma saja sudah merasakan betapa luar biasa nya Allah yang selama ini aku “permainkan” tobat trus dosa lagi …. aku nggak tau sampe kapan seperti ini aku bingung hanya saja aku berusaha mencari jalan terbaik.hari ini aku diuji yang berat , mudah2an Allah memberikan jalan terbaiknya … amien
    add friendster streptovcoccus@yahoo.com

  9. ROKIAH SALEH Says:

    Assalamualaikum Mas , Saya juga tersentuh dan berasa sebak membaca kisah Mas. Begitulah andainya Allah s.w.t. ingin memberi hidayah kepada umatnya. Sungguh, kita terasa sangat kehadirannya dan betapa Allah s.w.t. amat menyayangi diri kita dan mendengar kata hati kita. Semoga kit asemua dirahmati Allah swt

  10. pulung nugroho Says:

    assalamualaikum mas, saya iri sekali dengan apa yang telah sampean dapat. saya berharap dalam waktu dekat ini saya bisa ketularan berangkat ke tanah suci. saya juga minta doa dari semua yang membaca, semoga saya diberi jalan untuk pergi haji, amin

    pulung nugroho magelang

  11. Uun Riftaka Damayanto Says:

    Subhannallah. Allahuakbar. cerita tentang bagaimana niat seseorang untuk menunaikan ibadah haji bermacam-maca. Paling sering yang kita dengan tentang kata-kata mustahil dari seseorang apakah dia mampu menunaikan ibadah haji.
    Sekarang bertambah lagi pengalaman saya membaca cerita tentang pegalaman orang ketika berhasil menunaikan ibadah haji.Saya juga ingin berbagi cerita untuk semua saudarku kaum muslim di seluruh dunia agar tidak berkecil hati, dan tetap mempunyai keinginan dan kemantapan niat untuk pergi haji. Allah maha kaya dan Maha Tahu akan niat hambanya.
    Ibu saya, sudah lama memendam keinginan menunaikan ibadah haji. Tiada pernah ada kata-kata putus asa dalam berdoa memohon kekuatan untuk bisa melaksanakan niatnya.
    Jumát, 4 Februari 2005, malam, ada kabar bahwa Ayah mendapat rezeki yang tidak disangka. Beliau mengabarkan kepada ibu saya untuk mempersiapkan diri berangkat ibadah haji.( Waktu itu Ibu saya sedang terbaring, sakit pada kakinya yang menyebabkan kesulitan jika untuk berjalan). Saking senangnya beliau melupakan sakitnya tersebut.
    Menurut rencana uang untuk pendaftaran baru bisa diambil hari senin.(karena Sabtu dan Ahad bank tutup).
    Senin, 7 Februari 2006. Ibu menunjukkan kesungguhan niatnya untuk mantap pergi haji. Beliau sudah berangkat lagi bertugas mengabdikan diri untuk lembaga pendidikan kanak-kanak di kampung kami walaupun beliau berjalan sambil terseok-seok.
    Allah berkehendak lain. Di jalan sempit yang sepi, ada seorang ibu muda yang sedang belajar naik mobil. Ibu saya ditabrak ibu tersebut dan terluka pada kepala beliau.Beliau koma. ( Menurut cerita orang-orang yang melihat, Ibu saya sudah tengok kanan-kiri sebelum menyebrang jalan).Ibu dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
    Ibu belum pernah sadar sampai Allah memanggilnya hari itu juga, tanpa pernah berpesan dan wasiat kepada anak-anaknya. Segudang harapan dan niat baik yang telah beliau susun sedemikian rupa telah kembali kepada Allah.
    Kenangan terakhir saya bercakap dengan beliau pada malam hai sebelum peristiwa itu terjadi. Beliau sempat titip dibelikan bakmi rebus yang sedianya digunakan untuk makan sahur.(beliau sudah lama menjalankan puasa sunnah senin-kamis).
    Niat beliau untuk pergi haji tergantikan oleh saya. Saya berdoa kepada Allah semoga setelah pulang haji nanti, masih diberi kekuatan untuk pergi haji lagi. Menghajikan ibu saya.

    Nasrum minallah
    Wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Uun R. Damayanto
    Karangkajen-Yogyakarta
    Hp : 081578125363
    Pengin tambah temen dan Saudara

  12. Abdul Hakim Says:

    saya turut berduka cita atas musibah yang antum alami,semoga saja allah swt.menerima haji yang sudah terbetik dalam hati bundamu.amin. dan semoga antum akan tabah menghadapi semua cobaan yang menimpa. Pesaan saya : Hajikanlah bundamu jika engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri. Semoga engkau sendiri selamat sampai tujuan,dan bisa kumpul kembali bersama keluarga yang kau cintai.

  13. Santi Wijayanti Says:

    wah… hebat betul kekuasaan Allah, tiada satu pun yang mampu menduga ataupun mencegah, sejujurnya mas selama ini saya bertarget sebelum umur 30th-an (saat ini saya berumur 20 th, baru lulus D III) saya berniat menghajikan kedua orang tua dari suami dahulu (maaf sebelumnya saya belum menikah) kedua orang tua saya, baru kemudian saya dan suami, karena saya khawatir mereka tengah uzur dan belum sempat berhaji.Tapi keraguan saya, sampai saat ini saya belum mendapat pekerjaan dan insya-Allah calon suami saya hanya tamatan SMU saja. doakan saya yach semoga cita-cita saya terkabul.

  14. 4N0N1M Says:

    Insya Allah Ibu-nya Mas Uun mendapatkan khusnul khotimah.

    Udah selesai kuliah di UIN SUKA, Mas Uun?

  15. dani Says:

    Assalamu’alaikum . allahamdulillah saya bisa membaca hidaya tentang haji, saya sangat berterimakasih sekali, mudah-mudahan niat saya bisa terkabul dengan membaca cerita ini, yang merupakan kisah nyata

    Walaikum salam Wr.Wb

  16. lukman Says:

    assalamualaikm,,
    subhanallah, Allahuakbar,,, pagi ini saya membaca cerita saudara2ku, lewat website yg ga sengaja saya buka, terus terang saja saya jadi tergetar hatisaya, mata saya berkaca, subhannallh,, pengen skali rasanya untuk menunaikannya, insyaallah ini menjadi cita2 terbesar saya stelah kedua orangtua saya terkabul, dan tentunya cita2 saya saat ini mendpatkan jodoh saya,,
    lukman28,jogja
    08562547030
    wassalam,,,

  17. sofyan Says:

    Semoga anda yang muda-2 dapat terinspirasi dan tergugah jiwanya, seperti yang dialami oleh Mas R. Janganlah rendah diri pada saat belum dilapangkan rejeki oleh Allah, tetapi jangan pula sombong pada saat menerima kelebihan rejeki dari Allah. Ketahuilah Allah itu sangat luas rejeki dan karunianya, tidak usah takut tidak berangkat haji, kalau Allah sudah membukakan hati dan rejeki, tidak ada suatu makhlukpun yang dapat menyempitkannya.

  18. sabaruddin nst Says:

    Insya ALLAH tahun ini saya pergi haji dan umur saya 40 thn
    apa masih muda?

  19. Liana Says:

    MasyaALLAH saya sangat terharu dengan cerita Mas R hati saya tersentuh dan terharu ternyata Allah sangat besar kasihNya kepada hamba2Nya yang mau dan ikhlas mencari ridhanya.

  20. Sam's Says:

    Subhanallah.Sungguh bila Allah menghendaki maka tak ada satupun aral yg menghalangi. Saya ada niat memberangkatkan Ibu yg sudah sepuh dgn uang hasil penjualan rumah satu2nya peninggalan Alm Bapak, sekarang ibu ikut dgn saya, sedangkan 8 sdr saya (sdh keluarga semua) hidup dalam keadaan kekurangan. Apakah rencana tersebut cukup baik? atau arogansi seorang anak yg blm mampu memberangkatkan ibunya dgn dana sendiri?
    mohon tanggapan to : jodith_morita@plasa.com

  21. noname Says:

    Mas/Mbak Sam,
    apa sudah mendaftar ke depag atau masih tahap niat? insya Allah, kalau masih niat, bersegeralah utk mendaftar utk mendapatkan kepastian keberangkatan. setelah mendapat “kursi”, insya Allah niat yg ada di hati semakin hari akan semakin kuat

  22. velly Says:

    Subhannallah,anda memang hebat mas R,saya terharu,sungguh2 terharu… Mudah2an cerita anda menjadi motifasi anak muda lainnya dizaman yg sdh amburadul begini.Bravoo mas R.

  23. bayu satriya Says:

    Membaca cerita-cerita yang ada di situs ini membuat saya meneteskan air mata. Ya Alloh limpahkan rahmat dan hidayah-Mu kepada kami, agar dapat menunaikan rukun Islam ke-5. Amin.

  24. Aisyah Says:

    Assallamualaikum
    Sungguh Allah Maha Segala-galanya, siapa yang tidak ingin pergi ke Rumah Allah, Alangkah bahagianya mereka yang tidak di sangka2 mendapat Undangan dariNYa pergi kr Tanah Suci. Saat ini hidup saya masih pas-pasan, tapi saya dan keluarga ingin sekali pergi haji jika Allah SWT mengizinkan. Amin

    Wassalam

  25. much jeffri santoso Says:

    Sedikit berbagi kepada semua;
    Ayah saya terkena stroke pada awal tahun 1990 dan mulai itu juga ibu saya merawatnya sampai pada pertengahan 2004, Allah SWT memanggil ayah saya ke-haribaanNYA. Dapat dibayangkan hampir 15-16 tahun Ibu saya merawat ayah saya dalam kondisi lumpuh. Namun Alhamdulillah, dengan sakitnya ayah saya, pada masa sakit itu, ayah saya berkemauan keras untuk puasa, shalat, tahajut dan ibadah-ibadah lain. Jadi sakitnya ayah ada hikmah tersendiri bagi beliau. Singkat kata, dari masa sehat fisik tapi tidak pernah shalat/puasa ke masa sakit dengan kehidupan relugius. Setelah ayah saya meninggal, Ibu kami-kami, anaknya ada sedikit rezeki dan mampu memberangkatkan Ibu utk pergi haji. Pada waktu itu Ibu saya daftar pada bulan May 2005 dengan nomor daftar 26 ribu sekian-sekian. Dan pada waktu itu utk DKI kebagian 13 ribu-an sekian. Dengan semangat tinggi, Ibu saya berusaha ke Depag (mohon ma’af tanpa ada uang tambahan sama sekali) dan Alhamdulillah dapat berangkat pada tahun yang sama. Dan setelah itu, semakin bahagia dan dewasa dalam ibadah diantara anggota keluarga kami. Dan semoga Allah swt selalumemberikan rahmat, hidayah serta nimat Islam serta keselamatan dunia dan akhirat kepada kami dan seluruh umat muslim. Dan semoga kita semua dijauhkan dari fitnah dan bahaya fitnah. amin.

  26. Fiza Says:

    Assalamualaikum

    Salam Dari Malaysia

    Indah ya pengalaman saudara itu..

    i am inspired…

  27. Oshi Isbani Says:

    Subhanallah…! Sebuah pengalaman spiritual kadang memang datang bila hati kita ikhlas dalam berniat dan melakukan sesuatu perbuatan yang baik. Ada kalanya kita tidak meminta pun tapi Allah telah memberikan pilihanNya bagi kitanya.
    Saya pun berazzam untuk menunaikan haji usia muda, sebagai sebuah kerinduan dan panggilan untuk menjadi tamu agung kelak. Semoga do’a saya dikabulkan.amin.
    Tetaplah beramal dalam kebaikan dan penuh keikhlasan..

  28. Nurilah Says:

    Subhanallah…..!!! aq langsung menitikan air mata karena sangat terharu akan kisah Mas R. Semoga kita semua terpacu semangatnya untk lebih keras lagi mendekatkan diri pada Allah SWT.

  29. lisa (18)th Says:

    Assalamualikum
    subahanalloh
    sugguh besar rahmat allah
    sebenar ya saya inggin sekali naik haji
    saya juga mau menaikan haji kepada ibu saya
    saya inggin sekli kalo ibu saya naik haji
    sungguh
    bahagianya saya……..
    mudah2han pa yang saudar rasa kan bisa di rasakan oleh
    ibu saya,
    wassalam

  30. Abubakar As Salam Says:

    Assalamu’alalikum Wr.Wb.

    Untuk Ikhwatifillah…..untuk saudara -saudaraiku se-iman bergetar dada ini dan tak sanggup saya membacanya, menetes air mata saya. Melihat kebesaran Allah yang di tunjukan ke antum - antum sekalian.

    Masya Allah, Subhannalloh, mudah - mudahan bisa menambah semangat untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.

    Saya berdoa kepada Robbul Izzati, Ya Allah hambu ya fakir ini memohon kepada Engkau Ya Rabb, jangan engkau panggil dulu orang tua kami, perkenankan kami dan berilah kami kemudahan dengan limpahan rezeki yang halal ini hambu-Mu bisa memberangkatkan ibu dan ayah kami ke Baitullah..

    Hari demi hari,,,,saya masih seperti ini,,,saja,,,,,Ya Allah berikanlah hamba-Mu jalan keluar dari ini semua. Agar saya bisa memberangkat orang tua kami.

    Mudah - mudahan apa yang kami niatkan di kabulkan oleh Allah SWT.

    saya memohon doa dari temen 2x sekalian kiranya Allah memberikan kemudahan saya dalam memberangkat Ibunda kami ke tanah suci mekah. Amin Ya Rabbal Alamin.

    dari :
    Abubakar As Salam yang senantiasa mencari keberkahan dari Allah SWT.
    dan mencari temen 2x sejati, temen pillihan Allah.
    Kemang - Jakarta Selatan, 28 Nov 2006

Leave a Reply