Wajib Haji Dulu atau Sedekah Dulu?

Kali ini saya ingin mengetengahkan pertanyaan umum, sebenarnya wajib mana, haji dulu atau sedekah dulu. Kali ini saya tampilkan sebuah pertanyaan dari PesantrenVirtual.com.

> Pengasuh pesantren virtual yang dirakhmati Allah. Begini saat ini secara ekonomi kami sebenarnya sangat cukup siap untuk melaksanakan ibadah haji. Tetapi saya bingung, anak saya masih balita, semuanya masih tergantung kepada saya. Belum bisa mandiri, walaupun kami punya pembantu, tetapi anak-anak secara psikologis tetap sangat tergantung sekali pada saya ( ibunya ).

> Apa bisa diterima alasannya kami menunda ibadah haji, karena alasan anak masih kecil, tidak ada yang dapat dititipi, walaupun saudara sendiri?

[Baca tanya jawab selengkapnya »](http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6&Itemid=1)

3 Responses to “Wajib Haji Dulu atau Sedekah Dulu?”

  1. Muda Saputra Says:

    Ass. wr. wb.
    Mbak, dulu saya juga punya perasaan yang sama. Namun berdasar satu pengalaman haji seorang yang tinggal di Bogor, bahwa anak ditinggal pergi haji itu kan pada dasarnya dititip pada Allah, sehingga yang menjaga di rumah itu hanya perantara. Akhirnya saya bisa bulat tekad untuk pergi haji. Hal yang sama saya juga tularkan pada rekan-rekan serombongan ketika ingat atau khwatir tentang anaknya ketika ditinggal pergi haji. Alhamdulillah, akhirnya semua beres. Wass. wr. wb.

  2. H solhan Says:

    ass. wr. wb

    ibu, ketika saya berangkat haji perasaan ragu tersebut tidak hanya ketika belum berangkat, tetapi ketika sampai di sanapun saya masih teringat terus akan anak saya, tapi alhamdulillah di sana saya dapat merasakan bahwa KETUNDUKKAN kita pasa ALLAH SWT lebih besar artinya dibanding dengan perasaan iba terhadap anak, Alhamdulillah kekerasan hati saya ditundukkan oleh kebesaran-Nya. melalui pengalaman-pengalaman saya alami.
    Wassalam.

  3. joice Says:

    ass.wr.wb

    sepertinya saya juga punya perasaan yang sama, karna saya juga akan pergi haji insya allah .saya masih punya anak balita belum berangkat aja saya udah kepikiran anak saya terutama yg paling kecil .kalau yg dua lagi sudah agak besaran yg nomor satu smp kelas 2 dan yg nomor dua kelas 4 sd. gimana saya nggak kepikiraan wong waktu bapak nya pergi haji di tahun 2004 aja, anak saya bergiliran sakitnya,dari yang nomor satu lalu nomor dua dan terakhir yang nomor tiga dia yg paling lama sampai bapaknya pulang dia baru sembuh.karna memang kami tidak pernah berpisah satu sama lain,selalu bersama terus.mudah mudahan kebersamaan kami terus berlanjut sampai kami menghadap ALLAH kami terus bisa berkumpul lagi layaknya keluarga didunia ini.amin amin amin ya robbal alamin.
    Wassalam.

Leave a Reply