<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Persiapan Biaya Haji: Tabungan dan Arisan</title>
	<atom:link href="http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 23:30:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: candra</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-39</link>
		<dc:creator>candra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 06:45:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-39</guid>
		<description>&lt;p&gt;ass wr. wb
Pak Arif terimakasih blog-nya keren abis..simple tapi informatif..
untuk Dewi - 30 May 2006, prosedurnya kira-kira begini:
1. menyetorkan uang 20 juta ke bank. bukti setoran tersebut dibawa ke Dep. Agama untuk mengambil SPPH-rangkap 3
2. SPPH diisi dan dikembalikan ke bank yang menerima setoran ONH kita untuk mendapatkan porsi haji di tahun yang kita inginkan.
3. lembar nomor porsi dan 2 lembar copy SPPH dikembalikan lagi ke Depag berikut persyaratannya a.l : foto 3x4 kurang lebih 50 lbr, foto copy KTP kur-leb 10 lbr, foto 4x6 kur-leb 10 lbr (jml-2nya lupa). Foto ditempel lalu di cap jempol di atasnya.
4. menunggu konfirmasi dari bank tentang jadwal pelunasan, pemeriksaan kesehatan, pengambilan perlengkapan haji dlsb.
RIbet ya? Musti bolak-balik bank-Depag.. Ya begitulah adanya negara kita. Dari dulu orang sudah pergi haji, meski udah didanai jamaah haji sistemnya tetep ribet.. :-(&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass wr. wb<br />
Pak Arif terimakasih blog-nya keren abis..simple tapi informatif..<br />
untuk Dewi - 30 May 2006, prosedurnya kira-kira begini:<br />
1. menyetorkan uang 20 juta ke bank. bukti setoran tersebut dibawa ke Dep. Agama untuk mengambil SPPH-rangkap 3<br />
2. SPPH diisi dan dikembalikan ke bank yang menerima setoran ONH kita untuk mendapatkan porsi haji di tahun yang kita inginkan.<br />
3. lembar nomor porsi dan 2 lembar copy SPPH dikembalikan lagi ke Depag berikut persyaratannya a.l : foto 3&#215;4 kurang lebih 50 lbr, foto copy KTP kur-leb 10 lbr, foto 4&#215;6 kur-leb 10 lbr (jml-2nya lupa). Foto ditempel lalu di cap jempol di atasnya.<br />
4. menunggu konfirmasi dari bank tentang jadwal pelunasan, pemeriksaan kesehatan, pengambilan perlengkapan haji dlsb.<br />
RIbet ya? Musti bolak-balik bank-Depag.. Ya begitulah adanya negara kita. Dari dulu orang sudah pergi haji, meski udah didanai jamaah haji sistemnya tetep ribet.. <img src='http://ceritahaji.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dewi</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-38</link>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2006 09:33:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-38</guid>
		<description>&lt;p&gt;saya ingin membantu orang tua saya mencari informasi tentang naik haji, berhubung orang tua saya dikampung dan yang ada cuma Bank BRI saya mau tahu gimana cara, prosedur &#38; syarat2 yang diperlukan untuk pertama kali dari pembukaan rekening ONH, trimakasih&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin membantu orang tua saya mencari informasi tentang naik haji, berhubung orang tua saya dikampung dan yang ada cuma Bank BRI saya mau tahu gimana cara, prosedur &amp; syarat2 yang diperlukan untuk pertama kali dari pembukaan rekening ONH, trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: in-mut</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-37</link>
		<dc:creator>in-mut</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2006 13:37:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-37</guid>
		<description>&lt;p&gt;Ass. wr.wb.
Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang arisan haji dan hukumnya, bagaimana penjelasan fikih tentang itu? dan buku apa saja yang bisa anda rekomendasikan kepada saya, terimakasih.&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. wr.wb.<br />
Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang arisan haji dan hukumnya, bagaimana penjelasan fikih tentang itu? dan buku apa saja yang bisa anda rekomendasikan kepada saya, terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arif Widianto</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-35</link>
		<dc:creator>Arif Widianto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2006 02:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-35</guid>
		<description>&lt;p&gt;untuk elline #3: insya Allah tidak ada masalah. Dari berbagai kajian fikih yang pernah saya baca, hal ini tidak masalah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;untuk Doni #4: Insya Allah, semua ada di tangan Allah, kita tinggal berusaha.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;untuk Wahyu RIna #5 &#38; #6: Insya Allah saya akan tulis topik ini dalam tulisan lain. Tentang hukum bila peserta meninggal dunia, seperti sudah saya tulis di atas, hak &#38; kewajiban otomatis turun ke ahli waris yang ditunjuk (yang diatur dalam perjanjian arisan haji tersebut).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salam,&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk elline #3: insya Allah tidak ada masalah. Dari berbagai kajian fikih yang pernah saya baca, hal ini tidak masalah.</p>
<p>untuk Doni #4: Insya Allah, semua ada di tangan Allah, kita tinggal berusaha.</p>
<p>untuk Wahyu RIna #5 &amp; #6: Insya Allah saya akan tulis topik ini dalam tulisan lain. Tentang hukum bila peserta meninggal dunia, seperti sudah saya tulis di atas, hak &amp; kewajiban otomatis turun ke ahli waris yang ditunjuk (yang diatur dalam perjanjian arisan haji tersebut).</p>
<p>Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wahyu Rina</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-34</link>
		<dc:creator>Wahyu Rina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2006 04:32:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-34</guid>
		<description>&lt;p&gt;Bagaimana hukum yang dapat diambil apabila peserta arisan haji meninggal dunia, apakah dapat digantikan oleh anggota keluarganya?&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana hukum yang dapat diambil apabila peserta arisan haji meninggal dunia, apakah dapat digantikan oleh anggota keluarganya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wahyu Rina</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-33</link>
		<dc:creator>Wahyu Rina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2006 04:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-33</guid>
		<description>&lt;p&gt;Butuh Informasi dan artikel tentang Arisan Haji bagaimana cara mendapatkannya?&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Butuh Informasi dan artikel tentang Arisan Haji bagaimana cara mendapatkannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Doni_GT Kabel</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-32</link>
		<dc:creator>Doni_GT Kabel</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2006 04:12:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-32</guid>
		<description>&lt;p&gt;Jadi pengen mencoba...&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Umur saya sekarang baru 28 tahun, hanya pekerjaannya belum tetap apa bisa yaa??&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;(Ya ALLAH mudahlan jalanku untuk bisa datang bertamu kerumah-Mu).&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi pengen mencoba&#8230;</p>
<p>Umur saya sekarang baru 28 tahun, hanya pekerjaannya belum tetap apa bisa yaa??</p>
<p>(Ya ALLAH mudahlan jalanku untuk bisa datang bertamu kerumah-Mu).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elline</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-31</link>
		<dc:creator>elline</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2006 21:11:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-31</guid>
		<description>&lt;p&gt;Saya mau bertanya,bolehkah saya membiayai dana ONH pada ayah saya? Karena beliau sudah tidak bekerja lagi dan berusia 65th.&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau bertanya,bolehkah saya membiayai dana ONH pada ayah saya? Karena beliau sudah tidak bekerja lagi dan berusia 65th.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arif Widianto</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-30</link>
		<dc:creator>Arif Widianto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2006 09:27:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-30</guid>
		<description>&lt;p&gt;Pak Edy,&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kalau menurut saya, cicilan seperti KPR bisa dianggap bukan beban hutang yang bisa mengharamkan niat haji, asalkan Anda punya sejumlah syarat, misal keuangan dan pekerjaan yang terjamin. Kalau Anda punya beban KPR 10 tahun, tapi pekerjaan Anda mantap, berarti ada jaminan Anda bisa membayar tagihan KPR hingga lunas kan?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari alasan ini, meskipun tanggungan KPR masih ada tapi kalau dengan tabungan lain cukup untuk berhaji, dan kira-kira kalau dihitung setelah pulang haji semuanya tidak terbengkelai (bisa melanjutkan cicilan rumah, biaya untuk keluarga tercukupi, biaya pendidikan anak tersedia), maka insya Allah tunaikanlah hajinya pak.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ya, memang lebih mantapnya sih bisa berhaji dan tidak punya tanggungan apa pun.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Naik haji kalau diniatkan dengan hati tulus dan murni, insya Allah akan mendapat karunia haji mabrur dan juga pengalaman spritual yang tidak terkira.&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Edy,</p>
<p>Kalau menurut saya, cicilan seperti KPR bisa dianggap bukan beban hutang yang bisa mengharamkan niat haji, asalkan Anda punya sejumlah syarat, misal keuangan dan pekerjaan yang terjamin. Kalau Anda punya beban KPR 10 tahun, tapi pekerjaan Anda mantap, berarti ada jaminan Anda bisa membayar tagihan KPR hingga lunas kan?</p>
<p>Dari alasan ini, meskipun tanggungan KPR masih ada tapi kalau dengan tabungan lain cukup untuk berhaji, dan kira-kira kalau dihitung setelah pulang haji semuanya tidak terbengkelai (bisa melanjutkan cicilan rumah, biaya untuk keluarga tercukupi, biaya pendidikan anak tersedia), maka insya Allah tunaikanlah hajinya pak.</p>
<p>Ya, memang lebih mantapnya sih bisa berhaji dan tidak punya tanggungan apa pun.</p>
<p>Naik haji kalau diniatkan dengan hati tulus dan murni, insya Allah akan mendapat karunia haji mabrur dan juga pengalaman spritual yang tidak terkira.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edy</title>
		<link>http://ceritahaji.com/2006/01/12/persiapan-biaya-haji-tabungan-dan-arisan/#comment-29</link>
		<dc:creator>edy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2006 03:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ceritahaji.com/?p=12#comment-29</guid>
		<description>&lt;p&gt;ass wr.wb&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perkenalkan, saya Edy dari Solo dan berencana naik haji. Saya mau bertanya bolehkah saya berangkat haji sementara saya masih punya tanggungan hutang di Bank untuk KPR? Mohon penjelasan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;wass.wr.wb&lt;/p&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass wr.wb</p>
<p>Perkenalkan, saya Edy dari Solo dan berencana naik haji. Saya mau bertanya bolehkah saya berangkat haji sementara saya masih punya tanggungan hutang di Bank untuk KPR? Mohon penjelasan.</p>
<p>wass.wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
