Kesaksian Spiritual Haji
Oleh H. Budi Hikmat, kontributor ceritahaji.com di Depok
(Halaman 4 dari 6 halaman)
Doa Di Depan Multazam
Setelah Hajar Aswad kami mendapat kesempatan berdoa di depan Multazam, pintu Kabah yang terbuat dari emas. Tempat terbaik untuk berdoa. Allah kembali menjaga disiplin kami. Dengan penuh keharuan, aku berseru sambil menunjuk Multazam, “Kami tidak datang ke sini untuk melihat gedung ini. Tetapi kami ingin bertemu dengan Pemiliknya!â€
Rasa haru semakin meliputi dada. Air mata hangat menetes mengaliri pipi. Merasakan kenikmatan itu sebagai pertanda penerimaan Pemilik rumah tua itu. Namun masih tersisa keraguan. “Ya Allah, jangan sampai air mata yang mengalir ini dari seorang yang munafik. Karena seorang munafik menitikkan air mata dengan menggersangkan hatinya.â€
Sahabat, kenikmatan saat itu tidak terbelikan uang. Air mata tumpah semakin deras. Sementara dada terasa terangkat mengembang. Nikmat. Tenang. Damai. Tak terlintas kuatir atau cemas. Ya Allah, hambaMu datang memenuhi panggilanMu.
Kupanjatkan doa dengan terlebih dahulu memohon ampun atas segala dosa dan kesalahanku selama ini. Termasuk atas kebodohanku meminta sesuatu yang tidak pantas. Tidak pantas dalam ilmuNya. Tidak sesuai dengan yang telah ditetapkanNya untukku.
Begitu puas rasanya berdoa di situ. Aku mensyukuri nikmat bimbingan Allah selama ini. Musibah yang mengguncangkan jiwa selama ini reaksi terhadap dekapan kasihNya. Guncangan itu membuka mata bathin yang selama ini tertutup deru amarah, bujukan syahwat, dan prasangka buruk kepada Allah. Aku juga mensyukuri menerima undanganNya menunaikan haji.
Di depan Multazam itu, aku menyebutkan kembali satu per satu “empat kata†yang selama ini “diperdengarkan†kepadaku: “Bersih, Sabar, Syukur, Ilmu.†Empat kata yang menadai pintu-pintu hikmah. Hanya diperlukan satu kunci untuk dapat memasuki semua pintu hikmah: Cinta!
Dapatkan Cinta Allah dengan mencintai makhlukNya. Kami berdoa agar Allah menjaga mahligai rumah tangga kami. Membimbing kami sebagai orang tua yang diberi amanah mendidik anak keturunan menjadi hambaNya yang bertakwa. Tentu saja, ada juga permintaan khusus untuk anak-anak kami yang tidak ingin kuceritakan di sini. Sekembali ke Indonesia, aku menjaga empat kata tersebut dengan menjalankan sholat Dhuha empat rakaat setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Rakaat pertama, selesai Fatihah, aku membaca ayat yang berkenaan dengan “Bersihâ€. Rakaat kedua “Sabarâ€, ketiga “Syukur†dan terakhir “Ilmuâ€.
Sholat di Hijr Ismail
Setelah itu kami menuju Hijr Ismail untuk sholat. Alhamdulillah kami mendapat tempat yang baik untuk sholat. Kamipun berdoa untuk diri kami sendiri. Dan juga menyampaikan doa pesanan teman-teman. Di tempat ini berdoa lebih leluasa. Bisa lebih lama. Hijr Ismail adalah bagian dari bangunan Kabah. Jadi tidak sah dijadikan tempat tawaf. Setelah puas, kami memberikan tempat kepada jemaah lain agar mereka juga mendapat keleluasaan menunai sholat dan berdoa.
Puas Meminum Air Cinta Kasih
Selesai berdoa di Hijr Ismail, kami mengikuti arus putaran tawaf hingga dapat keluar dengan mudah. Lalu bersiap sholat menghadap Maqom Ibrahim. Setelah itu kami bersiap menuju Sumur Zam Zam. Ketika hendak menuju Sumur aku membathin bahwa kami akan meminum air sebagai penghargaan Allah untuk ikhtiar cinta kasih seorang Ibu Hajar mempertahankan kehidupan bayinya Ismail.
Belum jauh masuk ke daerah Sumur, tiba-tiba ada orang yang selesai minum keluar sehingga aku langsung mendapatkan tempat minum. Di situ aku minum sepuasnya air yang sejuk itu. Termasuk membasuh muka dan kepala. Setelah itu keluar, menunggu istriku Adelina selesai meminum air Zam Zam di bilik kaum perempuan.
Bersihkan Niatmu
Sesampai di penginapan, kami bertukar pengalaman. Kami menceritakan kepada teman-teman kemudahan mencium Hajar Aswad. Seorang teman menceritakan ‘kegagalannya’ mencium Hadjar Aswad. Padahal, saat itu dia sudah demikian dekat. Ketika itu dia merasa badannya dengan ringan diangkat “seseorang†menjauhi Hajar Aswad. Kepada kami dia mengakui sempat mempunyai niat kurang baik saat ingin mencium Hajar Aswad.
December 22nd, 2005 at 9:19 am
Tulisan dan kesaksian ini sangat menyentuh penuh makna dan isyarat, mengingatkan saya khususnya sebagai manusia biasa yang penuh dengan noda dan dosa akan kebesaran-Nya.
January 23rd, 2006 at 1:16 pm
Waduh, jadi inget nich ama Pak Budi Hikmat…..mohon maaf, Pak Budi Hikmat, saya lupa mengucapkan terima kasih atas kiriman buku doa haji untuk persiapan berangkat haji tahun 2004 dulu.
Saya juga mempunyai pengalaman spiritual saat haji 2004 dulu. Sehari sepulang dari Mina, saya mimpi melihat wajah jodoh saya (wajah yg semula tidak saya kenal). Dan ternyata mimpi itu menjadi kenyataan
January 24th, 2006 at 2:35 pm
Membaca kesaksian ini hati saya berdesir-desir, bahkan saya berusaha keras untuk menahan air mata sy keluar, tp hati sy merintih dan menangis, mengingat dosa-dosa. Subhanallah, Allahu Akbar.
January 27th, 2006 at 5:08 pm
sangat senang saya membaca kesaksian ini.
meskipun saya belum dalam mengerti soal agama.
tapi saya sangat senang dan merasa terharu.
ingin rasanya mengantarkan ayah dan ibu saya pergi haji.
Amin
February 22nd, 2006 at 1:58 pm
membaca kesaksian ini jadi terharu , ingat akan dosa2 yang pernah hamba lakukan dan bahkan sering hamba lakukan dgn sengaja maupun tidak.
akan kah hamba seberuntung beliau…. i wish that
ingin rasanya hamba mengantarkan ayah dan ibu menunaikan haji… insya Allah
ya Allah… berilah hamba kemudahan dan kelancaran.
amien
March 4th, 2006 at 12:36 am
Membaca kesaksian itu, saya sangat terharu, saya ingat akan dosa2ku kepada kedua orang tuaku.
akan saya beruntung seperti itu. Hanya Allah SWT yang maha tahu.
ingin hamba mau menunaikan ibadah haji setelah aku menikah tahun ini bersama calon istriku yang tercinta..
Ya Allah ….. segerakan kami menikah ya Allah, berikan kami rezeki yang barokah untuk memudahkan dan kelancaran niatku ini ya Allah… amin ya Robil Alamin/
March 6th, 2006 at 1:18 pm
Membaca kesaksian ini saya jadi ingat kembali kenangan waktu saya (Yang sudah cukup tua) berhaji di tahun 2000.
Ya Rahman Engkau maha kasih dan sealau membayar penuh amal ibadah hambamu dengan pahala dan bimbingan.
April 2nd, 2006 at 11:34 pm
Saya sangat terkesan dengan kisah rohani yang Bapak Budi dan Ibu alami. Tentunya semua umat islam menginginkan juga apa yang telah dirasakan Bapak dan Ibu. Terutama saya yang sekarang ini kepingin sekali membantu orang tua saya yang sudah tua dan mengimpikan serta menyebut2 terus untuk menunaikan rukun islam yang kelima tersebut. Saya memang punya niat apabila mendapatkan bagian dari watrisan dari Eyang saya dan kakeknya Ibu saya dana tersebut akan dipergunakan untuk kesana, namun sayang niat itu masih ada kata mungkin dikarenakan tanah warisan tersebut ada orang lain yang mengakuinya juga setelah harga tanah tersebut bernilai jual. Saya yangmengurus tanah tersebut hanya berdoa dan mengharapkan petunjuk serta bimbingan dari Allah SWT untuk dapat mengemban amanah ini dan diberikan kemudahan agar niat orang tua saya benar2 dapat terwujud dengan izin Allah SWT. Semoga kebenaran selalu mendampingi saya. amin.
April 8th, 2006 at 10:08 pm
PESAN MORAL UNTUK PENGURUS HAJI :
Karena saya mencintai Anda, wahai kawan-kawan di DEPAG pusat maupun daerah. Tolong jangan menyimpang atau melakukan pungli sekecil apapun ketika anda mengurusi calon haji.
Demi Allah, para jama’ah khususnya yang pas-pasan, mereka telah susah mengumpulkan rupiah demi rupiah karena ingin naik haji. Dengan dalih ini-itu, tanpa dasar dan anda melakukan pungli, itu dosa besar !
MINTALAH KWITASI JIKA ANDA DISURUH MEMBAYAR SESUATU, SELAIN ADA KEPUTUSAN MENTERI AGAMA RI.
LAPORKAN SAJA OKNUM YANG MELAKUKAN PUNGLI, TANGKAP DAN ADILI. KARENA KURANG AJAR PERBUATAN PUNGLI ITU …..
May 16th, 2006 at 2:39 pm
assalammualaikum wr,wb
cerita anda benar benar bagus, hampir sama dengan yg saya alami sekarang ini. keinginan saya yg begitu besar untuk menunaikan ibadah haji, sehingga saya selalu mohon kepada ALLAH dalam doa dan sholat saya agar saya diijinkan untuk pergi haji. dan ALLAH mendengar doa saya. suami saya dapat rejeki yg tak diduga yaitu dengan jalan dapat komisi penjualan tanah, sedangkan tanah tersebut tadinya milik kami tapi sudah kami jual ditahun 2004 awal uang nya untuk bayar onh suami saya pada saat itu saya tidak ikut karna saya masih punya anak bayi. dan ditahun ini orang yg membeli tanah tersebut menyuruh kami untuk menjualkan lagi. dan alhamdulillah kami mendapat bagian jadi saya dan suami saya pergi haji karna rejeki ditanah itu amin amin amin ya robbal alamin. doakan saya yah mudah mudahan saya bisa berangkat ditahun ini juga karna tidak ada yg tidak mungkin dimata ALLAH. karna memang itu keinginan saya semoga ALLAH mengabulkan doa saya lagi amin amin amin ya robbal alamin
May 30th, 2006 at 4:09 pm
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Yh. Bapak/Ibu Budi Hikmat dan Adelina Syarif
“Aku sangat menyakini doa Ibu sangat mustajab. Tidak terhalang atau mampu dihalangi oleh syetan atau iblis durjana sekalipun. Ibuku lalu mengajarkan sepasang doa. Doa pertama dibaca oleh sang anak. Kemudian dibalas oleh orang tua. Doa itu kami senantiasa ajarkan kepada anak-anak kami. “
Kalau diijinkan saya ingin mendapatkan teks doa tersebut beserta artinya. Terimakasih atas perkenannya.
June 2nd, 2006 at 4:36 pm
Wa alaikum salam, doa anak kepada orang tua sangat populer (variasi dari Surat Al Isra 24): Rabbigfirli waliwaa lidayya warham huma kama robbayani shogiro. Adapun doa orang tua kepada anak ada di surat Al Furqoon (25) ayat 74.
Setelah pemuatan pengalaman spiritual haji, kami menerima pertanyaan seperti ini dan sudah menyiapkan latar belakang kedua doa tersebut. Sekira Mbak tertarik, silakan email ke budi_hikmat@yahoo.com. Salam. Budi Hikmat
July 6th, 2006 at 3:11 pm
Assalamu’alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh
Subhanallah…
Bertambah kerinduan dan Cinta ini akan kasih sayang Allah yang begitu nyata setelah membaca kesaksian haji.
semoga kita umat muslim dapat merasakan kebahagiaan yang sama setelah membacanya. walaupun ada sebagian dari kita yang belum mampu untuk berhaji.. dan berharap semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk kita beribadah lebih baik lagi…
July 27th, 2006 at 12:19 pm
Assalamualaikum Wr.Wb.
Subhanaah……. Allah Maha Besar.
Saya terharu, gemetar dan menitikan air mata membaca tulisan bapak budi, Saya ingin sekali menaikkan haji kedua orang tua saya, dan saya bersama pun ingin . tai semoga Allah mendengar do’a kami. Pak Budi ayat apakah yang menyatakan “Bersih, sabar , syukur dan Ilmu. Maklum pak saya ndak hapal Al Quran . Trim sebelumnya.
September 29th, 2006 at 5:09 pm
ass.wr.wb. membaca kisah anda teringatkan saya akan umrah saya sebulan yg lalu… demi Allah tidak ada tmpt yg plng indah di dunia ini selain madinnah dan mekkah… mesjid termegah tiada duanya… tmpt yg penuh dgn mukjizat2 Allah dan berkahNya….
October 17th, 2006 at 3:29 pm
Mendengar kisah-kisah terebut saya jadi teringan dengan kebesaran Allah Swt…Bahwa Allah itu maha besar dan maha penyayang…Sebagaimana Manusia wajib menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangnnya…
November 1st, 2006 at 2:41 pm
Kisah yang sarat dengan hikmah, sesungguhnya Alloh tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang benar-benar rindu akan rahmat dan Ridho-Nya. Ya Alloh, limpahkanlah rahmat dan Ridho-Mu kepada kami, amien. Dan mudahkan urusan kami (dunia dan akherat) dan terimalah segala amal ibadah kami, amien….
November 14th, 2006 at 11:47 am
Saya sangat terhar membaca cerita-cerita diatas.
Saya sangat menginginkan orangtua saya untuk dapat berangkat kesana.
Semoga Allah memberi jalan.
November 20th, 2006 at 1:02 am
Assalamualaikum Wr.Wb.
Subhanaah……. Allah Maha Besar.
Saya sangat terharu dengan uraian pengalaman bp. Budi, sangat nikmat sekali bisa beribadah ditanah suci. Insya Allah tahun ini saya dan istri di izinkan Allah untuk beribadah haji ditahun ini, amien. Boleh saya mendapatkan doa yang bp. Budi lakukan saat berhaji tersebut, terimakasih.
Wasalam
November 30th, 2006 at 10:16 pm
ASSALAMUALAIKUM, WR.WB,
Subhanallah, walhamdulillah, Allah maha Besar, pengalaman saudara budi membuktikan kebesaran Allah, bagi hambanya yang ikhlas untuk beribadah kepada Nya menuju ke tanah suci. Innama amruhu idja aroda syai an an yakula lahu kun fayakun,:Kalau Allah sudah berkehendak Dia hanya cukup berkata Kun jadilah maka jadilah iya, (QS Yasin ayat 82)>Subhanallah semoga kita yang membacanya dapat mengambil hikmat dari pengalaman haji budi dan keluarganya. dan bagi anda sdr budi semoga antum dan keluarga meraih haji yang mabrur yang mendapat perubahan kehidupan yang lebih baik pasca haji dalam beribadah,bermuamalah dan bermasyarakat, aamin. wassalam,Oebay di ciputat